Journeys End

Journeys End
Hello,Kylie!


__ADS_3

Ruby bangun tidur kesiangan. Ia merasa hari masih pagi tapi ternyata sudah pukul 1 siang. Suasana terasa seperti malam karena ia berada di ruang bawah tanah.


"Kemana orang-orang. Kenapa sepi?" Ruby memperhatikan sekelilingnya.


"Selamat sore princess," Thomas masuk ke kamar membawa teh.


"Untukku?" Ruby bertanya dengan percaya diri.


"Hm, pacarmu yang buat," jawab Thomas.


"Dimana dia?" Ruby mencari-cari pacarnya.


"Ada diluar," Thomas kemudian pergi meninggalkan Ruby.


Ruby menyeruput teh hangat yang dibawakan oleh Thomas. Ia merapikan selimut kemudian keluar dari kamar.


Thomas dan Felix terlihat duduk berdua.


"Dimana Kylie dan Edsen?" tanya Ruby pada keduanya.


"Itu masalahnya," jawab Felix.


"Masalah apa?" Ruby masih belum paham ditambah otaknya ngelag karena baru bangun.


"Antara belum pulang dari kemarin atau pergi lagi tanpa memberitahu kita," Thomas bantu menjawab.


"Astaga Kylie anak itu sangat kebiasaan membuat orang khawatir," Ruby risau.


"Lalu Bi Ellen mana?" Ruby bertanya lagi.


"Itu dia masalah yang satu lagi," Felix kembali menjawab.


"Masalah apa lagi? Hilang juga?" tanya Ruby penasaran.


"Dia tidak ada disini," Thomas membantu menjawab lagi.

__ADS_1


"Hm baiklah aku rasa mereka sedang mengerjakan suatu misi," feeling Ruby berkata mereka baik-baik saja.


"Aku ingin mandi," ujar Ruby.


"Ayo denganku," ajak Felix.


"Aku boleh ikut?" Thomas ingin berpartisipasi.


"Apa maksudmu,tentu saja tidak!" Felix dengan tegas melarang.


"Hhh pasangan yang tidak seru," gerutu Thomas.


"Kau ajak saja Aster," Ruby menyahut.


"Malas," Thomas menjawab singkat.


"Dia sudah putus sayang," Felix memberikan fakta mengejutkan bagi Ruby.


"Hahahahahahhaah," Ruby terbahak-bahak.


"Heh tentu saja tidak! Lihatlah aku sudah punya calon suami," Ruby ngeles.


"Setelah ini akan aku nikahi kau," Felix mendukung pernyataan Ruby.


"Lihat saja nanti," Thomas menantang.


"Ya sudah ayo mandi," Felix ternyata serius ketika mengajak Ruby mandi bersama.


"Ayo sayang," Ruby dan Felix meninggalkan Thomas sendiri.


"Hey aku takut sendirian disini. Aku ikut,aku akan diam di depan kamar mandi," Thomas mengikuti keduanya.


Thomas benar-benar diam di depan kamar mandi menunggu Ruby dan Felix yang benar-benar mandi berdua.


"Sepertinya Kylie dan Edsen saling tertarik," Thomas memulai pembicaraan sambil menunggu Ruby keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


Tidak ada seorang pun yang menanggapi perkataan Thomas.


"Kalian dengar tidak apa yang aku katakan?" Thomas kembali berbicara.


"Hm,ya. Biarkan saja mereka. Lagi pula, mereka sedang sama-sama sendiri," Felix menyahut.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Ruby keluar dari kamar mandi disusul oleh Felix.


"Giliranmu," ujar Ruby.


"Aku tidak mandi deh," ujar Thomas.


Mereka bertiga kemudian kembali ke kamar berharap seseorang datang menghampiri mereka.


"Seharusnya hari ini kita pulang," kata Ruby.


"Kau tidak betah disini ya? Padahal lebih nyaman disini daripada di rumah," Thomas menanggapi.


"Entah kenapa aku merasa tidak nyaman," jawab Ruby.


*


"Hai semua," Kylie datang bersama Edsen.


"Kemana saja kalian? Tidak memberi kabar dari kemarin," tanya Ruby.


"Hanya berjalan-jalan di sekitar sini," jawab Kylie.


"Berjalan-jalan apa sampai menginap?" Felix curiga.


"Kenapa kalian sepertinya sangat ingin tau," respon Kylie.


"Kami hanya khawatir," Thomas ikut dalam pembicaraan.


"Jangan khawatir. Aku baik-baik saja," Kylie menenangkan.

__ADS_1


__ADS_2