Journeys End

Journeys End
so maybe I'm not okay


__ADS_3

Ruby dan Felix sedang bersantai di rumah. Entah apa yang Anton dan teman-teman yang lain rencanakan,Ruby dan Felix tidak tau. Yang jelas mereka tidak diizinkan untuk mendekat ke perkemahan apalagi motel dan tempat ritual. Pagi itu belum ada kabar sama sekali dari teman-teman di perkemahan,mereka juga sulit untuk dihubungi.


"Ruby," panggil seseorang.


"Oh,Kylie? Kenapa kau disini?" tanya Ruby.


"Aku mengantar Amy dan sekalian aku ingin menitipkan Andy padamu," ujar Kylie.


"Baik. Lalu sekarang kau akan kembali ke perkemahan?" tanya Ruby lagi.


"Iya,karena ada tugas yang harus aku selesaikan. Jaga adikku ya," Kylie lantas pergi meninggalkan Ruby,Andy,dan Amy di ruang tamu.


Ponsel Felix bergetar di meja makan. Panggilan masuk dari "Sekretaris Nam",Ruby mengangkat telepon itu.


"Pa,kenapa tidak memberi kabar," katanya.


"Ini dengan siapa ya?" Ruby memastikan.


"Aku.."


Felix merampas ponselnya dari tangan Ruby.


"Siapa wanita itu?" tanya Ruby pada Felix,ditengah-tengah sambungan telepon yang masih terhubung.


"Teman," jawab Felix sambil pergi meninggalkan Ruby.


Felix berbicara dengan wanita itu dan Ruby diam-diam menguping namun usahanya gagal karena Felix berbicara dengan wanita itu dengan suara pelan nyaris berbisik.


Ruby kembali ke kamarnya,memikirkan siapa yang berani memanggil kekasih nya dengan panggilan "Pa" dan apa hubungan mereka.

__ADS_1


"Sayang," panggil Felix.


"Siapa wanita itu?" tanya Ruby serius.


"Aku akan jelaskan," jawabnya.


"Dulu aku dan dia sempat dijodoh-jodohkan oleh keluarga kami tapi karena aku memilih kuliah maka aku tidak mau," Felix mulai menjelaskan.


Ruby semakin emosi mendengar pernyataan bahwa wanita itu pernah dekat dengan Felix.


"Kenapa dia memanggilmu dengan sebutan 'Pa'?" Ruby mulai mencari tau dengan detail.


"Sayang,aku sudah bilang pada orang tuaku tentang hubungan kita. Tapi sepertinya akan sulit untuk kedepannya kita bisa bersama," jawab Felix.


"Apa maksudmu?" Ruby menjadi sangat marah.


"Karena kita berbeda keyakinan," jawab Felix.


"Aku tidak pernah bermain di belakangmu. Ini semua karena keluargaku," Felix membantah.


"Kenapa kau menyimpan kontaknya dengan nama sekretaris? Kau mau membodohi ku?" Ruby tidak bisa menahan emosinya lagi.


"Karena kita sedang ada masalah,aku tidak bisa mengatakan hal ini sayang," Felix beralasan.


"Tidak usah memanggilku dengan sebutan itu lagi," Ruby pergi meninggalkan Felix di kamar.


"Aku mencintaimu. Tapi ini semua terjadi begitu saja. Aku tidak menjalin hubungan apa-apa dengan dia hanya saja keluarga kami memaksa kami," Felix berusaha menjelaskan situasinya.


"Lalu kau mau? Kau menghubunginya di belakangku? Lelaki brengsek," Ruby menghindari Felix yang terus mengikutinya.

__ADS_1


"Aku hanya sekedar chatting biasa. Aku salah,maafkan aku," jawab Felix.


"Silahkan bersamanya,tinggalkan aku," Ruby terduduk di lantai.


"Aku akan berusaha semampuku. Aku tidak mau meninggalkanmu," Felix tidak setuju dengan keputusan yang Ruby ambil.


"Apa mau mu? Kau tidak bisa tegas menolak dijodohkan. Apa hidup yang kau jalani harus sesuai dengan keinginan mereka? Kau juga tidak mau melepas ku,apa mau mu?" Ruby sangat kalut.


"Aku akan meyakinkan keluargaku dan Key juga akan membantu," jawabnya.


"Sudah lah. Terlambat,kau sudah menodai kepercayaanku. Aku tidak bisa bersama denganmu lagi,maafkan aku," Ruby kini tidak menghindari Felix lagi.


"Sayang aku tau caraku salah. Aku hanya tidak tau apa yang harus aku lakukan. Aku salah menerimanya dalam hidupku,aku merespon dia terus menerus,aku akui aku salah. Mulai sekarang aku akan berhenti," kata Felix.


Ruby bangun dan memegang bahu Felix.


"Tinggalkan aku. Aku tidak bisa menerima mu kembali," ujar Ruby.


"Aku tidak mau," Felix menolak.


"Kalau kau memang tidak mau kehilangan diriku seharusnya dari awal kau tidak membiarkan siapapun mengganggu terlebih lagi kalian saling memberi kabar. Bagiku kau sudah mengkhianatiku,meskipun status hubungan kalian belum jelas," Ruby mulai tenang.


"Aku akan memberitahu nya agar berhenti menghubungiku. Aku akan memblokir kontaknya," Felix mengambil ponselnya.


"Apapun yang kau lakukan sekarang,aku tida bisa memaafkan kesalahanmu," Ruby tidak peduli dengan apa yang Felix lakukan.


"Kau yang membiarkan dia masuk," tambah Ruby.


"Aku salah. Aku memang bersalah,aku akui aku merasa sedikit jenuh dengan hubungan kita dan kebetulan dia datang jadi aku chatting dengannya diam-diam. Aku salah,aku tidak akan mengulanginya," Felix memohon.

__ADS_1


"Bagus jika kau tidak akan mengulanginya. Kau tidak boleh menyakiti wanita mu nanti. Sekarang kau bukan lagi milikku,dan aku juga bukan lagi milikmu. Tinggalkan aku,keluarga menyukainya begitu juga denganmu. Lanjutkan hubungan kalian,semoga bahagia," Ruby memberikan senyuman terakhirnya pada Felix kemudian Ruby memilih untuk mengurung diri di kamar.


__ADS_2