Journeys End

Journeys End
Push me! I'll push you harder!


__ADS_3

"Sudah sore,apa kau sudah berhasil mengingat tetangga-tetangga kita?" tanya Felix.


"Disana Joy,teman Key. Disana bibi Ellen," Ruby mengingat rumah yang baru saja ia kunjungi bersama Felix. Sambil duduk di teras depan rumah Felix,ia menunjuk satu per satu rumah yang baru saja mereka kunjungi sambil menyebut nama sang tuan rumahnya.


"Bagus. Besok kita pergi kemana?" Felix memberi kode bahwa besok ia ingin pergi bersama Ruby.


"Ayo mancing," jawab Ruby dengan semangat.


"Ma.. Mancing?" Felix memastikan ajakan Ruby. Sebenarnya Felix bukan anak alam. Ia terakhir kali memancing beberapa tahun yang lalu. Felix lebih senang pergi ke bar dan temat-tempat sejenisnya. Berbanding terbalik dengan Ruby,ia lebih menyukai alam.


"Iya. Ayo memancing di belakang rumahku," Ruby menunjuk ke arah sungai yang ada di belakangnya.


"Itu ada ikannya ya?" Felix menggaruk-garuk kepala karena kebingungan.


"Dulu ada,sekarang tak tau," jawab Ruby.


"Baik! Besok kita akan memancing!" tiba-tiba Felix menjadi bersemangat. Perubahan sikap Felix yang sangat cepat itu membuat Ruby sedikit kebingungan.


***


Malam semakin larut. Entah kenapa Ruby tidak bisa tidur. Seharian ini ia belum membuka Instagram miliknya. Ia memutuskan untuk menghabiskan waktu bermain Instagram hingga rasa kantuk datang menyerangnya.


"Hari ini aku tidak update status apapun. Jika aku update,pasti wanita kurang ajar itu kepanasan," ujar Ruby.


Ia masih sangat dendam dengan Aster,namun amarahnya lebih besar pada Thomas. Kembali lagi,karena Ruby sangat suka bersaing dan melihat lawannya kalah saing adalah salah satu kebahagiaan dalam hidupnya.Sudah lama tidak ada orang yang berminat menyainginya.


Ia mengingat kejadian di masa lalu saat seorang temannya mengkhianati dirinya. Lily,wanita itu dulu tidak memiliki apapun. Ruby membantunya karena merasa iba. Jika ada tugas,mereka kerjakan bersama. Ruby akan membayarkan biaya print dan makanan untuk Lily. Sekian lama mereka tidak berkomunikasi setelah menyelesaikan pendidikannya di jenjang sekolah menengah pertama. Hingga suatu hari secara tidak sengaja Lily dan Ruby bertemu di jalan. Dengan pakaian yang cukup bagus namun sedikit norak,Lily menyapa Ruby. Mereka berbincang lama namun perbincangan mereka didominasi oleh Lily yang pamer kekayaan. Saat itu,kakak Lily baru saja pulang dari luar negeri. Sejak saat itu perekonomian keluarga Lily sedikit terangkat. Mungkin karena baru merasakan hidup berkecukupan membuat Lily terlalu berlebihan. Bahkan Lily membandingkan dirinya dengan Ruby yang saat itu hanya mengenakan baju kaos dan celana leging,padahal outfit Ruby saat itu harganya diatas 2 juta. Dengan pakaiannya yang norak,Lily mengatakan dirinya adalah orang kaya dan lebih kaya dari Ruby. Ruby menahan tawa mengingat kejadian itu.


Dan seorang teman yang diajak Lily saat itu tampak seperti menahan malu,dan karena tidak tahan ia pergi meninggalkan mereka berdua. Sebenarnya pemicu keributan bukanlah itu,melainkan ketika Ruby sudah muak dengan perkataan Lily.


"Baiklah selamat atas keberhasilanmu. Pakaian olahraga sederhana yang aku beli hanya dengan harga 2 juta ini memang tidak mampu menandingi pakaian yang kau kenakan untuk pergi ke warung ini. Sepatu boots,dress berbulu angsa,kalung permata yang pasti harganya belasan juta," ujar Ruby saat itu.


