Journeys End

Journeys End
I like your laugh


__ADS_3

Tidak membutuhkan waktu yang lama,dalam setengah hari artikel yang sudah dipublikasikan oleh Anton mendapatkan 8000 pembaca. Kolom komentar juga dipenuhi oleh argumen beragam dari para pembaca.


"Ini semua masuk akal," kata anonim yang berkomentar.


"Kenapa dia begitu saja percaya? Apakah ini benar adanya?" anonim meragukan kebenaran yang dipublikasikan oleh Anton.


Ruby dan Felix membaca komentar-komentar itu dan mereka merasa sedikit kesal dengan beberapa komentar yang masih menganggap mereka berbohong.


"Aku sudah menceritakan semuanya,dari awal hingga akhir kenapa akhirnya kita bisa percaya pada Anne tapi orang-orang ini.." Felix tidak meneruskan kata-katanya.


"Biarkan saja,kita tidak bisa membuat semua orang berada di pihak kita," Ruby menenangkan.


"Oh iya,aku ingin membicarakan sesuatu. Tentang hubungan kita," ujar Ruby.


"Apa lagi? Aku tidak mau putus,aku kira semua telah selesai," jawab Felix.


"Bukan masalah putus. Aku ingin membuat pengakuan," Ruby meluruskan kesalah pahaman yang ada di pikiran Felix.


"Pengakuan? Bukankah dulu kita sudah saling membuat pengakuan?" Felix mengira dulu Ruby masih menyembunyikan sesuatu.


"Bukan. Hal ini baru terjadi. Kemarin," Ruby berbicara dengan gugup.


"Ya sudah katakan saja,." Felix menanggapi dengan santai.


"Kemarin Thomas kemari," Ruby mulai mengatakan apa yang ingin ia katakan.


Mendengar itu,mimik wajah Felix berubah tapi ia berusaha tetap terlihat tenang.


"Lalu?" respon Felix.

__ADS_1


"Dia lapar jadi aku memasak," jawab Ruby.


Felix mengerenyitkan dahi setelah mendengar jawaban Ruby tidak seperti apa yang ia pikirkan.


"Sebenarnya apa yang ingin kau katakan? Aku tidak mengerti," Felix sedikit terpancing.


"Itu,dia menciumku," Ruby mengatakan sejujurnya kejadian kemarin.


"Kemudian dia mengajakku berselingkuh," tambahnya.


"Apa? Bedebah sialalan itu," Felix mengepalkan tangannya dengan erat.


"Tapi aku tidak mau," Ruby memberikan jawaban yang sangat ingin Felix dengarkan.


"Aku akan pergi dari rumahnya," ujar Felix.


"Apa ini artinya kau sudah memaafkan ku?" tanya Felix.


"Tidak juga. Tapi aku yang membuatmu datang kemari," Ruby memberi alasan.


"Aku mohon kau bersikap baiklah padanya. Berpura-pura tidak tau saja atas ceritaku tadi," Ruby mengungkapkan permintaannya sebelum Felix pergi ke rumah Thomas.


"Tenang saja," Felix pergi ke rumah Thomas dengan meminjam mobil Ruby.


**


Ruby tengah melakukan perawatan wajah di rumah. Setelah melakukan steam wajah,ia mengenakan sheet mask favoritnya.


Lagu yang Ruby putar di ponselnya terhenti karena ada panggilan masuk.

__ADS_1


"Siapa sih sangat mengganggu me time ku," Ruby menggerutu.


Ternyata itu adalah panggilan masuk dari Thomas.


"Oh,hai Thomas. Ada apa?" tanya Ruby.


"Kau kemarin memintaku menunggu tapi kenapa kau malah berbaikan dengan Felix?" Thomas protes.


"Lalu bagaimana denganmu? Kau mengatakan sudah putus tapi kemarin kalian makan bersama," sahut Ruby.


"Itu hanya makan biasa dan kami sepakat setelah itu tidak akan berhubungan lagi," Thomas beralasan.


"Tidak mungkin. Wajah Aster terlihat bahagia bersamamu kemarin. Apa perpisahan akan terasa sebahagia itu? Meskipun ia wanita yang kejam tapi pasti akan merasakan kesedihan jika harus berpisah dari orang yang ia sayangi," jawab Ruby.


"Aku akan menuntaskannya hari ini. Kami tidak ada hubungan lagi mulai hari ini," Thomas meyakinkan.


"Aku takut kau melakukan kesalahan seperti dulu jika aku kembali padamu," Ruby memberikan alasan yang membuatnya ragu untuk kembali ke pelukan Thomas.


Ruby dan Thomas berdebat untuk beberapa saat.


"Memangnya status kita apa sampai kau protes jika aku bersama Felix?" Ruby mempertanyakan hal yang sebenarnya tidak perlu ia tau.


"Aku kekasihmu bodoh," jawab Thomas.


Ruby yang masih menggunakan mentimun di matanya tertawa terbahak-bahak karena nada tinggi Thomas yang terdengar lucu baginya,ditambah Ruby menyalakan speaker agar ia tidak perlu repot-repot membuka masker untuk mendengar ocehan Thomas.


"Aku senang mendengarmu tertawa," kata Thomas.


"Apa maksudnya kekasih?" Felix sudah ada di dalam kamar Ruby.

__ADS_1


__ADS_2