
"Lalu apa yang harus kita lakukan?" Reno bertanya pada Thomas.
"Bella dan Cassie,ambil motor kalian," suruh Thomas.
Tanpa banyak tanya Bella langsung mengeluarkan kunci motornya kemudian ia menaiki motor bersama Cassie.
"Sekarang apa?" mereka menunggu arahan berikutnya.
"Bersiap-siap saja. Reno,tolong ajak empat temanku ini pergi duluan. Mereka tidak dalam kondisi baik," lanjut Thomas.
"Lalu bagaimana dengan kalian?" tanya Reno.
"Kami bisa menunggu belakangan,kalian pergilah," Thomas memaksa.
Akhirnya,Reno dengan mengendarai mobil Ruby mengantar teman-teman Thomas yang terluka keluar dari tempat itu,sementara Ruby,Thomas,Kylie,Ellen,Felix,dan beberapa teman kelas Ruby yang lain masih diam di sana bersama Cassie dan Bella.
"Aku akan terus merekam," ujar Bella.
"Terserah kau saja," sahut Ruby.
"Oh iya,sepertinya kau bisa membuat video berdasarkan cerita bibi Ellen," Ruby menyarankan Cassie dan Bella melakukan wawancara pada Ellen.
Setelah Ruby menjelaskan siapa Ellen sebenarnya,Cassie dan Bella bersemangat membuat video dengan Ellen sambil menunggu Reno datang.
"Kira-kira mobil kesayanganku itu harus bolak-balik tiga kali untuk mengantar kita keluar dari tempat ini," ujar Ruby. Mengingat jumlah mereka yang banyak dan hanya ada satu mobil membuat mereka harus pergi secara bergiliran.
"Bi,mari melakukan wawancara sekarang," ajak Bella.
Mereka bertiga memulai pembuatan video namun mereka tidak menyiarkannya secara live melainkan untuk di upload nanti.
"Sayang," Felix memeluk Ruby.
"Ada apa?" tanya Ruby.
__ADS_1
"Aku merindukan masakan mu hahaha," jawabnya.
"Sampai rumah aku akan memasak untukmu. Bukankah kita akan tinggal bersama untuk waktu yang lama?" kata Ruby pada Felix.
"Selama kuliah online aku akan tetap bersama dengan mu," sahut Felix.
"Setelah itu?"
"Aku akan menikahi mu," jawab Felix.
"Pemandangan macam apa ini? Ruby,kau masih kecil bahkan setahun lebih muda dariku dan sudah membicarakan pernikahan," Thomas menyela pembicaraan mereka.
"Tenang saja,apa yang kekasihku ini katakan selalu bisa dipegang. Dia tidak pernah ingkar janji," jawab Ruby. Jawaban Ruby sekaligus menyindir Thomas yang tidak bisa menepati janjinya.
"Baiklah,terserah kalian saja," Thomas terlihat tidak ingin berdebat.
Melihat hal itu,Felix merasa sedikit lega karena pada awalnya ia khawatir bahwa Ruby akan kembali ke pelukan Thomas.
"Bukan,itu bukan mobilku," jawab Ruby setelah memperhatikan mobil yang baru saja datang.
Seorang pria berambut gondrong turun dari sebuah mobil sedan putih.
"Halo kawan-kawan," sapanya dengan suara keras.
Ruby dan teman-temannya yang lain cukup kebingungan dan sedikit takut akan kehadiran pria misterius itu.
"Oh,hai," Ruby menyapa pria itu kembali.
"Bolehkah aku bergabung?" tanya nya pada Ruby.
"Tentu saja," jawab Ruby dengan ramah.
Dari penampilannya,pria itu terlihat seperti orang kota. Dia membawa sebuah kamera dan..
__ADS_1
"Tanda pengenal. Perkenalkan aku Anton. Aku adalah seorang wartawan," katanya memperkenalkan diri.
"Aku Ruby,ini teman-temanku," Ruby memperkenalkan diri. Selanjutnya teman-teman yang lain ikut berkenalan dengan Anton.
"Kenapa kau kemari?" tanya Thomas tanpa basa-basi.
"Aku melihat postingan Instagram gadis ini," jawabnya.
"Wah ternyata kekasihku memiliki followers orang-orang hebat," ujar Felix.
"Ah,aku juga pernah melihat wajahmu di Instagram story nya," Anton berusaha mengakrabkan diri dengan kawan-kawan barunya.
"Jadi kau bermaksud meliput tempat ini? Sendirian?" Felix sangat penasaran.
"Betul. Apa kalian bisa membantuku?" Anton bertanya pada teman-teman barunya.
"Tentu saja," jawab Ruby tanpa berpikir panjang.
"Wah,aku suka wanita pemberani sepertimu," puji Anton.
"Jadi,hal apa yang pertama akan kita lakukan?" Ruby merasa tidak sabar.
"Kenapa kau sangat bersemangat?" Felix tidak bisa membaca isi pikiran Ruby.
"Kita harus akhiri semuanya sekarang," jawabnya.
"Sebelumnya,aku ingin membuat kesepakatan," kata Ruby.
"Kesepakatan tentang apa?"Anton merasa tertarik.
"Tolong beri teman-temanku tumpangan nanti sampai di jalan raya," Ruby menjawab.
"Hanya itu? Tentu saja," Anton menyetujui tawaran yang Ruby tawarkan.
__ADS_1