Lily mungkin baru mengetahui saat itu bahwa apa yang dikenakan Ruby adalah pakaian bermerk mahal,dan yang ia kenakan dari ujung rambut sampai ujung kaki bahkan tidak mencapai satu juta. Ia pergi meninggalkan Ruby dan menyebarkan kepada teman-temannya bahwa Ruby anak yang sombong. Sejak saat itu Ruby sudah tidak menganggap Lily temannya lagi.Ia juga sudah mengikhlaskan uang yang dulu ia pinjamkan ketika keponakan Ruby sakit.


Dan setelah Ruby memberikan klarifikasi di akun Instagram miliknya,orang-orang berbalik menyerang Lily dan mulai saat itu mereka sudah tidak berkomunikasi lagi.


Meningat kejadian itu membuat Ruby tertawa sendiri,namun ia juga lebih berhati-hati dalam memilih teman sekarang. Ruby kemudian mempersiapkan rencana apa saja yang akan ia lakukan setelah memancing. Beberapa kegiatan yang ia tulis di note ponselnya antara lain membakar ikan dengan bumbu di tepi sungai,makan siang bersama,jogging pada sore hari. Yang pasti ia lakukan bersama Felix adalah memancing,entah nanti Felix akan ikut membakar ikan bersamanya ataukah ingin membawa hasil pancingannya pulang menjadi keputusan Felix nanti. Itupun kalau mereka mendapat ikan. Perlahan-lahan Ruby mulai terserang rasa kantuk. Ia kemudian tertidur.


***


"Astaga. Jam berapa ini!" Ruby terlihat bangun kesiangan. Sudah pukul 8 pagi sementara ia berjanji akan menemui Felix pukul 7 pagi.


"Sudah bangun,nona?" tanya Felix yang ada di sofa dekat tempat tidurnya.


"Hey! Apa yang kau lakukan disini?" Ruby merasa malu karena Felix melihat penampilannya yang acak-acakan. Ditambah ia hanya mengenakan pakaian dalamnya saja.


"Aku takut terjadi sesuatu padamu jadi aku memutuskan datang kemari," jawab Felix.


"Aku akan bersiap-siap," Ruby bangun dari tempat tidurnya. Felix ia biarkan menunggu di kamarnya.


"Kakak? Kenapa disini?" terdengar suara Key di kamar Ruby saat ia sedang menyikat giginya.


"Aku ada urusan. Anak kecil diam saja," jawab Felix.


Suara Key tidak terdengar lagi. Saat Ruby keluar dari kamar mandi,Felix memang duduk seorang diri disana.

__ADS_1


"Sudah? Ayo sarapan dulu. Aku membawakanmu sesuatu," kata Felix.


Tanpa berkata-kata,Ruby mengikuti Felix turun dari kamarnya.


"Tadi aku mendengar suara Key. Dimana dia?" tanya Ruby.


"Aku suruh pulang. Di rumah ada adikku yang kecil,biarkan mereka bermain bersama saja," jawab Felix.


"Aku benar-benar lupa untuk mengajaknya pergi memancing bersama," sesal Ruby.


"Tidak perlu menyesal. Kalaupun kau mengajaknya,aku tidak akan mengizinkan Key ikut," Felix menjawab.


"Memangnya kenapa?"


"Dia tidak boleh terlalu lelah. Diam dibawah terik matahari saja dia tidak kuat. Kita sudah benar merahasiakan rencana kita dari Key," terang Felix.


"Felix,sejak kapan kita akrab hahaha," tawa Ruby.


"Ya,sejak pertama kita bertemu. Bukankah kita langsung dekat saat itu?" Felix menjawab tetap sambil mengunyah roti gandum yang ia bawa.


"Aku boleh memfotomu?" tanya Ruby.


"Foto? Tentu saja," jawab Felix.


Ruby mengambil ponselnya,kemudian ia memfoto Felix yang sedang memakan roti gandum


"Ini,lihat hasilnya," Ruby memperlihatkan hasil foto Felix tadi.


"Bagus karena dalam kondisi apapun aku selalu tampan," komentar Felix.


Ruby hanya menatap Felix sambil memicingkan matanya.


"Sini aku yang upload," Felix mengambil ponsel Ruby dan mulai mengetik caption.


Ruby hanya terdiam dengan keanehan ini. Aneh namun ia sangat menyukainya. Ruby sendiri heran,kenapa Felix selalu tau apa pun yang ia inginkan.


"Sudah. Habiskan rotimu kemudian kita pergi," Felix menutup aplikasi Instagram Ruby agar bisa fokus pada makanannya.


