Journeys End

Journeys End
ZOE


__ADS_3

Ruby masuk kedalam panti asuhan bersama dengan anak-anak,sementara Jennifer pergi entah kemana. Sementara anak-anak menyantap sarapan mereka,Ruby menghubungi Felix namun panggilan teleponnya tidak dijawab. Terpaksa ia menghubungi Thomas.


"Oh,halo Ruby. Felix sedang tidur,baru saja aku mau mengangkat panggilan teleponmu di ponselnya," ujar Thomas setelah mengangkat panggilan telepon Ruby.


"Baiklah,tolong jaga dia dengan baik," Ruby kemudian memutus panggilan teleponnya.


Tidak ada yang aneh pada hari itu,Ruby hanya sedikit khawatir karena Felix sedikit tidak sehat.


"Kak,sini," panggil Zoe.


Ruby mendekati Zoe yang tengah duduk diatas karpet merah berbulu sambil memegang boneka kesayangannya.


"Kakak ingat aku ingin berbagi rahasia? Aku akan memberitahu kakak sekarang,"ujar Zoe.


"Hey Zoe,pelankan suaramu," seorang anak yang duduk di sofa sambil memakan cemilan memperingatkan Zoe.


"Kakak ayo ikut aku," Zoe bangkit dan mengulurkan tangannya pada Ruby. Ruby kemudian mengikutinya berjalan ke sebuah ruangan.


Sebuah ruangan yang dipenuhi oleh dokumen-dokumen yang tersusun rapi di rak-rak besar yang ada di ruangan itu. Zoe berjalan mendekati meja kerja dan membuka laci. Sebuah dokumen yang tidak Ruby ketahui.


"Ayo kak kita keluar," Zoe terburu-buru mengajak Ruby keluar dari ruangan. Ia kemudian masuk ke ruangan lain,yaitu kamar tempat anak-anak tidur.


"Kakak harus menyimpan ini baik-baik," ujar Zoe sambil memberikan dokumen yang ia ambil tadi. Zoe bergegas pergi keluar dan Ruby segera memasukkan dokumen itu kedalam tas yang sejak tadi masih menggantung di lengannya.


Ruby keluar kamar dan berbarengan dengan kemunculan Jennifer dari pintu masuk.


"Tadi kau pergi kemana?" tanya Ruby.


"Ada seseorang yang harus aku temui," jawab Jennifer.


**

__ADS_1


Hari sudah petang,Ruby sudah selesai mandi. Kini ia makan malam bersama Thomas dan Felix. Keadaan Felix terlihat jauh lebih baik.


"Terimakasih sudah menjaganya," Ruby berterimakasih pada Thomas.


"Tentu saja. Dia juga tidak terlalu merepotkan," jawab Thomas.


"Aku bisa mengurus diriku sendiri," celetuk Felix.


"Habiskan makananmu,aku sudah membeli obat tadi saat perjalanan pulang dari panti asuhan," Ruby merespon perkataan Felix.


"Sampai kapan kita harus gelap-gelapan seperti ini? Aku sudah tidak tahan lagi,sungguh," keluh Thomas.


"Sepertinya semua ini akan segera berakhir," celetuk Ruby sambil tersenyum.


"Apa maksudmu? Ada sesuatu yang tidak kami ketahui?" Thomas penasaran.


"Setelah makan aku akan memberi tahu kalian apa yang aku dapatkan," Ruby masih berusaha menghabiskan makanannya.


Felix dan Thomas membaca dokumen yang Ruby bawa dari panti asuhan tadi sore. Tentu saja Zoe sangat berjasa dalam misi mereka kali ini. Namun ada satu hal yang berkecamuk di pikiran Ruby,siapa sebenarnya Zoe?


"Aku juga," Felix merespon.


"Kalian payah sekali," Ruby mengambil dokumen itu dari tangan Thomas.


"Kau ingat di hotel ada seseorang yang menyerahkan seorang anak? Dan itu menjadi tujuan kita kemari," Ruby memulai penjelasan.


"Nah,kalian lihat anak-anak yang ada di dokumen ini?" Ruby menunjuk biodata anak-anak yang pernah ada di panti asuhan itu.


"Kami sudah melihatnya," jawab Thomas.


"Nah,anak-anak ini sudah tidak ada di panti asuhan. Aku juga tidak tau kenapa,besok aku akan mencari tau. Tapi,disini ada biodata Zoe yang jelas-jelas masih tinggal di panti asuhan itu," lanjut Ruby.

__ADS_1


"Lalu apanya yang aneh? Itu semua normal-normal saja bagiku," sahut Thomas.


"Menurutku,dokumen ini memuat data-data dari anak-anak yang sudah tidak tinggal di panti asuhan itu,tapi data Zoe ada dalam dokumen ini dan ia masih tinggal disana," Ruby menjelaskan apa yang bisa ia simpulkan setelah membaca dokumen itu.


"Hmm.. Oke aku paham sekarang. Seorang anak yang masih ada disana datanya dimasukkan kedalam dokumen yang memuat data-data dari anak-anak yang sudah pergi meninggalkan panti asuhan itu," Felix berkata sambil menganggung-anggukkan kepalanya.


"Tapi bisa saja data itu tercecer dan tidak sengaja dimasukkan kedalam dokumen anak-anak yang sudah pergi meninggalkan panti asuhan," pendapat Thomas.


"Jika memang benar seperti apa yang kau katakan,mengapa Zoe mengatakan hal ini adalah sebuah rahasia? Dia juga nekad mencuri data ini dari kantor Jennifer dan mengatakan ada yang harus aku ketahui jadi ia memberikan dokumen ini padaku. Jika kita mengesampingkan keberadaan Zoe dalam dokumen ini,kita anggap data Zoe tidak ada. Dokumen ini hanya terlihat seperti dokumen yang tidak terlalu penting untuk kita ketahui," Ruby menjelaskan dengan panjang lebar.


"Okey,semua itu masuk akal," Thomas mulai berubah pikiran.


"Dan masih ada satu hal lagi," Ruby sengaja membuat teman-temannya merasa penasaran.


"Ada apa lagi?" seperti biasa Felix selalu merasa penasaran.


"Dokumen ini sepertinya sudah disusun sedemikian rupa," ujar Ruby.


"Apanya yang disusun? Dokumen itu terlihat biasa saja," Thomas kembali berusaha mematahkan pernyataan Ruby.


"Lihat biodata anak sebelum Zoe ini? Kau yakin tidak mengenalinya,Thomas?" tanya Ruby.


"Memangnya siapa dia? Dia bukan saudaraku," jawab Thomas.


"Jangan bilang anak itu adalah anak yang ada di hotel," Felix curiga.


"Kekasihku memang cerdas," puji Ruby.


"Ah,sedikit mirip tapi aku tidak terlalu melihat wajahnya saat itu," Thomas teringat akan kejadian di hotel.


"Aku rasa setelah anak ini,Zoe adalah target berikutnya," Ruby menduga-duga.

__ADS_1


"Jadi maksudmu semua anak-anak ini ada hubungannya dengan kejadian di hotel? Mereka dibawa pergi oleh anggota sekte itu? Sial,bagaimana bisa aku tidak memikirkan hal itu," Thomas menggetok-getok kepalanya.


"Jadi yang menjadi prioritas utama kita saat ini adalah menyelamatkan Zoe. Kita juga harus mencari tau bagaimana bisa Zoe mengetahui tentang hal ini," Ruby sudah sangat siap mengakhiri permainan antara dirinya dan sekte itu.


__ADS_2