Journeys End

Journeys End
Menghitung Bintang Mati


__ADS_3

Ruby menangis sesegukan. Ia bersusah payah menahan tangisnya,namun semakin Thomas menanyakan apa yang terjadi tangis Ruby semakin menjadi-jadi.


"Katakan padaku,sayang," bujuk Thomas.


"Beri aku waktu," jawab Ruby sambil tetap memeluk Thomas.


"Aku disini. Aku tidak akan meninggalkanmu," Thomas berusaha sebisa mungkin menenangkan kekasihnya yang bertingkah aneh.


"Kylie. Dia disini," kata Ruby.


"Apa maksudmu?" Thomas tidak paham dan menganggap Ruby sedang bercanda.


"Aku tau hal yang buruk sedang terjadi pada kita. Pada keluarga kita,dan Kylie," Ruby mulai bercerita.


"Kylie? Ada apa dengannya?" Thomas tidak paham kenapa ia menyebut nama Kylie.


"Kylie benar-benar dalam bahaya. Kita semua dalam bahaya," tegas Ruby.


Thomas yang tidak paham maksud perkataan Ruby hanya terdiam dan mengiyakan.


"Apa sayang?"


"Kylie disini!" jawab Ruby.


"Apa maksudmu?"


"Kau ingat saat aku menelepon Kylie dan Kylie menyuruh kita pergi? Aku mendengar suara pria yang menculik kita. Aku yakin itu adalah pria yang sama," jelas Ruby.


Thomas hanya terdiam mendengar penjelasan Ruby.


"Ditambah apa yang aku lihat. Aku melihat dua orang pria dan seorang wanita tadi," kata Kylie.


"Dimana?" Thomas mulai merasa panik.


"Saat kita berada di jalan setapak. Sepertinya disana ada gubuk lain seperti gubuk yang kita tinggali. Aku tidak tau apa yang mereka lakukan tapi aku yakin Kylie disini," terang Ruby.


"Berarti kita perlu mengecek ke gubuk itu?" Thomas bertanya dengan ragu pada Ruby.


"Mau tidak mau harus kita lakukan," jawab Ruby.


Mereka beristirahat sejenak dibawah pohon sambil memakan roti. Kemudian mereka melanjutkan perjalanan mereka. Pertama,mereka harus mengecek ke gubuk yang dilihat oleh Ruby. Dengan sangat hati-hati mereka semakin mendekat ke gubuk itu. Terlihat seorang wanita sedang merokok di depan gubuk sambil memegang ponselnya. Ia tertawa terbahak-bahak saat mendengar suara seseorang di dalam gubuk yang meminta tolong.


"Tunggu. Apa ini? bukankah itu Kylie?" tanya Thomas untuk memastikan bahwa ia tidak salah lihat.


"Iya sayang. Itu Kylie," jawab Ruby berbisik.


Kylie melirik ke pohon tempat mereka bersembunyi. Mereka bersembunyi dengan cara tengkurap dibawah pohon. Banyak pohon-pohon besar di tempat itu.

__ADS_1


"Tolong!!" teriakan itu terdengar lagi. Suara anak kecil.


"Sepertinya itu suara anak-anak," kata Ruby.


Wajah Thomas pucat. Keringat mengucur dari sekujur tubuhnya padahal cuaca saat itu dingin namun tidak hujan.


"Ada apa?" Ruby berbisik.


"Sayang,tidak. Suara itu,adikku," kata Thomas terbata-bata.


"TIM?!" Ruby sangat terkejut mendengar perkataan Thomas.


"Iya. Aku sangat yakin itu adikku," kata Thomas.


Ruby semakin tidak paham kenapa Kylie ada di sana,terlihat bahagia tanpa masalah. Ditambah suara anak kecil yang meminta tolong dan diabaikan oleh Kylie. Padahal di telepon terdengar suara Kylie berteriak menyuruh Ruby untuk menjauh. Ruby berpikir bahwa Kylie mengalami nasib yang sama seperti dirinya,namun ternyata dugaannya salah.


"Aku tidak peduli dengan apa yang Kylie lakukan disini. Aku hanya ingin menyelamatkan adikku," kata Thomas.


"Sayang,kita tidak boleh gegabah. Demi keselamatan Tim," Ruby berusaha menenangkan Thomas.


Thomas mulai sedikit tenang. Mereka menyusun rencana untuk masuk kedalam gubuk itu tanpa ketahuan.


Ruby dan Thomas mematikan ponselnya. Kylie tampak mengarahkan ponsel yang ia pegang ke telinganya,terlihat seperti akan menelepon. Beberapa kali ia mencoba namun gagal.


"Sialan. Kenapa wanita itu mematikan ponselnya," kata Kylie.


