
"Tidak terasa sudah satu bulan kita pacaran," kata Thomas pada Ruby.
"Aku harap hubungan kita kedepannya berjalan lancar. Kita tetap jujur satu sama lain dan bisa menyelesaikan masalah bersama-sama," kata Ruby mengatakan apa harapannya untuk hubungan mereka.
"Aku berdoa yang terbaik untukmu. Untuk kita," Thomas mencium tangan Ruby.
Mereka menghabiskan pagi di pinggir pantai. Menikmati sunrise dan deburan ombak pantai yang tenang ditambah semilir angin dingin yang membuat mereka betah berpelukan.
Tingg...
Pesan masuk ke ponsel Ruby. Dari Andrew.
"Hai Ruby. Selamat pagi," isi pesan itu.
Thomas merampas ponsel Ruby dari tangannya,dan mulai saat itu Thomas yang membalas pesan dari Andrew.
"Ada apa Andrew?" balas Thomas.
"Aku hanya ingin menyapamu saja," Andrew menjawab pesan itu dengan cepat.
"Sayang,sejak kapan dia sering menyapamu seperti ini?" tanya Thomas pada Ruby.
"Ini pertama kali. Biasanya dia hanya menyapa saat kita bertemu di kelas," jawab Ruby.
"Sepertinya aku harus mengumumkan hubungan kita kepada teman-teman di kelas," kata Thomas setelah membaca pesan Andrew yang baru saja masuk.
Ruby sama sekali tidak melihat apa yang Andrew katakan dan apa balasan yang diberikan oleh Thomas. Kemudian Ruby bertanya kenapa Thomas ingin mengumumkan hubungan mereka.
"Di kelas hanya rumor yang beredar bahwa kita pacaran. Mereka belum mengetahui secara resmi bahwa kita sudah pacaran. Satu bulan! Ingat itu,kita sudah satu bulan," kata Thomas dengan raut wajah sebal.
Ruby hanya tertawa melihat tingkah laku Thomas.
"Sayang kamu diam saja. Ini urusan lelaki," tiba-tiba nada bicara Thomas menjadi tinggi.
"Ada apa?" Ruby merebut ponselnya dari tangan Thomas.
Ternyata Andrew menyatakan ketertarikan kepada Ruby.
"Yang penting aku tidak meresponnya. Kau tenang saja," kata Ruby setelah membaca pesan Andrew dari awal.
"Susah memang mempunyai kekasih secantik dan secerdas dirimu," kata Thomas.
Perkataan Thomas membuat Ruby merasa terbang karena dipuji.
"Dari awal aku sudah memikirkan resikonya jika aku berpacaran denganmu. Asal kau tau,hal itu yang membuatku berpikir panjang untuk meresmikan hubungan kita," sambung Thomas.
"Resiko apa? Apa yang kau pikirkan tentangku? Aku tidak pernah aneh-aneh," kata Ruby yang sedikit terkejut.
"Aku tau sainganku di kelas banyak," jawab Thomas sambil menggenggam erat tangan Ruby.
Ruby hanya bisa tersipu malu.
"Tapi pilihanku jatuh padamu," jawab Ruby.
"Tentu saja. Aku yang paling tampan diantara mereka," celetuk Thomas.
__ADS_1
Matahari semakin terik. Thomas dan Ruby pergi ke rumah Ruby. Ruby memasak spaghetti untuk Thomas dan itu pertama kalinya Ruby memasak makanan untuk kekasihnya itu.
Thomas sudah membawa baju ganti dari rumah,ia akan berangkat ke kampus bersama Ruby. Karena jam baru menunjukkan pukul 9 pagi,setelah makan mereka beristirahat.
"Sayang,aku mengantuk," kata Thomas.
"Aku juga," jawab Ruby.
"Jam kampus masih lama. Kita bisa tidur dulu," Thomas menarik tangan Ruby menuju kamar.
Mereka merebahkan badan di kasur yang empuk. Tidak lupa menghidupkan AC karena cuaca hari itu lebih panas dari biasanya.
"Kemarin kita tidur bersama secara online,sekarang kau benar-benar tidur di sampingku," kata Thomas.
Ruby hanya tersenyum dan meringkuk di pelukan Thomas hingga akhirnya mereka tertidur.
Tok.. Tok.. Tok..
Pintu kamar Ruby ada yang mengetuk namun Ruby dan Thomas tertidur pulas.
Pintu kamar terbuka,Ruby menyadari ada orang yang datang.
Ruby bangun dengan perlahan agar tidak membangunkan Thomas.
Kylie sedang duduk santai sambil menaikkan satu kakinya di ruang tamu. Ia tampak memegang piring setelah datang dari dapur,mengambil sisa spaghetti yang dibuat oleh Ruby untuk Thomas.
"Hai. Kenapa kau tidak bilang akan datang?" tanya Ruby.
"Apa kau tidak ada kelas? Kenapa jam segini masih di rumah?" tanya Kylie.
Ruby segera menengok jam dinding,ternyata sudah pukul setengah dua belas siang. Ruby berusaha tampak tenang.
"Motor siapa di depan?" Kylie menanyakan pemilik motor yang menghalangi jalan masuk.
