
Thomas dan Ruby beserta Tim di pangkuan Ruby duduk di kursi kayu. Di meja sudah ada ubi panggang dan air untuk mereka.
"Apa yang kalian lakukan disini?" tanya wanita itu.
Wanita yang berumur sekita empat puluh tahun menemukan mereka di pinggir hutan saat subuh. Wanita itu mengajak mereka beristirahat di gubuknya.
"Kami mencari jalan pulang," jawab Thomas.
"Untuk keluar dari sini kalian tinggal lurus saja dari tempat aku menemukan kalian tadi," ujar wanita itu.
"Kau telah membantu kami. Akan lebih baik jika kami memperkenalkan diri lebih dulu," kata Ruby dengan ramah.
"Thomas,Ruby,Tim," wanita itu menunjuk mereka satu per satu.
Mereka terkejut dan heran mengapa wanita itu bisa mengetahui nama mereka.
"Aku Miranda," wanita itu berjabat tangan dengan mereka.
"Ibu,mana ubi ku?" terdengar suara anak kecil dari sebuah ruangan.
"Kemarilah," seru Miranda.
Seorang anak laki-laki sebaya dengan Tim dengan malu-malu muncul di hadapan mereka.
"Halo," kata anak itu.
Tim tampak senang karena ia kini memiliki teman bermain.
"Perkenalkan,ini anakku. Namanya Andy," kata Miranda.
Tim dan Andy berjabat tangan dengan malu-malu.
Disana mereka memakan ubi bersama-sama. Saling bercerita satu sama lain namun Thomas dan Ruby tidak mengatakan bahwa mereka diculik,melainkan beralasan bahwa mereka tersesat ketika sedang berjalan-jalan. Tim yang mulai mengantuk lagi tidak mendengarkan apa obrolan kakaknya dan tidur di pelukan Ruby.
"Kalian tidurlah disini.Tim biarkan tidur dengan Andy di kamarnya," kata Miranda.
Thomas dan Ruby mengantar Tim ke kamar Andy. Disana Andy sudah mempersiapkan tempat kosong di sebelahnya agar Tim bisa tidur.
Kasurnya tampak bagus bahkan dengan bedcover merk mahal. Mirip dengan apa yang ada di gubuk tempat Ruby tinggal sebelum mereka kabur. Hanya bagian luar tempat itu yang terlihat tua dan tidak kokoh namun bagian dalamnya berisi barang yang cukup mewah untuk sebuah gubuk.
Tim tertidur lelap bersama Andy. Miranda masuk ke kamarnya dan Thomas beserta Kylie masuk ke sebuah kamar yang sudah ditunjukkan oleh Miranda tadi.
"Tidur sayang," kata Ruby.
Thomas memeluk Ruby yang sudah sangat mengantuk. Kemudian mereka tertidur pulas sekitar satu jam dan terbangun karena udara yang sangat dingin.
"Dingin sekali," kata Ruby.
Thomas mencium bibir Ruby dan mengusap-usap punggungnya.
__ADS_1
"Sayang," bisik Ruby.
"Tidak apa," jawab Thomas pelan.
Mereka baru tertidur ketiga matahari hampir terbit dari ufuk timur.
"Knock knock," kata Tim di depan pintu kamar mereka namun Thomas dan Ruby belum bangun walaupun matahari sudah tinggi.
Tim pergi dan bermain bersama Andy di depan gubuk.
Tidak lama kemudian Ruby bangun dan memakai jaketnya. Ia membangunkan Thomas yang masih tertidur lelap kemudian keluar kamar disusul Thomas.
Hal pertama yang Ruby lakukan ialah mengecek keberadaan Tim. Ia melihat Tim dan Andy asik bermain hingga tiba-tiba Miranda menyuruh anak-anak itu masuk.
"Cepat masuk!" dengan nada sedikit membentak namun dengan wajah panik Miranda menyuruh mereka masuk.
Anak-anak itu hanya menurut. Andy berkata pada Tim untuk menurut saja.
"Ada apa?" tanya Ruby.
"Feeling ku tidak terlalu baik hari ini. Kalian menginap saja sampai benar-benar aman," kata Miranda sambil berjalan menuju dapur.
Dalam hati Ruby bertanya-tanya,darimana Miranda tau bahwa ada bahaya yang mengincar mereka. Apakah ia mengetahui kejadian yang sebenarnya kalau Thomas,Tim dan Ruby diculik.
Banyak hal-hal lain yang berkecamuk di pikiran Ruby. Andy dan Tim masuk ke kamar dan bermain di kamar.
"Makanlah. Aku memasak ini," Miranda menghidangkan ikan goreng dengan sambal dan ketela.
"Jangan sungkan. Anggap aku ibumu," Miranda membawa dua buah piring ke kamar anak-anak itu agar mereka bisa makan sambil bermain.
Miranda kembali ke meja. Disana mereka banyak mengobrol.
"Apa yang kalian lakukan subuh tadi?" tanya Miranda tiba-tiba sambil menahan tawa.
Thomas dan Ruby yang mendengar itu sangat terkejut dan tersipu malu.
"Kalian tidak menutup pintunya dengan baik. Tadi aku yang menutup pintu ketika kalian tidur," jelas Miranda.