"Aku membayarnya mahal-mahal tapi ia tidak mengangkat teleponku," Kylie kembali marah-marah.


Disitu mereka menyadari bahwa bukan Ruby yang Kylie maksud. Kylie bangun dari duduknya dan pergi bersama dua orang pria. Thomas dan Kylie mengamati mereka,saat dirasa benar-benar aman mereka langsung menerobos masuk kedalam gubuk.


Thomas dan Ruby sangat terkejut karena memang benar Tim ada di dalam. Ia duduk di sebuah kursi kayu dengan tangan dan kaki terikat. Ikatannya memang longgar,namun anak sekecil Tim yang baru kelas 1 SD pasti hanya bisa menangis meratapi nasibnya. Thomas langsung melepas ikatan pada tangan dan kaki Tim kemudian menggendong Tim keluar dari gubuk. Ruby bertugas mengamati situasi.


"Sayang cepat," bisik Ruby.


"Sudah. Ayo pergi sekarang," Thomas yang sedang menggendong Tim menggandeng tangan Ruby.


Mereka berjalan di sebelah jalan setapak yang memiliki semak belukar sangat lebat,agar tidak ketahuan oleh Kylie dan orang-orang suruhannya.


Sekitar 2 jam mereka berjalan dan hari mulai sore. Mereka mencari-cari tempat istirahat dan memutuskan bermalam di pinggir sebuah sungai kecil. Sungai itu masih sama dengan sungai yang sebelumnya menjadi tempat istirahat Thomas dan Ruby hanya saja dikelilingi semak belukar yang lebat.


Dengan diselimuti kesunyian,Ruby memberikan Tim roti dan Tim memakannya dengan lahap. Kemudian Thomas dan Ruby ikut makan mie instan mentah.


"Tidak aman menghidupkan api disini," kata Thomas.


Maka dari itu,mereka memutuskan menyantap mie instan mentah yang sudah diberi bumbu.


Setelah selesai menyantap mie nya,Thomas memetik beberapa daun pisang sebagai alas untuk mereka tidur.

__ADS_1


Thomas bersender di pohon dan Ruby tidur di pangkuan Thomas,tentu saja dengan Tim di pelukannya.


"Sayang,malam ini kita tidak bisa melakukannya," goda Thomas.


Ruby tersipu malu kemudian mencubit Thomas. Tim dengan cepat terlelap di pelukan Ruby. Thomas yang melihat itu langsung memindahkan Tim ke sebelahnya dan berbaring memeluk kekasihnya.


"Aku berjanji akan menjagamu," bisik Thomas.


"Iya sayang," Ruby membalas perkataan manis Thomas dengan kecupan di bibirnya.


"Coba hitung ada berapa bintang mati disana," Thomas menunjuk bintang mati di langit.


"Jumlahnya tak terhitung," jawab Ruby yang malas disuruh menghitung bintang.


Thomas yang melihat tingkah laku Ruby langsung menggetok keningnya menggunakan jari kemudian menciumnya.


"Kenapa kau sangat suka menghitung bintang mati? Lebih baik pilih yang mana bintang kita," kata Ruby.


"Baik. Tentu saja aku memilih bintang itu," Thomas menunjuk sebuah bintang yang paling bersinar.


"Lalu beri nama bintang itu," kata Kylie sambil memeluk Thomas.


"Aku beri nama Gemma," jawab Thomas.


"Mengapa?"


"Karena namamu Ruby,yang sama seperti nama batu mulia. Jadi aku menamainya Gemma yang juga merupakan nama batu hahahah," Thomas tertawa menggoda Ruby.


Mereka bercanda sejenak malam itu,seperti tidak ada masalah yang tengah menimpa mereka.


Kring.. Kring..


Ponsel Ruby berbunyi. Ternyata panggilan masuk dari Kylie.


"Kau sudah menghidupkan ponselmu? Angkat saja sayang," kata Thomas.


"Tidak. Aku mempunyai feeling yang buruk," jawab Ruby.


Ruby dan Thomas kemudian tidur selama 3 jam dan pukul 3 pagi dengan baterai ponsel yang hampir habis,mereka melanjutkan perjalanan.


"Ikuti terus jalan setapak di samping kita," kata Thomas sambil terus menengok ke arah kanan memperhatikan arah jalan setapak.


Ruby dengan mata terkantuk-kantuk tidak menjawab perkataanThomas. Tim ada di gendongan Ruby,merasa sangat dekat dengan Ruby padahal itu pertama kalinya mereka bertemu.


"Makin kesini pohon yang tumbuh makin sedikit. Apa kita sudah dekat dengan jalan pulang?" Thomas mengira-ngira.


"Sebenarnya sudah dekat," kata seseorang di belakang mereka.

__ADS_1


__ADS_2