Journeys End

Journeys End
A newspaper headline


__ADS_3

"Hal pertama yang ingin aku lakukan adalah melihat bagian dalam motel ini," kata Anton.


Thomas dan beberapa teman yang lain mengantar Anton masuk kedalam motel. Tepat saat menginjakkan kaki di depan pintu masuk,lampu motel tiba-tiba saja hidup.


"Mungkin tadi sempat mati listrik. Aku kira tempat ini gelap karena tidak ada yang menghidupkan lampu," ujar Thomas.


Anton dan Thomas masuk berdua sementara teman-teman yang ikut mengantarkan diam di depan pintu masuk motel.


Thomas menjelaskan ruangan yang ia ketahui termasuk ruangan rahasia tempat Anne pura-pura disekap.


"Pura-pura?" tanya Anton penasaran.


"Sejauh ini kami menyimpulkan seperti itu karena awalnya dia bersikap baik dan seakan-akan membantu kami,namun ternyata dia berusaha menangkap kami," jawab Thomas.


"Bisa antar aku ke tempat rahasia itu?" tanya Anton.


"Boleh saja," Thomas berjalan lebih dulu masuk ke kamar Poppy.


"Naik dari sini," Thomas menunjuk sebuah tangga yang sejak beberapa hari lalu masih berdiri di sana.


Thomas naik terlebih dahulu kemudian disusul oleh Anton yang membawa kamera.


Untuk pertama kali,Thomas melihat bagian dalam tempat itu dengan detail.


"Dulu ketika kami belum mengetahui bahwa Anne ternyata adalah anggota sekte itu,dia mengatakan bahwa dirinya disekap di tempat ini," kata Thomas.


Anton melakukan tugasnya sementara Thomas mengamati area itu dengan harapan menemukan sebuah petunjuk.


"Ponsel apa ini?" tanya Anton pada Thomas.


"Ponsel? Coba aku lihat," Thomas mengambil ponsel yang Anton temukan.


"Ini,ponsel Jay,temanku," katanya setelah melihat wallpaper pada ponsel itu.


"Coba kau telepon temanmu," saran Anton.


Thomas segera menelepon Jay yang sudah diantar keluar dari tempat itu lebih dulu oleh Reno.


"Halo,ada apa Thomas?" Jay menjawab panggilan telepon Thomas.


"Kau baik-baik saja? Aku pikir telah menemukan ponselmu," jawab Thomas.


"Jika ponselku di sana tidak mungkin aku bisa menjawab panggilan telepon mu kan?" kata Jay.


"Baiklah," Thomas menutup teleponnya.


"Kita bawa saja ponsel ini," Anton mengantongi ponsel yang baru saja ia temukan.


Selanjutnya mereka melihat-lihat setiap kamar yang ada di motel itu terutama kamar yang Ruby dan Felix sewa.


"Oh iya,tadi aku menemukan sesuatu yang aneh di atas sana," ujar Anton.


"Sesuatu seperti apa?" tanya Thomas.

__ADS_1


"Seperti sebuah ventilasi tapi cukup aneh bagiku karena ada kamera ini," Anton menunjukkan apa yang ia ambil.


"Ini ada di ventilasi? Wah,mereka memata-matai tamu yang menginap," Thomas cukup tercengang dengan penemuan itu.


"Simpan saja dulu," tambah Thomas.


Selesai melihat-lihat,mereka kembali ke halaman motel untuk berkumpul kembali dengan teman-temannya.


"Reno lama sekali," gerutu Ruby.


"Aku sudah menyuruhnya untuk mengantar teman-teman sampai di rumah makan dekat pertigaan sana,seharusnya dia sudah kembali," jawab Thomas.


"Sayang,alat pelacak nya," Felix teringat sesuatu yang sangat membantu disaat seperti ini.


"Alat pelacak apa?" Ruby tidak paham apa yang Felix maksud.


"Aku memasangnya sebelum kita pergi hehe," Felix sedikit malu karena ketahuan menempelkan alat pelacak di mobil Ruby.


"Kapan kau menaruh alat pelacak di mobil ku? tanya Ruby.


"Saat kejadian malam itu,yang kau berlari tanpa menggunakan pakaian dalam," jawab Felix.


