Journeys End

Journeys End
matrix news


__ADS_3

Rencana keberangkatan mereka harus tertunda karena sebuah kabar datang dari Anton. Ia bekerja sama dengan temannya yang juga bekerja di perusahaan yang sama untuk membantu mengungkap kasus ini namun Anton merahasiakan siapa teman yang membantunya itu. Pagi-pagi sekali,Reno sudah menggedor-gedor pintu kamar Ruby setelah mendengar kabar dari Anton. Tentu saja,orang-orang yang ada di rumah Ruby ikut senang mendengar ada orang yang ingin membantu mereka. Meskipun begitu,kabar mengenai Ruby,Felix dan sekte itu akhirnya sampai di telinga kakak sepupu Ruby.


"Kakak," panggil Amy dari luar. Dia ragu untuk masuk karena melihat di dalam ada begitu banyak orang.


"Amy,kemari lah," Ruby mengajak Amy masuk. Ia kemudian memperkenalkan Amy pada teman-temannya.


"Ini keponakanku,namanya Amy," ujar Ruby.


"Hai Amy," teman-teman Ruby dengan kompak menyapa Amy.


"Mainlah dengan Andy," saran Kylie. Setelah berkenalan,mereka menonton kartun bersama di kamar Ruby.


"Berita ini semakin menjadi-jadi. Media online sudah menyebarkan informasi bahwa kita berbohong mengenai sekte itu," Ruby terlihat tidak seceria biasanya. Felix memaklumi hal itu karena Ruby tentu saja sangat sedih terus-menerus menerima komentar buruk di akun sosial media nya.


"Tenang saja semuanya akan cepat berakhir," Felix terus berusaha menenangkan Ruby.


Sudah dua hari Cassie dan Bella tidak datang ke rumah Ruby. Kylie dan Reno terus bertanya-tanya namun mereka tidak mendapatkan jawaban yang jelas dari sang pemilik rumah,Ruby.


"Jika kita berhasil mengumpulkan bukti kekejaman sekte itu baru namaku bisa aku bersihkan," Ruby terus-menerus mengkhawatirkan dirinya sendiri.


"Teman Anton dipecat dari perusahaan karena berusaha menyelidiki sekte ini. Memang benar ada yang ditutupi," ujar Reno.


"Entahlah," Ruby terlihat sudah putus asa.

__ADS_1


"Aku akan mengurus ini,tenang saja," Reno berusaha menenangkan Ruby.


"Memangnya apa yang akan kau lakukan?" Felix penasaran.


"Ah,ayo kita barter," tawar Reno.


"Barter apa?" Felix sama sekali tidak mengerti apa yang Reno maksud.


"Aku memberitahu mu rencanaku sementara kau harus memberitahuku sesuatu," Reno berusaha membuat kesepakatan bersama Felix.


Karena Felix sangat penasaran ia langsung menyetujui tawaran Reno tanpa mengetahui informasi apa yang ingin Reno ketahui.


"Wanita sialan," bentak Thomas dari kamar tempat ia menginap di rumah Ruby. Felix dan Reno naik keatas untuk mengecek keadaan Thomas.


"Apa?" tanya Reno.


"Kenapa kau mengumpat?"


"Ah tidak," Thomas tidak mau memberitahu masalah yang sedang ia pikirkan.


"Felix,rencanaku adalah menerbitkan artikel tentang dua orang yang dipecat karena ingin menyelidiki sekte ini," Reno memanfaatkan situasi yang sepi untuk memberitahu Felix.


"Oke,ide cemerlang," puji Felix.

__ADS_1


"Apa yang ingin kau ketahui dariku?" Felix tidak ingin berhutang informasi pada Reno.


"Kenapa Cassie tidak datang? Eh,Cassie dan Bella," tanya Reno.


Felix diam-diam menceritakan kejadian dimana ia memergoki Bella dan hal itu membuat kesalahpahaman terjadi antara dirinya dengan Ruby.


"Maksudmu Bella menyukai sesama jenis?" Reno bengong karena tidak percaya.


"Ssst," Felix memberi isyarat agar Reno tutup mulut.


"Lalu Cassie?" Reno yang sepertinya lebih dekat dengan Cassie terus-menerus menanyakan Cassie.


"Mungkin dia juga malu," Felix berspekulasi.


**


Anton datang ke rumah Ruby siang itu. Ellen juga ikut bergabung bersama mereka. Siang hari yang mendung  itu menjadi saksi bisu Ruby dan teman-temannya berembug untuk memecahkan masalah yang sedang mereka hadapi.


"Matrix News adalah perusahaan tempatku bekerja dan aku mendapat bukti seorang wanita bernama Anne memberi dana pada perusahaan. Kemungkinan perusahaan tempatku bekerja sengaja menyebarkan berita tentang Ruby," Anton mulai membuka diskusi mereka.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2