"Oh,terimakasih. Maaf mengganggumu," kata Ruby pelan karena sangat malu.
"Tidak apa. Hal wajar. Habiskan makanan kalian," kata Miranda.
Mereka makan dengan lahap. Ruby membantu Miranda mencuci piring sedangkan Thomas menjaga anak-anak itu.
"Aku ingin berbicara serius denganmu dan kekasihmu nanti," kata Miranda setelah menyelesaikan pekerjaan dapur.
"Baik," jawab Ruby singkat.
Ruby kemudian pergi ke tempat Thomas berada dan mengatakan bahwa Miranda ingin bicara.
__ADS_1
Mereka berdua lantas pergi ke kamar Miranda.
"Duduklah," Miranda mempersilahkan mereka duduk di kasurnya.
"Apa yang ingin kau bicarakan dengan kami?" Thomas sudah merasa sangat penasaran.
"Aku tau kalian diculik," kata Miranda.
Thomas dan Ruby sangat terkejut.
"Maaf kami berbohong. Tapi bagaimana kau bisa tau?" tanya Ruby.
"Aku dan putraku juga mengalami hal yang sama," terang Miranda.
"Aku tidak paham. Kenapa mereka memberi fasilitas yang baik untuk kita? Ponsel,makanan enak?" Ruby mencari tau jawaban dari pertanyaan yang mengganggunya selama ini.
"Dengan membawa ponsel bahkan diberikan power bank akan lebih mudah mereka melacak keberadaan kita. Dan maaf,ponsel kalian aku matikan tadi pagi karena sepertinya mereka sudah tau keberadaan kalian," Miranda menjelaskan.
"Kenapa mereka tidak mengikat kami? Dan Kylie." Ruby tampak sedih.
"Maafkan putriku,Ruby," kata Miranda.
"Putri? Dia putrimu? tanya Thomas dengan sedikit nada tinggi.
"Sebenarnya aku hidup dengan berkecukupan. Aku bekerja di sebuah bank ternama.." Miranda mulai bercerita.
Ia merupakan seorang pegawai bank dengan gaji yang lumayan besar. Memiliki dua anak yaitu Kylie dan Andy,ia dan suaminya membesarkan mereka dengan baik. Anak-anak itu ternyata cukup berprestasi. Ketika suami Miranda meninggal membuat Miranda sangat terpukul dan mengabaikan Kylie yang mulai banyak tingkah. Dan akhirnya Kylie bekerja dengan orang-orang yang menculik Ruby dan Thomas. Ruby bertugas mencari mangsa untuk diculik dan setelah itu orang lain yang akan melaksanakan tugasnya. Kylie berada disana karena sesekali ia mengunjungi Miranda dan Andy untuk mengatakan tetap tinggal disana karena jika Kylie gagal mendapatkan mangsa maka keluarganya yang menjadi taruhan. Kylie melakukan itu karena ia kehabisan uang saat kabur dari rumah. Saat itu hujan deras,pertengkaran antara Miranda dan Kylie terjadi karena Kylie kurang ajar kepada Miranda. Saat kehabisan uang ia bertemu seseorang dan merekrutnya untuk bekerja sama.
Itulah jawaban dari pertanyaan Ruby. Mengapa Miranda,Thomas dan Ruby diberi fasilitas yang baik padahal mereka diculik tidak lain karena Kylie merasa bersalah. Karena tidak ada lagi orang yang bisa ia jadikan korban maka dengan terpaksa Ruby menjadi sasaran Kylie karena Kylie tidak mau ibu dan adiknya disakiti.
"Jadi dia ingin berhenti?" tanya Thomas.
"Benar. Namun ia terus mendapat ancaman," jawab Miranda.
Dan ponsel kalian,silahkan hidupkan. Kata Miranda.
"Kenapa? Bukankah bahaya?" Ruby merasa heran.
"Sudah aman. Kylie menghubungiku tadi," kata Miranda.
"Tapi untuk apa mereka menculik orang?" Thomas mulai bertanya-tanya lagi.
"Sebenarnya orang yang menyuruh Kylie dan rekan-rekannya sedikit mengalami kelainan mental. Ia senang melihat orang ketakutan namun tidak akan menyakiti korbannya. Hanya menatap korbannya yang menangis ketakutan sambil tertawa jahat. Setidaknya itu yang dikatakan Kylie padaku. Tapi terkadang jika korbannya adalah seorang wanita,ia akan menelanjanginya namun tidak sampai menyentuhnya," tambah Miranda.
Thomas dengan spontan langsung memeluk kekasihnya. Obrolan mereka berakhir dan mereka menghabiskan waktu bersama anak-anak itu.
"Tapi apa maksud Miranda tadi bahwa kita diharuskan menginap? Dan dia juga menyuruh kita menghidupkan ponsel?" tanya Ruby pelan. Ruby merasakan firasat yang cukup kuat bahwa keberadaan mereka di kediaman Miranda justru lebih membahayakan keselamatan mereka.
"Sore nanti ketika Miranda memetik sayuran kita kabur," kata Thomas.
__ADS_1
"Kenapa? Miranda orang baik," Ruby ingin mengetahui lebih dalam rencana Thomas.
"Sayang,sebenarnya.."