Journeys End

Journeys End
help or trap?


__ADS_3

Ruby mengunci pintu kamar itu dari dalam. Ke empat pria masih gigih berusaha mendobrak kamar Ruby meskipun gagal. Dari jendela,Ruby melihat keadaan di luar motel yang sepi. Entah kemana perginya Anne dan ayah Poppy,ia tidak sempat memperhatikan karena fokusnya tertuju pada empat orang pria yang mengejar mereka.


"Sepertinya aku harus membuat kesepakatan dengan mereka," ujar Ruby kepada Bella dan Cassie.


"Terserah kau saja yang penting kita tetap hidup," jawab Cassie yang mulai merasa putus asa.


"Halo. Apa kalian masih di sana?" tanya Ruby dari dalam kamar.


"Masih," jawab seorang pria dengan nada ketus.


"Mari membuat kesepakatan bersama," tawar Ruby.


"Kesepakatan macam apa?" tanya pria yang sama dengan pria yang menjawab tadi.


"Kita harus bekerja sama untuk melarikan diri dari tempat ini. Bukankah kalian teman-teman Thomas? Dia dan kekasihku sedang memperbaiki mobil. Kita bisa kabur berama," Ruby menjelaskan.


"Jadi kalian jangan menangkap kami," tambahnya.


"Apa kau sungguh-sungguh? Kau tidak menjebak kami kan?" pria itu bertanya. Terdengar suara lain di luar kamar,teman-teman pria itu sibuk berdiskusi.


"Ah,sebelumnya siapa namamu?" tanya Ruby.


"Aku lupa memperkenalkan diri. Aku Ken," jawabnya.


"Hm. Aku setuju dengan kesepakatan yang kau tawarkan," tambahnya.


Ruby perlahan-lahan membuka pintu kamarnya dam membiarkan empat orang pria itu masuk. Suasana sedikit canggung namun Ruby sebisa mungkin berusaha mencairkan suasana.


"Hai Ken,aku Ruby. Teman Thomas," Ruby memperkenalkan diri.


"Dia sering membicarakanmu. Kau mantan kekasihnya kan?" goda Ken.


Suasana sedikit cair karena Ken adalah pria yang enak ketika Ruby ajak berbincang.


"Hampir lupa. Ini teman-temanku. Jay,Jason,dan Benny," Ken memperkenalkan teman-temannya yang lain.


"Halo," sapa mereka dengan sedikit malu-malu.


"Tunggu. Luka kalian aku obati dulu," Ruby mengambil kotak obat yang selalu ia bawa kemanapun ia pergi. Dan karena Ruby dan Felix berencana mencari rumah sewa maka Ruby membawa kotak obat dengan obat luka yang lengkap di dalam ranselnya.


"Biar aku saja," Bella menawarkan bantuan.

__ADS_1


Bella mengobati Ken sementara Cassie ikut membantu mengobati Benny. Syukurnya dua teman Thomas yang lain tidak terluka.


"Kenapa wanita itu begitu kejam menyayat tanganku," ujar Benny sambil menahan perih saat diobati oleh Cassie.


"Kami juga tidak tau," jawab Cassie.


"Bagaimana bisa kalian tertangkap oleh mereka?" tanya Ruby.


"Kau ingat saat pertama kali kami sampai di tempat ini dan pemilik motel tidak memperbolehkan kami untuk menyingkirkan pohon tumbang itu? Thomas menyuruh kami menunggu di mobil jadi kami diam di dekat pohon itu. Tiba-tiba ada sekumpulan pria yang berpakaian mirip preman menangkap kami. Entah mereka memberikan obat bius atau apa dan setelah kami bangun kami ada di sebuah rumah yang cukup bagus," Ken menjelaskan.


"Kemudian sejak kemarin mereka memaksa kami mengakui bahwa kami membunuh seorang wanita padahal sudah jelas bahwa mereka menyekap kami," tambahnya.


"Menurutku salah satu dari orang-orang yang menangkap kami adalah seorang polisi," Benny mengatakan dugaannya.


"Kenapa kau bisa menduga bahwa dia adalah polisi?" tanya Ken.


"Aku melihat tanda pengenalnya sebelum kita tak sadarkan diri," jawabnya.


"Mungkin benar dugaan ku dan Felix bahwa ada campur tangan pihak kepolisian dalam hal ini," ujar Ruby.


"Ah,dimana mayat itu?" Ruby teringat kembali dengan mayat wanita yang ia temukan.


