
Tenda sudah selesai didirikan. Kylie dan Ruby memasak mie instan untuk makan siang mereka sementara Anton,Reno,Thomas dan Felix sibuk merencanakan sesuatu yang tidak Ruby ketahui. Bella dan Cassie menemani Andy dan Amy tidur siang di dalam tenda yang nyaman.
"Makan siang sudah siap. Makanlah dulu," kata Ruby.
Semuanya berkumpul dan menyantap mie instan yang sudah Ruby masak.
"Hari ini kita berkemah seperti biasa dulu jadi bersenang-senang lah," ujar Anton.
"Tentu," jawab Bella.
Amy dan Andy masih tertidur di tenda dan melewatkan makan siangnya. Selesai makan,masing-masing dari mereka sibuk sendiri. Cassie dan Bella seperti biasa,membuat video. Sementara Kylie menemani anak-anak yang masih tidur lelap itu. Reno hanya diam dan memainkan ponselnya di luar tenda sementara Thomas sibuk menulis sesuatu. Diam-diam Ruby,Felix dan Anton pergi meninggalkan tempat perkemahan itu dan berjalan menuju motel yang jaraknya sekitar dua kilometer dari tempat mereka berkemah.
"Apakah kalian sudah siap untuk kembali ke tempat itu lagi?" Anton meyakinkan Ruby dan Felix.
"Tentu saja. Sampai masalah ini selesai aku tidak akan bisa tidur nyenyak," jawab Ruby.
Mereka bertiga pergi dengan berjalan kaki melewati jalan beraspal kecil di pinggiran hutan.
"Kita harus masuk ke tempat sekte itu dulu untuk melihat rencana apa yang akan mereka lakukan," ujar Anton.
"Baiklah," jawab Felix.
Mereka hanya membutuhkan waktu sebanyak 20 menit untuk sampai di motel itu. Suasana terlihat ramai seperti biasa,ada banyak pengunjung motel.
"Mereka kembali membuka motel ini seperti biasa ya," gumam Felix.
"Kita perlu mencari tau apakah mereka memang pengunjung atau anggota sekte itu yang menginap," sahut Ruby.
"Benar juga. Apa kau tidak mengenali wajah mereka?" tanya Anton.
"Karena menggunakan penutup wajah jadi aku tidak terlalu mengingat wajah mereka," jawab Ruby.
Dengan hati-hati,Anton masuk kedalam motel dan berpura-pura menjadi pengunjung sementara Ruby dan Felix menuju tempat ritual itu dilakukan.
Entah apa yang akan Anton lakukan,Ruby dan Felix juga tidak tau tapi mereka percaya dengan Anton. Sambil berjalan,Felix mengabari Thomas bahwa mereka telah selamat sampai di motel dan mengatakan bahwa dirinya dan Ruby sedang dalam perjalanan menuju lorong itu.
***
__ADS_1
"Hati-hati," bisik Ruby.
Mereka berdua berhasil menyelinap masuk kedalam tempat ritual. Sudah tidak ada lagi altar dengan hiasan lilin di pinggirnya. Patung-patung juga sudah tidak ada,hanya ada rerumputan kering di area itu.
"Kalau memang saat gerhana mereka tidak melakukan ritual kenapa dulu mereka menyiapkan altar itu?" Felix bertanya-tanya.
"Pantas saja mereka tidak benar-benar menangkap kita," tambah Felix.
"Masalah itu kita tanyakan saja pada bi Ellen nanti," jawab Ruby.
Mereka berdua mengamati keadaan di sekitar dan memang tidak ada orang di sana. Pintu gerbang yang harus mereka lewati tadi terkunci sehingga mereka masuk dengan memanjat gerbang. Selain itu,rerumputan kering yang ada di sana seperti sengaja diletakkan sedemikian rupa.
"Apa sekarang mereka berusaha menutupi tempat ini?" tanya Ruby.
"Bisa saja," jawab Felix.
Felix dan Ruby berjalan kearah tembok tempat mereka melarikan diri bersama Andy dulu. Ruby naik lebih dulu disusul oleh Felix.
"Aku sedikit lupa jalan menuju sumur itu," ujar Ruby.
Mereka berdua berjalan sambil sesekali menyibakkan semak-semak yang menghalangi jalan mereka. Kaki Ruby dan Felix lecet karena terkena rerumputan tajam namun hal itu tidak menyurutkan langkah mereka.
"Itu. Bertahanlah," Felix mempercepat langkahnya sambil menarik tangan Ruby.
Ruby membuka triplek yang menutupi sumur itu. Bagian dalam sumur masih terlihat sama seperti saat pertama kali Ruby masuk kedalam sana.
"Aku masuk duluan," kata Felix.
Ia ingin memastikan bahwa situasi di dalam sana akan baik-baik saja.
Selanjutnya,Ruby masuk secara perlahan. Kini mereka telah mempersiapkan diri dengan senter bahkan membawa obat dan makanan.
Mereka berjalan tanpa berkata-kata hingga akhirnya mereka menemukan jalan bercabang.
Felix menggenggam tangan Ruby,mereka berdua memilih jalan yang bukan merupakan jalan menuju sumur belakang rumah Anne.
Tidak seperti jalan keluar,lorong yang mereka lewati lebih sempit dan gelap. Terasa sedikit pengap di sana.
__ADS_1
"Kau baik-baik saja?" bisik Felix.
Ruby tidak menjawab dan memberi isyarat agar Felix tetap diam.
Tidak lama mereka berjalan menyusuri lorong itu,mereka bertemu dengan ujung lorong. Sebuah tempat yang cukup luas,di sisi kanan dan kiri terdapat obor serta ada sebuah altar.
Dan hal yang paling mengejutkan adalah,dua buah tiang bambu yang berlumuran darah berdiri di samping sebuah altar. Namun di sana tidak ada satu pun orang.
Felix memotret tempat itu,begitu juga Ruby. Mereka tidak melewatkan apapun.
Ruby mendekati tiang bambu itu,dan memang benar cairan merah yang melumuri tiang bambu adalah darah. Namun ia tidak bisa memastikan bahwa darah itu adalah darah manusia atau bukan. Di bawah,selain darah yang berceceran Ruby juga menemukan rambut yang cukup panjang. Cukup banyak helai rambut yang berserakan di sana.
"Aku rasa ini rambut wanita," Ruby menunjuk rambut-rambut itu agar Felix juga melihatnya.
Selain altar,obor dan tiang bambu hanya ada beberapa batu-batu besar dan sebuah rak kayu kosong di sana.
"Darah itu sepertinya masih baru," ujar Felix.
Mereka merasa yakin bisa menemukan sesuatu yang lain di tempat itu. Ruby dan Felix sibuk mencari-cari sesuatu yang mereka rasa tersembunyi di tempat itu.
"Lihat ada peti," kata Felix sambil merekam dengan ponselnya.
"Aku buka ya?" tanya Ruby.
Felix mengizinkan dan akhirnya Ruby dengan ragu tapi penasaran membuka peti itu. Isinya seekor bangkai anjing dengan bagian perut yang sudah keluar. Felix memfoto hal itu dan memberi tahu Anton.
"Kembali lah," kata Anton.
Walaupun Ruby belum puas mencari namun mereka harus segera kembali.
***
Tidak ada bahaya yang mengancam sepanjang perjalanan Ruby dan Felix menuju tempat itu hingga kembali ke tempat perkemahan. Anton datang belakangan setelah ia menyelesaikan urusannya.
"Apa kata Anton?" tanya Thomas.
"Ia hanya mengatakan bahwa hal ini akan menjadi berita ekslusif," jawab Ruby.
__ADS_1