
"Aku akan menemani Ruby sebentar," Felix menelepon Key. Key langsung mengirim pesan pada Ruby dan menanyakan bagaimana keadaannya. Ia merasa sangat khawatir setelah mendengar cerita dari Felix.
"Aku tidak apa-apa," Ruby membalas pesan Key. Entah apa yang Key tanyakan selanjutnya,Ruby tidak menjawab. Ia langsung menaruh ponsel yang ia genggam kemudian mengucapkan terimakasih pada Felix.
"Kau pulang saja. Aku sudah merasa lebih baik," kata Ruby pada Felix yang sedang duduk di ruang tamu.
"Tidak apa. Aku merasa nyaman berada di rumah ini," Felix bangun dari tempat duduknya kemudian berjalan melihat-lihat dekorasi yang ada di rumah Ruby.
"Bagaimana kau bisa berada di kamar mandiku tadi?" tanya Ruby.
"Setelah aku mengantar Key,aku memarkir mobil di depan rumah. Aku datang ke rumahmu iseng saja ingin bertamu. Tapi aku mendengarmu berteriak,jadi aku langsung lari keatas dan mengecek keadaanmu," Felix menjelaskan.
"Aku sangat berterimakasih. Mimpi tadi itu sangat buruk," jawab Ruby.
"Sebenarnya kau mimpi apa sampai seperti itu?" tanya Felix yang merasa penasaran.
Ruby menceritakan kejadian penculikan dirinya dan Thomas. Ia juga menceritakan persahabatannya dengan Kylie yang sudah berakhir sejak kejadian itu. Namun tanpa diminta,Ruby juga menceritakan perihal hubungannya dengan Thomas,mantan kekasihnya. Bagaimana ia bertemu hingga akhirnya jadian dan putus. Felix mendengarkan cerita Ruby dengan seksama. Ia juga sangat mengerti keadaan yang dialami Ruby cukup untuk membuatnya depresi. Apalagi Felix tau bagaimana Ruby sangat mencintai Thomas karena Key menceritakan curhatan Ruby pada Felix dengan harapan Felix dapat membantu. Maklum saja,Key belum memiliki pengalaman lebih di bidang percintaan.
"Aku mengerti perasaanmu. Aku juga pernah merasakan diselingkuhi hahaha," tawa Felix.
"Hah? Bagaimana?" tanya Ruby yang sedikit penasaran.
Felix mulai menceritakan pengalamannya dulu. Ketika SMA ia memiliki seorang kekasih yang sangat ia cintai. Mereka menjalin hubungan selama 3 tahun lebih,namun 1 tahun sebelum mereka lulus,Felix harus pindah ke luar kota ikut bersama keluarganya. Sejak saat itu mereka menjalin hubungan jarak jauh. Setelah tamat SMA,mereka kuliah di universitas yang sama namun berbeda jurusan. Saat itu Felix memperkenalkan kekasihnya itu pada keluarganya namun tidak mendapatkan restu dari keluarga Felix. Alasannya karena ada perbedaan keyakinan. Setelah itu mereka melanjutkan hubungan mereka,namun kekasih Felix saat itu diam-diam menjalin hubungan dengan pria lain.
"Si brengsek Brandon," umpat Felix.
Felix terbawa suasana ketika menceritakan kisah cintanya yang kandas dulu. Ruby dalam hati bersyukur karena ia belum merasakan hubungan yang tidak direstui orang tua karena berbeda keyakinan.
"Aku tidak bisa berbicara banyak. Kau hebat bisa melewati semuanya," kata Ruby.
"Yah,aku yakin akan mendapatkan wanita yang lebih baik," jawab Felix.
"Aku saja bisa melewati semuanya,jadi kau juga harus bisa. Tapi aku yakin kau akan melewati semua ini dengan mudah," imbuhnya.
"Terimakasih Felix,kau sudah memberiku semangat," Ruby perlahan-lahan mulai merasa bangkit dari kesedihannya.