"Aku tidak tau," jawab Ruby karena memang benar ia tidak mengetahui siapa pemilik motor itu. Motor Thomas terparkir rapi di garasi rumah Ruby.
Dalam hati Ruby bertanya-tanya apakah Kylie tidak melihatnya tidur bersama Thomas? Karena biasanya Kylie selalu ingin tau tentang kehidupan pribadi Ruby,sama seperti Ava.
Kylie asik menikmati spaghetti hingga habis.
"Sebenarnya aku kemari mau minta tolong," kata Kylie.
"Minta tolong apa?" tanya Ruby.
"Tolong kau terima saja cinta Andrew," jawab Kylie.
Sontak Ruby merasa terkejut mendengar apa yang dikatakan oleh Kylie.
"Apa maksudmu? Darimana kau mengenal Andrew? Kenapa kau tau semua teman-temanku sih?" Ruby terheran-heran.
"Begini ya princess. Aku akan menceritakan semuanya. Kemarin,seseorang bernama Andrew memfollow instagramku. Setelah aku cek bio instagramnya,dia berasal dari universitas yang sama dengan kita dan kau juga memfollow orang itu. Jadi aku follback," kata Kylie.
"Kemudian aku kira dia hanya ingin berteman biasa denganku,dia men DM ku say hai dan basa-basi lainnya," sambung Kylie.
Ruby mendengarkan dengan seksama dan tidak menyadari bahwa Thomas sudah bangun. Thomas menguping pembicaraan Kylie dan Ruby. Kylie juga tidak menyadari bahwa di rumah itu ada Thomas. Ia tidak melihat Thomas dan Ruby tidur bersama karena Ruby tidak menyalakan lampu ketika tidur.
__ADS_1
"Aku mengira dia akan mengajakku kenalan. Dan ternyata dia malah minta tolong padaku," Kylie menyambung ceritanya.
"Minta tolong apa?" tanya Ruby yang semakin dibuat penasaran
"Dia bertanya hal apa saja yang kau sukai dan dia meminta tolong agar aku membantunya untuk mendekatimu. Dia baru kenal denganku,berbeda kelas pula sudah berani minta tolong seperti itu," kata Kylie yang jengkel.
"Sudahlah. Blokir saja dia," saran Ruby.
"Aku sudah memblokirnya tapi dia menghubungiku dengan akunnya yang lain," Kylie memegang keningnya sambil geleng-geleng kepala.
"Sepertinya cintanya sangat besar padamu,melebihi Thomas," Kylie nyeletuk.
"Kylie diam!" bentak Ruby.
Kylie hanya tertawa. Ruby sudah menangkap apa yang Kylie maksud dan apa yang harus ia lakukan. Kemudian Kylie pergi.
Ruby kembali ke kamar,Thomas sedang duduk dengan wajah datar.
"Sayang sepertinya kita telat hari ini," kata Ruby.
"Kita tidak usah ke kampus," jawab Thomas.
"Andrew itu..." gumam Thomas dengan suara beratnya.
"Kau mendengar pembicaraanku dengan Kylie?" tanya Ruby.
Thomas hanya mengangguk.
"Percayalah padaku. Aku hanya mencintaimu," Ruby berusaha memadamkan amarah Thomas.
"Apa dia tidak mendengar rumor yang beredar tentang kita di kelas?" Thomas bertanya pada Ruby.
"Aku yakin dia mendengar. Mungkin karena baru sebatas rumor maka ia berani seperti itu," jawab Ruby.
"Sayang ayo ke kampus," tiba-tiba Thomas bersemangat setelah diam sesaat.
Ruby dan Thomas kemudian mandi bergiliran lalu bersiap-siap pergi ke kampus. Jam pertama tersisa 20 menit lagi.
"Apa tidak sebaiknya kita datang di jam kedua saja? Kita sudah telat satu jam," saran Ruby.
"Tidak. Kau ikuti saja aku," jawab Thomas.
"Ruby merasa sedikit heran dengan tingkah laku Thomas yang awalnya kesal tiba-tiba bersemangat.
Mereka sampai di kampus dan bergegas menuju kelas. Thomas mengetuk pintu dan masuk ke kelas bersama Ruby.
Ternyata tidak ada dosen disana.
Thomas menggenggam erat tangan Ruby. Seketika mereka menjadi pusat perhatian di kelas. Namun,tidak seorang pun dari mereka berkomentar ataupun menggoda mereka kecuali Reno.
"Pasangan baru kita terlambat karena lelah setelah malam pertama mereka tadi malam" Reno nyeletuk yang membuat seisi kelas tertawa.
"Tentu saja. Bukan hanya tadi malam,bahkan tadi pagi juga." jawab Thomas.
Ruby sangat terkejut dengan reaksi Thomas yang biasanya hanya terdiam jika digoda oleh teman-temannya sekarang memberikan respon yang cukup mengejutkan banyak orang.
__ADS_1
Thomas menatap Andrew. Dan Ruby baru paham apa maksud dari sikap aneh Thomas. Ia ingin menunjukkan pada Andrew bahwa Ruby miliknya.
Ruby milik Thomas..