
Beberapa hari sudah berlalu begitu saja tanpa ada suatu peristiwa yang berarti terjadi dalam hidup Ruby. Hubungannya dengan Felix berangsur-angsur membaik meskipun Ruby masih sedikit ragu untuk melanjutkan hubungan mereka.
"Sayang,selamat ulang tahun!" Felix memeluk Ruby di kasurnya.
"Ah,terimakasih sayangku," jawab Ruby sambil membalas pelukan Felix dengan erat.
Di satu sisi Ruby masih merasa kecewa dengan sikap Felix beberapa waktu yang menyembunyikan sesuatu dibelakangnya,namun di sisi lain Ruby sangat mencintai Felix.
"Kau ingin apa? Apapun yang kau inginkan hari ini akan aku kabulkan," ujar Felix.
"Semuanya?" mata Ruby berseri-seri.
"Iya sayang,semuanya," jawab Felix.
"Aku tidak mau kau meninggalkanku dan membohongiku seperti kemarin," Ruby mengatakan apa yang ia inginkan.
"Sayang,kapan aku pernah meninggalkanmu?" Felix bertanya pada Ruby.
"Beberapa waktu lalu kau berbohong. Kau bukan pria seperti itu jadi aku menganggapmu pergi sebentar kemarin karena Felix yang bersamaku saat itu bukan kekasihku yang aku kenal," Ruby menjelaskan.
"Ya Tuhan,sayang. Maafkan aku ya,aku akan segera berbicara dengan keluargaku," ujar Felix.
"Akan lebih baik jika cepat kita selesaikan," usul Ruby.
"Apa maksudmu?" Felix tak paham.
"Tanyakan apakah keluargamu merestui hubungan ini? Aku juga akan bertanya pada keluargaku," jawab Ruby.
"Apapun yang terjadi kita akan tetap bersama. Aku tidak mau tau," respon Felix.
"Tapi.."
"Aku tidak ingin mendengar ocehanmu. Diamlah," Felix memotong pembicaraan.
"Baiklah,terserah kau saja," Ruby bangkit dari tempat tidurnya setelah mendengar suara ketukan pintu.
"Kak,ini Amy," kata seseorang dari luar kamar Ruby.
"Masuklah Amy," Ruby kembali berbaring di kasurnya bersama Felix.
"Apa tidak ada Andy?" tanya Amy.
"Ah iya,kau belum tau ya Andy disini. Akan aku panggilkan," Ruby bergegas pergi ke rumah Ellen untuk mengajak Andy dan Kylie bermain bersama Amy.
__ADS_1
***
Felix mondar-mandir di ruang tamu rumah Ruby,entah apa yang dia pikirkan tidak ada yang tau.
"Ada apa?" tanya Ruby.
"Menunggu papa mengangkat telepon," jawab Felix.
"Tidak biasanya," komentar Ruby.
"Aku ingin memperkenalkan mu sayang," kata Felix.
"Eh,tapi kita harus menyelesaikan masalah sekte lain dulu sebelum menyelesaikan masalah pribadi kita," Ruby merasa kurang setuju.
"Hm,baiklah kalau itu maumu sayang," Felix tidak memaksakan keinginannya.
Amy dan Andy menonton TV di kamar Ruby sedangkan Kylie berbincang-bincang dengan Anton di teras. Ya,Anton datang ke rumah Ruby untuk membicarakan penerbitan artikel berikutnya. Sejauh ini respon yang cukup baik mereka dapatkan setelah dua artikel klarifikasi diterbitkan.
"Anton,aku tidak tau harus berterimakasih dengan cara apa," ujar Ruby.
"Tidak perlu seperti itu. Aku juga mendapatkan keuntungan dengan diterbitkannya artikel-artikel ini. Dan sedikit balas dendam pada mantan boss ku tentunya," jawab Anton sambil tersenyum.
"Tapi bukankah katamu kalian sudah bekerja sama dan akan saling menguntungkan jika bekerja sama membuka kejahatan sekte ini?" Ruby merasa penasaran.
"Tapi kenapa?" Ruby tidak marah namun lebih merasa penasaran.
"Sayang,dia tidak mau kau terlalu memikirkannya," Felix yang menjawab pertanyaan Ruby.
"Baiklah kita langsung saja ke point yang akan kita bicarakan hari ini. Artikel ketiga akan segera aku publikasikan. Kita mulai membuka fakta mengenai sekte itu karena respon pembaca artikel kita mulai percaya bahwa Ruby pihak yang benar. Walaupun belum semua setidaknya orang-orang yang mengatakan Ruby berbohong mulai goyah pendiriannya dan mulai ragu bahwa Ruby pihak yang salah," terang Anton.
"Lalu artikel ketiga ini tentang apa?" kali ini Felix yang lebih aktif terlibat karena Ruby sedikit tidak mood tapi ia terlihat berusaha bersikap baik-baik saja di depan Anton dan Felix.