"Astaga Ruby," sela Thomas.


"Hey,aku panik kau menghilang," Ruby membela diri.


"Oh iya,bi. Kami menemukan ponsel,kau mengenal orang ini?" tanya Thomas pada Ellen sambil memperlihatkan wallpaper Jay.


"Jay? Dia keponakanku. Ini ponselku," jawab Ellen.


"Terimakasih ya. Aku pikir aku harus mengeluarkan uang untuk membeli ponsel baru," Ellen berterimakasih pada Anton.


"Aku tidak tau bibi punya keponakan," ujar Ruby.


"Sejak kau berpamitan untuk liburan,dia datang ke rumahku dan menginap bersama ibunya. Tapi dia jarang di rumah karena menginap di rumah teman. Rumahnya dekat dari rumah kita tapi karena ada masalah dengan ayahnya,mereka tinggal sementara di rumahku," Ellen menerangkan.


"Jadi Jay belum mengetahui bibi menghilang?" tanya Thomas.


"Aku tidak tau. Jika adikku yang juga ibu Jay menyadari aku hilang seharusnya dia memberitahu Jay," jawab Ellen.


"Dan aku tidak bisa berkomunikasi karena ponselku diambil tadi," tambahnya.


Ellen mengotak-atik ponselnya dan berusaha menghubungi adiknya yang berada di rumah,namun kartu SIM yang terpasang di ponsel itu sudah tidak ada.


"Pakai ponselku saja bi. Aku akan menelepon Jay,kebetulan dia temanku yang sering aku ajak pergi bersama," Thomas menawarkan bantuan.


"Terimakasih Thomas," jawab Ellen.


Thomas menelepon Jay yang entah sekarang berada dimana.


"Kenapa?" jawab Jay.


"Bibi mu ada di sini," Thomas memberitahu.

__ADS_1


Thomas kemudian memberikan ponselnya pada Ellen agar mereka dapat berbicara.


"Sudah," kata Ellen ketika percakapannya dengan Jay selesai.


"Jay,dimana Reno?" tanya Thomas.


"Dia belum sampai? Sudah pergi dari tadi," jawabnya.


"Baiklah," Thomas kemudian mematikan ponselnya.


Ruby terus-menerus menelepon Reno namun tidak ada jawaban.


"Aku saja yang telepon," kata Thomas.


Ia kemudian berusaha menghubungi Reno yang dari tadi tidak menjawab panggilan telepon Ruby.


"Sabar," kata Reno.


"Kenapa kau tidak mengangkat telepon Ruby?" tanya Thomas kesal.


"Aku tau dia akan mengomel," jawabnya.


"Aku segera datang membawa informasi," lanjut Reno yang kemudian menutup teleponnya.


"Bagaimana?" tanya Ellen.


"Jay ada di tempat biasa kami bermain dan Reno sebentar lagi datang," jawab Thomas.


Tin.. Tin.. Tin..


Dari kejauhan terdengar suara klakson mobil. Suara klakson itu terdengar familiar di telinga Ruby.


"Akhirnya mobil kesayanganku," Ruby merasa lega.


Reno memarkir mobil dan berlari menghampiri mereka.


"Stop,jangan mengomel dulu. Aku membawa informasi penting," ujar Reno sambil membawa sebuah koran.


Felix,Ruby,dan Thomas berebut untuk membaca koran itu.


"Sekte Kanibal Hanya Karangan Anak-Anak Remaja" merupakan headline koran yang Reno bawa.


"Apa-apaan ini?" kata Felix kesal.


"Karena kita mempercayai Anne," jawab Ruby.


Benar saja,di koran tertulis bahwa penyekapan itu tidak terjadi.


"Karena Anne berpura-pura menjadi teman kita jadi kita percaya dan sudah menyebarkan bukti palsu ke publik," Thomas menambahkan perkataan Ruby.


"Sebaiknya kita melakukan klarifikasi," saran Cassie yang dari tadi diam.


"Dan bukti tambahan yang kita miliki,video bi Ellen juga akan aku upload sekarang," tambah Bella.

__ADS_1


"Ternyata mereka juga menggunakan media sebagai alat.."


__ADS_2