
Ruby berkunjung ke rumah Ellen untuk mencari tau apa yang harus ia lakukan. Ruby memilih membersihkan namanya secara diam-diam tanpa melibatkan teman-temannya,meskipun kini teman-teman Ruby sudah mulai bekerja memproses informasi yang mereka dapatkan saat berkemah.
"Apa rencana kalian sebelumnya?" tanya Ellen.
"Kami ingin mempublikasikan informasi yang kami dapatkan tapi ada beberapa informasi yang jika dipublikasikan lewat media cukup berbahaya karena kemungkinan akan terkena pasal," jawab Ruby.
"Begini saja. Laporkan saja pada polisi informasi yang kalian dapatkan tapi tidak berani kalian publikasikan itu. Melapornya jangan sekarang,nanti saja saat kalian sudah selesai mempublikasikan informasi yang aman diterbitkan di media," saran Ellen.
"Tapi polisi apakah akan memihak kami?" Ruby merasa ragu.
"Akan ada beberapa yang memihak kalian. Tenang saja," jawabnya.
**
"Hari ini aku akan mulai mempublikasikan artikel yang sudah aku buat di website ku," ujar Anton lewat sambungan telepon.
"Aku tidak sabar untuk membaca artikel yang kau buat," jawab Ruby.
"Aku tidak akan membawa namamu ataupun teman-teman yang lain dalam artikel ku karena aku mempunyai rencana sendiri," kata Anton.
"Baiklah,aku akan mendukung rencana yang kau buat," Ruby menyetujui.
"Terimakasih sudah membantuku selama ini semoga kedepannya kita bisa terus bekerja sama," Anton mengakhiri panggilan teleponnya.
Baru saja Ruby meletakkan ponselnya di meja,ponsel Ruby kembali berdering. Kali ini panggilan masuk dari Thomas.
"Ada apa Thomas?" tanya Ruby.
"Aku ingin bicara," jawabnya.
__ADS_1
"Katakan saja yang ingin kau bicarakan," Ruby sedikit malas berbicara dengan Thomas.
"Tapi aku ingin kita bertemu," Thomas menjawab.
"Kalau begitu kemari lah mumpung aku sedang berada di rumah," Ruby masih malas menanggapi.
"Aku kesana sekarang ya?" Thomas ingin memastikan apakah Ruby serius mengizinkan nya datang ke rumah Ruby.
"Baiklah aku akan menunggumu," Ruby menutup teleponnya kemudian merebahkan diri di kasur.
Rumah terasa sepi karena Andy dan Amy sudah pulang ke rumah mereka masing-masing. Sebenarnya bukan itu yang membuat Ruby merasa kesepian melainkan ketidak hadiran Felix di samping Ruby cukup terasa baginya,sama seperti saat Thomas meninggalkannya. Tapi Ruby sangat yakin dapat melewati situasi buruk ini dengan cepat.
Ruby kembali membuka ponselnya,membaca pesan masuk yang belum ia baca. Seperti biasa,Felix mengirimkan pesan sebagaimana biasanya mereka chatting ketika tidak ada masalah apa-apa.
"Kenapa kau masih keras kepala?" Ruby membalas pesan Felix.
Felix langsung membaca pesan itu,tampaknya ia cukup senang karena Ruby merespon pesan yang ia kirim.
Ruby teringat Thomas yang mengatakan akan datang ke rumahnya,ia khawatir Thomas mengajak Felix datang.
Ruby tidak tau harus berbuat apa,ia tidak memiliki mood yang cukup bagus untuk menggarap kembali naskah novel nya.
Deru motor terdengar dari kejauhan,tidak salah lagi itu adalah suara motor Thomas. Ruby sedikit gugup akan bertemu dengan Thomas,padahal awalnya ia merasa biasa saja bahkan cenderung tidak ingin bertemu.
"Masuklah," kata Ruby setelah Thomas memarkir motornya.
Thomas masuk ke ruang tamu dan duduk di samping Ruby. Tidak seperti dugaannya,Felix tidak ikut datang.
"Ada apa sampai kau ingin bertemu denganku?" tanya Ruby. Ingatan-ingatan tentang kenangan yang pernah Ruby lewati bersama Thomas kembali muncul dalam benak Ruby.
__ADS_1
"Aku hanya ingin menemani mu," jawab Thomas.
Jawaban Thomas tidak Ruby sangka karena awalnya ia mengira Thomas akan menengahi pertengkaran dirinya dengan Felix.
"Tidak apa,aku tidak apa-apa sendiri," Ruby sedikit tidak enak mengingat Thomas sudah memiliki kekasih.
"Kau pasti bisa melewatinya," ujar Thomas sambil mengeluarkan sesuatu dari saku jaket nya.
"Ini untukmu," tambahnya.
Sebuah gantungan kunci berbentuk ikan mas Thomas berikan untuk Ruby.
"Aku ingin memberikan ini padamu dulu saat kita masih berpacaran tapi semuanya terjadi begitu saja. Jadi aku berikan ini untukmu sekarang," Thomas menjelaskan maksudnya memberikan gantungan kunci itu untuk Ruby.
"Kau sudah meminta izin pada kekasihmu untuk memberikan ku ini?" Ruby sedikit takut.
"Tenang saja," jawab Thomas.
Untuk sesaat mereka berdua saling terdiam,bernostalgia dengan kenangan masing-masing yang muncul di benak mereka.
"Kau sudah makan? Aku mau masak," Ruby menawarkan Thomas makan siang.
"Aku belum makan," jawab Thomas yang sebenarnya sudah makan sebelum ia datang ke rumah Ruby.
"Baiklah tunggu sebentar ya," Ruby berjalan menuju dapur.
Thomas kembali mengingat kenangan-kenangan indah itu. Sampai sekarang tidak ada wanita yang memperlakukannya sebaik Ruby. Hal itu yang membuat Thomas sangat sulit menghapus kenangan bersama Ruby,membuat Thomas cukup menderita setiap malam walaupun kini ia sudah memiliki seorang kekasih. Wanita yang ia pilih dengan cara meninggalkan Ruby yang sangat amat mencintainya saat itu.
Thomas berjalan menuju dapur karena sejujurnya kedatangan Thomas ke rumah Ruby karena ia sangat merindukan mantan kekasihnya itu.
__ADS_1
"Ruby,apa tidak sekali pun kau mengingatku?" bisik Thomas di telinga Ruby.