"Artikel ketiga ini tentang tempat ritual yang kita kunjungi kemarin. Sebaiknya kita tidak langsung menunjukkan tempat rahasia yang kalian temukan di lorong,hanya memperlihatkan mengenai altar dan patung-patung aneh yang ada disana. Sekarang waktunya kita menggiring opini publik," ujar Anton.
"Lalu bagaimana dengan pekerjaanmu? Bukankah kau berpura-pura bekerja sama dengan sekte itu?" Ruby mersa khawatir karena melibatkan banyak orang.
"Tenang saja aku akan melaksanakan tugasku untuk memenuhi keinginan mereka namun aku telah menyiapkan kejutan.Kalian juga akan terkejut nanti," ujar Anton.
"Kejutan untuk hadiah ulang tahunmu," tambah Felix.
Hari ini bukanlah hari ulang tahun Ruby namun Felix ingin menjadi yang pertama mengucapkan selamat kepada kekasihnya itu.
"Bahkan kau sudah mengucapkan selamat ulang tahun padaku," kata Ruby sambil tertawa.
__ADS_1
"Apa kau masih berkomunikasi dengannya?" tanya Felix.
"Siapa?" Ruby pura-pura tidak paham.
"Mantan mu itu," jawab Felix tanpa rasa ragu.
"Hanya jika ada tugas kampus," Ruby menjawab dengan santai.
"Baiklah,untuk urusan rumah tangga kalian ini aku tidak akan ikut campur jadi lebih baik aku pulang," ujar Anton yang permisi untuk pergi dari rumah Ruby.
Setelah Anton pergi pembicaraan Ruby dan Felix menjadi lebih serius.
"Aku ingin tau cerita yang sebenarnya," Ruby mulai memancing Felix.
"Tentang apa? Aku tidak menyembunyikan apa-apa darimu," sahut Felix.
"Bagaimana kau kenal dengan wanita itu?"
Felix mulai bercerita..
Setelah mereka berhasil pergi dari motel itu dengan sangat mudah,Felix dan Key saling bercerita satu sama lain ketika Ruby sudah tertidur. Key yang saat itu sedang bersama orang tua nya seperti biasa mengadu bahwa Felix sudah memiliki kekasih.
Orang tua Felix mengambil alih pembicaraan dan mereka berbicara serius mengenai kekasih Felix yang tidak lain adalah Ruby.
Dari mana Ruby berasal,dimana ia berkuliah,apa pekerjaannya,bagaimana ciri-cirinya adalah pertanyaan-pertanyaan yang dengan mudah Felix jawab hingga akhirnya sebuah pertanyaan yang sangat tidak ingin Felix dengar terucap dari bibir ibu Felix.
Apakah dia seiman dengan mu?
Pertanyaan itu sangat membuat Felix kesal karena ia tau keluarganya tidak akan merestui jika ada perbedaan keyakinan antara Felix dan pasangannya. Ruby sudah berpesan pada saat awal Felix dan Ruby menjalin hubungan bahwa apapun yang orang tua mereka tanyakan nanti,harus mereka jawab dengan jujur. Dan atas dasar itu Felix mengungkapkan sejujurnya bahwa Ruby merupakan seorang Hindu.
Seperti dugaan Felix,keluarganya tidak merestui. Secerdas apapun Ruby,sekaya dan secantik apapun dia jika berbeda keyakinan tidak akan diberi restu oleh keluarga,begitu ancam ibu Felix.
Felix hanya terdiam menahan tangisnya,ia tidak ingin kehilangan wanita yang ia cintai lagi karena perbedaan keyakinan.
Terjadi sedikit perdebatan namun Felix tetap kalah karena ancaman-ancaman dari ibunya sendiri.
Dan satu hal yang semakin membuat Felix tidak bisa mengontrol dirinya ialah sebuah perjodohan keluarga.
"Ibu sudah mencari seorang wanita. Dia cantik dan cerdas pasti sangat cocok denganmu," Felix sangat mengingat perkataan ibunya itu.
Seketika ia langsung mematikan ponselnya dan mengabaikan panggilan masuk dari ibunya.
Semua itu tidak berhenti,keesokan harinya ayah Felix yang harus Felix hadapi. Bahkan ayahnya mendukung perjodohan itu.
__ADS_1
Karena ayah Felix mengatakan sesuatu yang membuat Felix tidak bisa membantah,ia terpaksa merespon setiap pesan yang gadis itu kirimkan. Bahkan lama-kelamaan Felix mulai merasa asik sendiri dengan ditemani gadis itu tentunya diam-diam di belakang Ruby. Sesekali Felix merasa bersalah namun karena terpaksa ditambah gadis itu berhasil membuatnya nyaman maka ia terus berkomunikasi dengannya diam-diam di belakang Ruby.