"Baik. Selesai dulu sedihnya. Sekarang aku ingin bertanya,kenapa kau bisa dekat dengan adikku?" Felix penasaran dengan Ruby dan Key yang sangat akrab.
"Kami menyukai idol yang sama dan berkenalan lewat grup. Setelah aku terkena masalah sialan ini,Key terus memberiku komentar semangat di poem yang aku post di Instagram," terang Ruby.
"Apa Instagram mu? Aku ingin membaca poem yang kau buat," tanya Feix.
Mereka saling memfollow instagram satu sama lain.
Selama beberapa jam mereka mengobrol tentang masalah kuliah,apa kelebihan dan kelemahan universitas tempat mereka kuliah dan saling menanyakan perihal materi yang mereka pelajari di kampus.
"Ternyata cukup seru mengobrol denganmu. Pantas saja Key betah berlama-lama menatap layar ponselnya untuk menunggu chat darimu," ujar Felix.
__ADS_1
"Hahahaha. Anak itu,apa saja yang ia lakukan di rumah?" tanya Ruby yang penasaran dengan kehidupan Key sebab Key sepanjang hari hanya online di media sosialnya.
"Dia sungguh anak yang sangat amat malas. Dia sebenarnya pintar,namun karena penyakitnya itu membuat ia kehilangan semangat hidup. Dokter sempat menyatakan bahwa umurnya tidak akan panjang lagi,namun sampai sekarang Tuhan masih memberikan umur panjang pada Key. Dan aku ingin bererimakasih karena sejak mengenalmu setidaknya ia mulai sedikit lebih rajin. Sedikit," Felix menceritakan tentang Key.
"Aku turut prihatin dengan apa yang Key alami. Aku akan ikut mendoakan kesembuhannya," jawab Ruby.
Ting..
Notifikasi pesan masuk ke ponsel Ruby.
"Baca saja. Mungkin Thomas ingin memperbaiki hubungan kalian yang telah kandas," goda Felix.
Ruby memukul bahu Felix dan membaca pesan yang masuk itu. Ternyata dari Andrew.
Seperti biasa,Andrew berbasa-basi dan ujungnya ia menyatakan perasaan cintanya pada Ruby.
"Astaga Andrew apa yang kau lakukan," ujar Ruby sambil mendengus kesal.
"Ada apa?" tanya Felix.
Ruby menceritakan perihal Andrew kepada Felix. Mulai dari awal kuliah,Andrew sudah mendekati Ruby namun Ruby selalu menolak,bahkan ketika Ruby menjalin hubungan dengan Thomas,Andrew juga memaksa agar Ruby mau menjadi kekasihnya. Felix mendengarkan dengan serius sambil menahan tawa. Ruby yang menceritakan pengalaman yang ia pernah lalui juga ikut menahan tawa.
"Aku sudah mengatakan baik-baik bahwa aku tidak memiliki perasaan apa-apa padanya. Namun ia tetap memaksa," Ruby sebenarnya ingin memblokir Andrew namun karena mereka teman sekelas dan satu kelompok tidak memungkinkan untuk Ruby memblokir Andrew.
"Lalu ketika kau masih dengan Thomas apakah ia segencar dulu mendekatimu?" Felix sangat penasaran dengan hal yang satu ini.
"Tidak segencar dulu karena Thomas mengamuk mendatanginya," jawab Ruby.
"Mungkin saja," jawab Ruby.
"Aku penasaran dengan selingkuhan Thomas. Secantik apa hingga ia meningalkan wanita cantik dan cerdas sepertimu? Kau juga mandiri dan mapan,tipe wanita ideal bagi pria sepertiku," kata Felix.
Ruby memperlihatkan sebuah foto pada Felix.
"Hell..." kata Felix.
"Kenapa?" Ruby bingung dengan reaksi Felix.
"Sungguh,kau lebih baik. Jauh lebih baik," ujar Felix.