"Mereka menyimpannya di ruangan yang sangat dingin. Aku juga tidak menyangka ada ruangan seperti itu di tengah hutan," jawab Ken.


"Kenapa Thomas dan Felix belum kembali ya?" Ruby merasa khawatir karena belum ada kabar terbaru dari mereka.


"Aku akan membuat video. Aku minta tolong pada kalian untuk menjelaskan peristiwa apa saja yang telah kalian lihat dan alami selama disekap," Cassie meminta bantuan pada pria-pria itu.


Mereka ber-empat tentu saja langsung setuju membantu Cassie dan Bella untuk membuat video. Untuk beberapa waktu mereka ber-enam sibuk dengan video dan wawancara sementara Ruby menatap kearah jendela.


Tin.. Tin..


Terdengar suara klakson yang sangat keras. Sebuah truk masuk menerobos ke halaman motel,menabrak beberapa pot tanaman yang ada di sana.


"Reno!!" Ruby berjingkrak kegirangan karena akhirnya Reno datang dengan sangat banyak orang. Ruby berusaha menghubungi Felix namun tidak ada jawaban. Dengan terpaksa ia memberanikan diri keluar dari kamar sementara teman-teman barunya ia suruh tetap berada di sana.


"Maaf kami datang terlambat," ujar Reno setelah turun dari truk.


"Siapa yang menyetir.."


"Aku," seorang pria yang berumur kira-kira 50 tahun memotong perkataan Ruby.

__ADS_1


"Terimakasih paman sudah mengantar teman-temanku," Ruby mengungkapkan rasa terimakasihnya.


"Aku akan mencari Thomas dan Felix dulu," Ruby izin untuk meninggalkan mereka sebentar.


Ruby berjalan menuju mobilnya yang tengah terparkir. Terlihat ban belakang mobil Ruby sudah diganti dengan ban serep. Ruby mencari-cari kemana Thomas dan Felix pergi dan ia menemukan sesuatu.


"Hey! Astaga," Ruby menggerutu.


"Apa yang kau lakukan?" tanya Thomas sambil mengucek matanya.


"Apa sudah aman?" Feli ikut terbangun.


Thomas dan Felix tertidur di mobil selama mereka bersembunyi dan tidak ada anggota sekte itu yang mengecek mobil mereka.


"Reno datang," kata Ruby memberikan informasi yang menggembirakan itu.


"Dimana anak itu?" Thomas langsung berdiri dengan semangat mendengar kawannya sudah ada di sana.


Ruby berjalan lebih dulu diikuti oleh Thomas dan Felix. Mereka mendekati Reno dan supir yang tadi mengantar Reno dan kawan-kawan datang ke motel itu.


"Aku harus segera kembali," kata pria tua itu.


"Baik pak. Terimakasih sudah repot-repot mengantarkan kami kemari," Reno berterimakasih sebelum supir truk itu pergi.


Mereka semua masuk kedalam motel,seakan-akan mereka adalah pemilik motel itu. Bella dan Cassie beserta teman-teman Thomas tengah asik berbincang setelah menyelesaikan proses pembuatan video.


"Ruby,aku mempunyai sedikit pertanyaan," kata Cassie ketika Ruby baru saja tiba di kamarnya.


"Ada apa?" tanya Ruby.


"Mungkinkah Anne sengaja menyuruh empat pria ini menangkap kita agar bisa melarikan diri bersama-sama? Atau dia selama ini menyamar menjadi orang baik untuk menjebakmu?" Cassie mengungkapkan kemungkinan-kemungkinan yang ada di pikirannya.


"Aku merasa dari awal dia memang ap yang dilakukan Anne demi kebaikan mereka.


"Bahkan dia menyayat tanganku. Apa harus seperti itu?" Ken yang masih kesakitan sedikit jengkel.


"Bisa saja hal itu ia lakukan untuk meyakinkan para anggota bahwa ia memang masih bekerja sama dengan mereka," pendapat Bella.


"Yang penting kita bisa kabur dari tempat ini. Terserah dia mau orang jahat atau baik," Benny terlihat sangat ingin pergi dari motel itu.


"Sebenarnya apa yang terjadi?" Reno dan Thomas ikut bergabung dengan mereka sementara Felix mengantarkan teman-teman yang lain ke kamar kosong untuk beristirahat.

__ADS_1


"Aku akan menceritakan semuanya dari awal. Dengarkan baik-baik," kata Ruby sambil duduk di kasurnya,


__ADS_2