Journeys End

Journeys End
a bad dream


__ADS_3

"Bangun! Astaga," Ruby menggerutu.


Felix terbangun dari tidurnya dan langsung memeluk Ruby.


"Aku bermimpi buruk," ujar Felix.


"Mimpi apa?" Ruby merasa penasaran dengan mimpi yang Felix alami.


"Aku bermimpi kau meninggalkanku.."


Ruby menutup mulut Felix dengan telapak tangannya,karena setelah ia mendengar sedikit tentang apa yang Felix impikan sudah cukup menyeramkan baginya.


"Baik,itu mimpi yang buruk. Lupakan saja," kata Ruby.


Entah kenapa hari itu perasaan Ruby sedikit tenang,rasa marahnya pada Felix sedikit berkurang.


"Aku mau menyelesaikan semuanya sekarang," kata Ruby dan ia pergi meninggalkan Felix dengan masih meninggalkan piama.


"Di mimpiku pada pagi hari Ruby juga keluar kamar persis seperti ini. Apa mimpiku akan menjadi kenyataan?" Felix berbicara pada dirinya sendiri kemudian ia bergegas menyusul Ruby.


Ruby terlihat berjalan ke rumah ibu Poppy,persis seperti yang Felix impikan.


"Peristiwa ini juga terjadi dalam mimpiku. Apakah aku dapat melihat masa depan?" Felix kembali berbicara dengan dirinya sendiri.


Ia ikut menyusul Ruby ke rumah ibu Poppy. Entah apa yang akan Ruby lakukan,Felix tidak tau. Yang terpenting baginya saat ini ialah keselamatan Ruby.

__ADS_1


"Selamat pagi," Ruby menyapa dari luar rumah. Tampak ibu Poppy sedang menikmati biskuit dengan ditemani secangkir teh.


Felix merasa tenang melihat sikap Ruby yang tidak agresif pada pagi itu,karena seperti yang ia tau bahwa Ruby tidak menyukai ibu Poppy,namun ia kembali teringat dengan mimpinya dimana ia juga melihat Ruby datang ke rumah itu dengan baik-baik. Kini ia berubah pikiran dan merasa lebih baik Ruby datang dengan marah-marah. Felix mengikuti Ruby masuk kedalam rumah.


"Selamat pagi. Mari ikut saraan denganku," kata ibu Poppy menawarkan biskuitnya.


"Tidak apa,bu. Kami bisa sarapan nanti," Felix menolak tawaran itu dengan sopan.


"Sebenarnya kami datang karena ingin membicarakan sesuatu. Apakah..'


"Katakan saja,waktuku sangat senggang," ibu Poppy memotong perkataan Ruby dan seolah-olah sudah mengetahui bahwa kedatangan mereka ke rumahnya karena ada urusan mendesak,bukan karena ingin bersilaturahmi.


Felix hanya terdiam dengan rasa penasaran sekaligus rasa degdegan karena ia sendiri juga tidak tau apa yang sebenarnya Ruby ingin katakan.


"Pohon itu,apa aku perlu membantu untuk menyingkirkannya? Kami sudah kehabisan uang untuk menginap disini," kata Ruby.


"Kalian bisa tinggal gratis disini. Aku sendiri yang akan mengurus pohon itu," jawabnya.


"Bukan hanya itu,kami harus segera ke kota karena harus ke kampus. Sepertinya aku butuh cuti semester ini," Ruby kembali mencari alasan.


"Aku bisa membantumu mengurusnya. Aku akan menjadi wali mu dan datang kesana," jawab ibu Poppy.


Dalam hati Ruby cukup merasa heran kenapa ia tidak mengambil tindakan cepat untuk menyingkirkan pohon yang menghalangi jalan. Ia juga seolah-olah tidak mengizinkan Felix dan Ruby pergi dari motel itu.


"Aku ingin menanyakan beberapa hal yang cukup menggangguku," Ruby kembali berbicara.

__ADS_1


"Silahkan," jawab ibu Poppy dengan santai.


"Kemana semua orang yang menginap disini? Beberapa hari ini terasa sepi," tanya Ruby.


"Mereka hanya menginap sebentar dan kembali. Semua orang-orang itu adalah satu keluarga yang menginap di motel kecilku,jadi secara berbarengan mereka pulang bersama," terang ibu Poppy.


"Ah,aku diberitahu oleh seorang pria yang juga menginap di motel mu bahwa kau menutup motel ini maka semua orang harus pergi," kata Felix.


"Tidak. Ini adalah satu-satunya sumber uang ku. Jika aku menutup motel darimana aku akan mendapatkan uang," jawab ibu Poppy.


Alasan ibu Poppy cukup masuk akal bagi Ruby dan Felix. Namun,mereka tidak begitu mudah percaya dengan alasan itu karena menurut mereka terlalu banyak kejanggalan disana.


"Dan ada hal lain. Sejujurnya kami merasa tidak nyaman karena ada seseorang yang mengintip dari saluran udara," Ruby mengungkapkan keluhannya yang lain.


"Ti.. Tidak," mendadak ibu Poppy merasa gugup.


Begitu juga dengan Felix,ia terkejut dengan apa yang Ruby katakan karena hal itu persis sama seperti dalam mimpinya.


"Aku akan memastikan tidak ada yang mengganggu kalian lagi," kata ibu Poppy.


"Dimana akses masuk keatas?" Ruby penasaran.


"Akses masuknya ada di sebuah ruangan terkunci. Dan hanya aku dan tukang yang aku perintahkan untuk naik saja yang tau," jawabnya.


"Baiklah hanya itu yang ingin aku sampaikan. Dan,oh iya. Poppy,tolong beri dia nasehat agar tidak menggoda lelaki yang sudah memiliki kekasih," kata Ruby sebelum ia dan Felix pergi dari sana.

__ADS_1


"Sesuai dugaanku. Aku tidak akan jatuh ke perangkapnya," ujar Ruby.


__ADS_2