Ruby merasa senang karena Aster dan Thomas kini adalah musuhnya. Ruby senang mendapatkan pujian yang mengatakan ia jauh lebih baik dari Aster. Maklum saja,kondisi Aster sedang tidak stabil. Terkadang ia merasa baik namun jika ia mengingat kenangan bersama Thomas ia menjadi sangat drop bahkan hingga melupakan waktu makannya.
"Namun,ia sedikit manis," Felix menambahkan.
"Apa?" Ruby bertanya dengan ketus.
Karenea kebenciannya pada Aster sudah sangat memuncak,ia sangat tidak suka mendengar pujian dilontarkan pada musuhnya itu.
__ADS_1
"Maksudku,kau lebih baik. Mungkin ini hanya karena filter instagram," Felix berusaha memperbaiki suasana.
"Aku mau istirahat. Silahkan pulang," Ruby naik ke kamarnya dan meninggalkan Felix sendirian. Ia merasa sangat kesal saat itu. Ia tidak menerima jika ada seseorang yang memuji musuhnya di hadapannya.
"Ruby," Felix berusaha memanggil Ruby dan mengikuti Ruby hingga kamarnya,namun Ruby sudah terlebih dulu menutup kamar.
"Maafkan aku. Aku tida bermaksud.."
"Pergi saja," Ruby memotong perkataan Felix.
Felix merasa sangat bersalah karena telah membuat mood Ruby semakin memburuk. Ia panik dan langsung menelepon Key. Felix berpamitan pada Ruby untuk pulang walaupun Ruby tidak peduli.
Beberapa saat kemudian,ponsel Ruby berdering. Ada panggilan masuk dari Key. Ruby yakin Key akan menanyakan tentang apa yang terjadi antara ia dan kakaknya. Ruby tidak menjawab panggilan Key. Ia menangis karena merasa tidak seorang pun peduli padanya. Ia sangat kesal hari itu. Kembali lagi,perasaan Ruby sedang sensitif karena bayang-bayang masa lalu.
Key kemudian mengirimkan pesan dan mengatakan bahwa kakaknya meminta maaf. Ruby menjawab dengan formal.
Key benar-benar merasa bersalah pada Ruby karena Felix sudah merusak hari Ruby.
"Tolong maafkan aku," DM masuk dari Felix.
"Baik," jawab Ruby.
"Aku tidak bermasud merusak harimu," Felix menambahkan.
Ruby hanya membaca pesan itu dan tertidur hingga malam.
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar ketukan di pintu kamar Ruby. Pintu rumah Ruby memang tidak terkunci sejak Felix pulang tadi siang. Ketukan itu membangunkan Ruby yang tengah tertidur pulas.
"Siapa?" tanya Ruby dari dalam kamarnya.
"Aku,Felix," jawab Felix.
Ruby yang sudah merasa lebih baik setelah menangis beberapa jam keluar dari kamarnya setelah ia merapikan rambutnya.
"Ada apa?" tanya Ruby.
"Aku membelikan kau makan malam," Felix memberikan bingkisan untuk Ruby.
"Aku sudah makan," Ruby berbohong pada Felix karena ia bingung harus menolak dengan cara apa. Namun suara perut Ruby yang keroncongan tidak bisa berbohong. Ia memang sedang lapar saat itu.
"Tolong terima. Sebagai tanda permintaan maaf dariku," ujar Felix.
Ruby mengambil bingkisan itu dan mengucapkan terimakasih.
"Sebentar lagi aku akan ada urusan," kata Ruby pada Felix.
__ADS_1
Felix yang paham akan maksud Ruby agar ia tidak berlama-lama berada di rumah Ruby pamit pulang. Setelah mengintip dari jendela bahwa Felix sudah benar-benar meninggalkan rumahnya,Ruby memakan dengan lahap makanan yang diberikan oleh Felix.
Felix tau bahwa Ruby mengintipnya tadi,ia kembali dan melihat Ruby dari luar rumahnya. Jendela Ruby terbuka lebar yang membuat Felix bisa melihat Ruby dari halaman rumahnya. Ruby makan dengan lahap. Felix sedikit lega karena Ruby tidak membuang makanan yang ia berikan.