Selesai makan,mereka pergi ke belakang rumah Ruby. Aliran sungai tidak terlalu deras,matahari juga tidak terlalu panas menyengat jadi mereka memutuskan duduk saja di tepi sungai tanpa mencari tempat yang teduh.


"Baik,bagaimana cara memancing?" tanya Felix.


"Kau tidak tau? Bukankah kau tau segalanya?"


"Aku lupa. Ah,pasang umpan," Felix mengambil umpan yang ia bawa. Seekor cacing ia pasang pada kail pancing nya.


Felix juga memasangkan umpan pada pancing Ruby. Mereka mulai memancing.


Sekitar lima belas menit mereka belum mendapatkan hasil hingga akhirnya pancing Felix bergerak.


"Aku dapat!" Felix langsung mengangkat pancingnya.


Benar saja,ikan cukup besar ia dapatkan.


"Hahahaha kau tidak dapat," Felix mentertawakan Ruby.

__ADS_1


Sampai siang mereka memancing,enam ekor ikan mereka dapatkan.


"Sudah banyak," kata Ruby.


"Sekarang apa?" Felix tidak tau harus berbuat apa.


"Bawa pulang ikan yang kau tangkap. Aku mau membakar ikan disini. Disana tepatnya," kata Ruby sambil menunjuk ke sebuah pohon besar.


"Ikut!" Felix mengikuti Ruby ke bawah pohon.


"Aku pulang sebentar ya,mengambil peralatan," Ruby bangun meninggalkan Felix.


Setelah semuanya siap,Ruby dan Felix membersihkan ikan yang sudah mereka tangkap. Kemudian Felix menyalakan api,sementara Ruby berbaring di rumput.


"Hey,sudah menyala," kata Felix.


Mereka mulai membakar ikan hasil tangkapan mereka dengan bumbu yang sudah dibawa oleh Ruby. Diam-diam,Felix memfoto Ruby dan menguploadnya diam-diam.


Ruby sibuk memfoto ikan yang sedang mereka bakar,sambil sesekali membuat video karena pemandangan indah yang ada disana sangat sayang jika tidak diabadikan.


Selesai membakar ikan-ikan itu,mereka makan setelah mencuci tangan masing-masing.


"Sangat enak. Apa karena ikannya masih fresh ya," kata Ruby.


"Enak karena bumbu yang kau buat," jawab Felix.


Ruby tersenyum malu mendengar jawaban Felix. Selesai makan,mereka bersender di bawah pohon itu sambil berbincang satu sama lain.


"Kenapa ramai DM yang masuk?" Ruby membuka DM Instagram nya.


Banyak yang mengucapkan selamat pada Ruby karena memiliki pacar baru.


Felix yang ikut membaca pesan itu tertawa lepas. Ruby kemudian melihat story yang ia upload,memang benar ada foto Felix yang Felix upload sendiri tadi. Namun Felix menambahkan emot love yang membuat banyak orang salah paham.


"Felix. Astaga Felix," Ruby tertawa sambil memukul lengan Felix.


"Oh,lihat. Hahaha," Ruby membuka story Instagram Aster,tampak foto Thomas yang ia unggah.


"Wah dia tidak mau kalah ya. Baik,mari kita kalahkan mereka," Felix mulai mengompori.


Ruby sebenarnya setuju dengan yang Felix katakan namun ia kembali dibuat bingung kenapa yang dikatakan Felix bisa pas dengan apa yang ia inginkan.


"Post foto ikan tadi,yang ada fotoku," suruh Felix.


"Baik," Ruby mengunggah beberapa foto ke Instagram. Mulai dari sungai,ikan,dan Felix. Felix juga demikian,ia mengunggah foto Ruby yang baru saja diam-diam ia ambil. Tidak lupa,Felix juga men-tag akun Instagram Ruby.


"Hey,apa ini?" Ruby terkejut melihat story Instagram Felix.


"Sebagai balasan karena kau mengunggah fotoku,aku juga mengunggah fotomu," jawab Felix.


"Kita lihat apakah dia nanti akan ikut membakar ikan?" kata Felix sambil tertawa lepas.


"Aku suka persaingan ini," Ruby ikut tertawa.


"Kalau begitu,mari kita bekerja sama," ajak Felix.

__ADS_1


"Bekerja sama bagaimana?" Ruby benar-benar tidak paham dengan apa yang Felix maksud.


"Mulai hari ini,kau adalah kekasihku," kata Felix pada Ruby.


__ADS_2