Journeys End

Journeys End
The Truth


__ADS_3

"Kau lihat wanita berambut pendek itu? Dia adalah ibu Zoe," bisik Thomas.


"Darimana kau tau?" Ruby tak percaya.


"Dari awal aku sudah curiga. Bagaimana anak sekecil itu bisa berbicara tentang hal-hal yang sedang kita cari tau di tempat ini. Seakan-akan sudah ada yang mengarahkan," jawabnya.


"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Ruby tak tau harus apa setelah mendengar kebenaran yang baru saja diberitahukan oleh Thomas.


"Kita hanya perlu diam dan menunggu. Tunggu kejutan dari teman-teman," Thomas menjawab pertanyaan Ruby.


"Kau juga sudah tau?" kini giliran Felix yang mendapatkan pertanyaan dari Ruby.


"Aku baru tau hari ini," jawab Felix.


"Lalu saat kau bersikap aneh di tempat penyewaan motor?" Ruby masih penasaran.


"Aku baru teringat dengan apa yang Thomas katakan. Tadi malam kami berjanji kesini tapi kau tidak boleh ikut," ujar Felix.


"Memangnya kenapa kalau dari awal aku ikut?" Ruby merasa teman-teman menyembunyikan sesuatu darinya.


"Kami hanya ingin memastikan keadaan aman saat kau datang kemari. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu," Felix memberikan jawaban.


"Alasan klise," respon Ruby.

__ADS_1


"Hahahahaha," terdengar suara tawa yang cukup kencang dari kejauhan. Dari tempat Ruby berdiri,terlihat seorang wanita dan dua orang pria yang tengah berdiri di depan sebuah pohon besar. Entah apa yang mereka lakukan disana karena dari yang Ruby lihat mereka bertiga hanya berdiri.


"Sebenarnya apa yang harus kita awasi?" bisik Ruby. Ia tidak paham apa yang harus mereka cari dengan memantau tiga orang itu.


"Tunggu teman-teman saja," jawab Felix.


Tidak lama,terlihat dua orang memakai hoodie dan masker. Karena masih dalam suasana pandemi,mau tidak mau meskipun di tempat sepi mereka juga menggunakan masker agar terhindar dari virus berbahaya.


Ruby tidak tau siapa dua orang itu,apakah pria atau wanita,ia juga tidak tau karena hoodie yang mereka kenakan menutupi kepalanya.


"Nah ini yang kita tunggu," ujar Thomas.


"Dengarkan saja," Felix memasangkan alat yang entah apa ke telinga Ruby.


"Permisi,boleh kami minta tolong?" tanya seseorang yang terdengar seperti suara wanita namun Ruby tidak mengenali suara siapa yang baru saja ia dengar.


"Kami kemari untuk bercamping. Saat menyusuri sungai di dekat kami membangun tenda,ternyata kami berjalan terlalu jauh dan. tersesat. Kami tidak berhasil menemukan sungai yang baru saja kami susuri tadi. Apa kau bisa membantu kami menunjukan jalan?" tanya wanita itu yang Felix dan Thomas bilang sebagai temannya.


"Tentu saja. Aku sangat hafal tempat ini. Biar aku tunjukan," wanita berambut pendek bersedia untuk membantu.


"Ehem," pria yang sejak tadi diam berdiri di samping wanita berambut pendek berdehem. Suasana yang awalnya tampak biasa saja mendadak berubah tegang karena wanita berambut pendek yang berniat mengantar dua anak itu seolah-oleh diberi kode untuk berhenti.


"Aku sarankan jangan berkemah di sekitar tempat ini karena rute nya sangat sulit bagi yang belum terbiasa ke tempat ini. Atau ajaklah seseorang yang memang sudah menguasai jalan di area ini karena sudah sangat banyak remaja tersesat disini. Syukurnya tidak ada hewan buas di hutan ini," pria itu kini berbicara panjang lebar.

__ADS_1


Raut wajah wanita berambut pendek yang awalnya sedikit tegang kini sudah berubah menjadi lebih santai.


"Terimakasih Pak atas sarannya. Lain kali kami akan lebih berhati-hati agar tidak kembali tersasar," anak dengan hoodie cokelat menjawab.


Setelah memberi kode pada wanita,ia berjalan mengantar remaja itu pergi.


"Apa? Aku tidak bisa menyimpulkan apa-apa," ujar Ruby setelah melihat wanita itu pergi.


"Setelah mereka sampai baru kau bisa menyimpulkan. Tunggu sebentar lagi,ini semua belum berakhir," kata Thomas.


"Ada apa lagi?" Ruby sedikit cemas karena takut Thomas membuat rencana yang gila.


"Masih akan ada yang datang," jawab Felix.


"Apa masih lama?" Ruby sejujurnya sudah ingin pulang karena tidak tahan dengan semut uang menggerayangi kakinya.


"Tunggu saja," Thomas juga tidak dapat memastikan.


"Jawablah pertanyaanku darimana kalian tau wanita itu ibu Zoe. Menurutku tidak mirip," Ruby memulai pembicaraan agar ia tidak bosan dan mengantuk.


"Bibi Ellen yang memberitahu. Kau tau,tempat sewa motor itu adalah kaki tangan bi Ellen. Lagi pula siapa juga yang mau menyewa motor di tempat seperti ini," terang Felix.


" Lalu kenapa awalnya kita diminta menyelamatkan Zoe?" Ruby tidak mengerti dengan permasalahan yang semakin melebar kemana-mana.

__ADS_1


"Zoe itu anak dari pemimpin sekte. Ibu Zoe adalah istri lain dari pemimpin sekte yang sudah berhasil dihamili," jawab Thomas.


Kebenaran itu tentu saja membuat Ruby shock. Terlebih lagi Ruby sudah menganggap Zoe seperti adik kandungnya sendiri.


__ADS_2