
"Ini adalah kebun apel yang menjadi tujuan kita hari ini," kata Jennifer.
"Wah,besar sekali," Ruby merasa kagum.
Sementara itu,anak-anak duduk di hamparan rumput hijau yang sedikit basah karena terkena embun pagi.
"Aku sangat lelah," ujar Zoe.
"Beristirahatlah dulu. Anak-anak,kalian semua istirahat dulu ya," Jessica meminta anak-anak untuk beristirahat sebelum mereka berkeliling di kebun apel itu.
"Dimana pemilik kebun apel ini?" tanya Ruby.
"Mungkin dia sedang dalam perjalanan. Tadi pagi aku menghubunginya,katanya ia harus membeli sesuatu dulu," Jennifer menjawab.
Seperti biasa,anak-anak tidak betah duduk berlama-lama. Mereks berlarian di kebun apel itu,bermain kejar-kejaran satu sama lain. Jennifer yang baru saja duduk kini harus bangun lagi dan mengawasi anak-anak yang sedang bermain.
"Zoe,kenapa kau tidak ikut bermain bersama anak-anak yang lain?" tanya Ruby pada Zoe yang duduk di sampingnya.
"Karena aku harus mengerjakan sesuatu," jawab Zoe.
"Sesuatu apa? Kau diberi tugas khusus oleh Jennifer?" Ruby penasaran.
"Katamu aku harus ikut denganmu,kan?" Zoe mengalihkan topik pembicaraan.
"Iya,tapi aku harus mengatakan masalah ini pada Jennifer dulu," Ruby menjawab.
"Baiklah,karena sebenarnya aku takut," Zoe ingin lebih terbuka pada Ruby.
"Sebenarnya ada apa? Katakan saja padaku," Ruby penasaran sekaligus berharap agar informasi yang ia peroleh dapat berguna.
__ADS_1
"Aku takut seperti Emily dan teman-teman lain," Zoe menjawab tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
"Apa yang terjadi pada mereka?" Ruby merasa semakin penasaran.
"Mereka hilang begitu saja. Setelah kami menanyakan kemana Emily pergi,Jennifer mengatakan sudah ada yang mengadopsinya padahal jika ada seseorang yang datang untuk mengadopsi anak maka kami semua akan diminta untuk berkumpul agar orang yang ingin mengadopsi anak tersebut dapat memilih siapa yang ingin mereka adopsi," Zoe menerangkan.
"Apakah Emily dan anak-anak lain pergi secara bersamaan?" Ruby mulai mencari-cari informasi yang ia butuhkan.
"Tidak. Emily baru-baru ini pergi tanpa berpamitan. Dan anak-anak lain itu sudah pergi sebelum Emily. Kakak ingat dokumen yang aku berikan? Anak-anak itu lah yang aku maksud," kata Zoe.
"Jadi semua anak-anak yang ada di dokumen itu pergi untuk diadopsi namun dengan cara yang tidak seperti basanya?" Ruby memastikan.
"Benar kak. Tapi yang membuatku takut adalah namaku ada disana. Padahal aku jelas-jelas masih tinggal di panti asuhan ini seharusnya namaku tidak tersimpan di dokumen yang itu. Dan aku tidak ingin pergi dari sini sebenarnya tapi seseorang mengatakan bahwa kakak akan datang membantu," Zoe melanjutkan ceritanya.
"Dan satu hal lagi. Aku melihat Emily pergi bersama bapak tua itu. Aku tidak menyukainya," Zoe sedikit demi sedikit mulai mengatakan keluh kesahnya selama berada di panti asuhan itu.
"Bapak tua siapa?" tanya Ruby.
"Bagaimana bisa kau tau banyak tentang diriku? Siapa kau sebenarnya?" Ruby kini merasa sedikit takut dengan Zoe.
"Ssstt.. Bi Ellen," Zoe berbisik.
"Baiklah. Semua ini sudah terlalu jelas," Ruby sekakan-akan sudah paham kemana cerita ini akan mengalir.
"Ssstt.." Zoe kembali memberi isyarat agar Ruby diam.
"Kenapa?" tanya Ruby. Ia merasa situasi disana aman-aman saja karena Jennifer berdiri jauh dari mereka.
"Kenapa kau selalu menguping setiap pembicaraanku?" Zoe berbicara pada salah satu anak.
__ADS_1
"Siapa yang menguping? Aku hanya beristirahat disini," anak berambut ikal itu membantah.
"Bohong. Sejak kak Ruby datang ke panti asuhan,kau selalu menguping pembicaraanku dengannya," Zoe berusaha memojokkan anak itu.
"Aku juga ingin lebih dekat dengan kak Ruby. Memang kau saja yang boleh bermain dengannya?" anak itu sewot.
"Sudah,sudah. Hentikan pertengkaran kalian. Semuanya bisa bermain denganku," Ruby menengahi.
"Dia tidak ingin bermain dengan kakak. Dia disuruh memaa-matai kakak," Zoe memperingatkan.
"Memata-mataiku? Aku tidak paham kenapa aku harus dimata-matai hahahaha," Ruby tertawa seakan-akan tidak mempercayai apa yang Zoe katakn padahal sebenarnya setiap kata yang keluar dari Zoe selalu Ruby pertimbangkan.
Jennifer yang mendengar keributan itu datang menghampiri mereka bertiga. Perhatian anak-anak lain yang sedang bermain juga langsung tertuju pada mereka.
"Ada apa? Kenapa aku perhatikan kalian seperti sedang bertengkar?" tanya Jennifer.
"Dia selalu menguping pembicaraanku," kata Zoe.
"Aku tidak menguping!" anak itu membantah.
"Dia menuduhku memata-matainya dan juga kak Ruby," tambah anak itu.
"Zoe,kenapa kau menuduhnya seperti itu?" tanya Jennifer pada Zoe.
"Sudahlah. Kita datang ke tempat ini untuk besenang-senang. Jenn,ada yang ingin aku bicarakan denganmu," Zoe mengalihkan perhatian Jennifer. Zoe tetap tinggal disana sementara anak berambut ikal itu pergi dan bermain bersama anak-anak yang lain.
"Ada apa,Ruby?" tanya Jennifer.
"Aku ingin mengadopsi Zoe," Ruby secara to the point mengutarakan apa yang ingin ia bicarakan.
__ADS_1
"Dia anak yang berbahaya," Jennifer menanggapi.