Journeys End

Journeys End
unfazed


__ADS_3

Felix dan Thomas masih sibuk berbincang satu sama lain.


"Banyak kejahatan yang mereka lakukan rupanya," ujar Felix.


"Kalau fakta baru ini segera kita ungkapkan aku yakin sekte itu akan hancur dengan sendirinya,karena bisnis yang mereka jalankan sudah ketahuan," jawab Thomas.


"Memangnya apa salahnya berbisnis? Bisnis apa yang mereka lakukan?" Ruby penasaran.


"Bisnis ilegal,sepertinya jual beli manusia," Felix menjawab.


"Aku merasa aneh. Kenapa kalian tidak bermusuhan?" Ruby merasa ada kejanggalan.


"Kami berteman demi dirimu. Jika masalah ini sudah selesai,dengan sendirinya kami akan bermusuhan," terang Thomas.


"Sangat aneh," respon Ruby.


"Thomas memiliki rekaman itu. Kita sekarang perlu menyelidiki," Felix memberitahu Ruby hal apa yang harus mereka lakukan berikutnya.


"Apa yang harus kita selidiki? Tolong ceritakan secara detail," Ruby sangat penasaran.


"Ketika aku mengikuti mereka,wanita yang berbincang dengan pria itu menyerahkan seorang anak kemudian pria itu memberikan sejumlah uang," Thomas mulai bercerita.


"Bukankah hal itu terlalu mencurigakan? Jadi aku mengikuti wanita itu kemarin saat kau tertidur bersama Felix. Rencananya aku menyuruh kalian yang mengikuti wanita itu tapi kalian malah berhubungan," Thomas menambahkan.


"Hey kau mengintip?" Ruby protes.


"Halah aku juga sudah tau tentangmu luar dalam," respon Thomas.


"Hentikan omong kosong ini," Felix menengahi.


"Misi kita selanjutnya adalah mencari tau keberadaan wanita itu," Thomas mulai serius.

__ADS_1


"Bagaimana bisa kita tau dimana wanita itu berada?" Ruby tidak mengerti dengan apa yang Thomas maksud mencari keberadaan wanita itu.


"Tenang. Tidak sesulit yang kau pikirkan. Aku sudah mengantongi alamat yang harus kita tuju untuk menemukan wanita tadi," Thomas memberikan sedikit angin segar bagi Ruby untuk bernapas ditengah sulitnya masalah yang sedang mereka hadapi saat ini.


"Tunggu apa lagi? Ayo berangkat sekarang," ajak Felix.


Mereka bertiga segera keluar dari hotel. Dengan mengendarai mobil Thomas,mereka pergi menuju tempat yang Ruby dan Felix tidak ketahui.


"Dimana alamat wanita itu?" tanya Ruby.


"Jauh dari perkotaan," jawab Thomas.


"Terserah kau saja. Aku ingin tidur," Felix merebahkan diri di pangkuan Ruby sambil menekuk kakinya karena tidak ada ruang di mobil untuk ia merentangkan kaki.


Sudah 3 jam Ruby,Thomas dan Felix menempuh perjalanan panjang hingga akhirnya sampai di sebuah daerah dekat pesisir pantai.


"Apa kita akan berwisata?" tanya Ruby.


Mereka bertiga berjalan keluar mobil dan disambut oleh seorang wanita tua.


"Nenek?!" Ruby sedikit tersentak melihat wanita tua itu.


"Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" tanya nenek.


"Eh,nek. Sebenarnya Ruby ini yang sempat bertemu dengan saudaramu," Thomas menjelaskan.


Ruby hanya diam dan tak paham dengan apa yang Thomas bicarakan.


"Jadi kau gadis itu. Aku saudara kembar nenek yang meninggal di rumah makan," nenek memperkenalkan diri.


Ruby kini paham dengan apa yang Thomas katakan tadi.

__ADS_1


"Aku Ruby," Ruby mengulurkan tangan dan dibalas dengan uluran tangan dari nenek. Dilanjutkan dengan Felix yang memperkenalkan diri.


"Mari ikuti aku," ajak nenek.


Mereka bertiga kemudian berjalan menuju sebuah rumah minimalis dengan desain yang sangat modern.


"Ini rumahku,silahkan masuk," nenek mempersilahkan tamu-tamunya untuk masuk.


Setelah dipersilahkan duduk,seorang wanita membawa teh dan biskuit untuk Ruby dan teman-temannya.


"Ini Dahlia. Dia yang selalu menemaniku di rumah," nenek memperkenalkan Dahlia,seorang gadis muda yang tampak seumuran dengan Ruby.


"Ah aku lupa. Aku akan meninggalkan kalian sebentar," nenek kemudian bangkit dari tempat duduknya.


"Sepertinya bisa aku mendekati Dahlia," ujar Thomas.


"Apa maksudmu? Setiap gadis pasti langsung kau dekati," respon Ruby.


"Kenapa kau marah? Kau cemburu?" sahut Thomas.


"Tidak. Justru aku bersyukur kita putus setelah melihat tingkahmu yang mudah berpindah hati," jawab Ruby.


"Aku berkata begitu bukan berarti aku berpindah hati," Thomas membela diri.


"Oh bukan. Pria yang mudah tergoda," Ruby merubah pernyataannya.


"Astaga aku tidak serius," Thomas kemudian mengatakan dirinya hanya bercanda.


"Serius juga tidak masalah," Ruby menjawab sambil menyenderkan kepalanya di bahu Felix. Felix menggenggam erat tangan Ruby,ia berkeringat.


"Ada apa sayang?" tanya Ruby.

__ADS_1


"Ti.. Tidak. Tidak apa sayang," jawab Felix.


__ADS_2