Journeys End

Journeys End
Reconnecting with old friend


__ADS_3

"Aku dan Ruby baik-baik saja. Kalian jangan masuk ke tempat itu,kami akan segera kembali," kata Felix mengabari Thomas lewat sambungan telepon.


"Oh ya,tolong masukan semua barang-barang milikku dan Ruby kedalam mobil," tambahnya.


Sementara Felix menelepon,Ruby asik berbincang dengan Andy.


"Kenapa kau sangat senang tinggal di tengah hutan begini?" tanya Ruby.


"Aku dan kakak bersembunyi," jawabnya.


"Kylie? Dimana dia? Kenapa kalian bisa berada disini?" Ruby sangat penasaran dengan Andy dan Kylie,sahabat lamanya.


"Paling dia tidur," jawab Andy.


"Eh,karena ayah dan ibu di penjara jadi kami bebas berkeliaran. Awalnya kakak melihat postingan instagrammu tapi kau tidak membalas komentarnya. Setelah melihat siaran live kami datang," Andy menjelaskan.


"Kakak sering bercerita padaku bahwa ia sangat ingin berteman dekat lagi denganmu. Dia datang untuk membantu," tambahnya.


"Kenapa kau berani masuk ke tempat itu?" tanya Ruby.


"Hehe aku melihatmu jadi aku naik lewat tembok. Aku sering pergi kesana untuk mencuri makanan," jawab Andy.


"Jangan kesana lagi,berbahaya," pinta Ruby.


"Kenapa di tempat seperti ini ada rumah?" Felix merasa heran.


"Sebenarnya rumah ini ada pemiliknya. Orang yang bekerja untuk bi Ann," Andy menjawab.


"Lalu kenapa bisa diizinkan tinggal disini?" Felix masih belum paham.


"Sebenarnya kami tinggal disini secara diam-diam. Pemilik rumah tidak tau kami tinggal disini," jawabnya.


"Kenapa kalian sangat nekad? Ikutlah dengan kami," ajak Ruby.


"Aku akan membangunkan kakak," Andy meninggalkan mereka dan masuk ke sebuah kamar.

__ADS_1


Ruby dan Felix tertidur sesaat sampai akhirnya Kylie membangunkan mereka. Kylie sempat menolak menemui Ruby,namun setelah dibujuk oleh Andy akhirnya Kylie memberanikan diri.


"Ru.. Ruby," kata Kylie dengan gugup.


Ruby terbangun dari tidur singkatnya,menatap Kylie dengan mata berkaca-kaca.


"Ada orang!" seru Andy. Mereka segera bersembunyi di gudang penyimpanan barang.


Ternyata yang datang ialah pemilik rumah itu.


"Wajahnya seperti tidak asing," kata Felix yang mengintip dari lubang kunci.


"Masuklah kedalam lemari," kata Kylie.


Felix dan Ruby bersembunyi dalam lemari sementara Kylie dan Andy bersembunyi dibawah kolong tempat tidur bekas yang sudah tidak terpakai.


"Diam disini," kata wanita itu.


"Ada orang lain bersamanya?" tanya Ruby pada Felix.


"Aku tidak melihat adanya orang lain tadi," jawab Felix dengan pelan.


"Diam disini sementara. Aku akan menyelamatkanmu,tapi sebelumnya aku akan menyelamatkan diriku sendiri lebih dulu," katanya.


"Dan,sebagai bukti aku akan memotret wajahmu dengan ponselku," tambahnya sambil mendorong wanita lain yang bersamanya untuk duduk di tempat tidur bekas,membelakangi lemari tempat Ruby dan Felix bersembunyi.


Tidak membutuhkan waktu yang lama,wanita itu pergi meninggalkan wanita lain yang diajaknya tadi di dalam gudang.


"Apa kita harus keluar?" bisik Felix.


"Tunggu sebentar. Sebentar saja," jawab Ruby.


Uhuk..


Suara batuk dari bawah tempat tidur.

__ADS_1


Seketika wanita yang duduk diatas tempat tidur itu berteriak karena kaget. Kylie dan Andy merangkak keluar dari tempat tidur dan hal itu semakin mengagetkan wanita yang kini berdiri tertegun di samping tempat tidur.


"Ka.. Kau? Teman Ruby bukan?" tanya wanita itu.


Kylie berdiam mengamati wanita yang tidak ia kenal itu.


"Ruby yang ia maksud adalah aku?" Ruby merasa penasaran sehingga berbicara sendiri.


"Aku pernah melihatmu datang ke rumah Ruby dulu," kata wanita itu pada Kylie.


"Ruby,keluarlah," suruh Kylie.


Ruby dan Felix keluar dari dalam lemari secara perlahan. Ia menatap wanita yang masih memunggunginya,menerka-nerka siapakah wanita itu sebelum ia melihat wajahnya.


"Bibi Ellen?!" Ruby terkejut melihat kehadirannya di tempat itu.


"Ruby? Kenapa disini?" tanya bi Ellen.


"Ceritanya sangat panjang. Akan aku ceritakan nanti," jawab Ruby.


"Kau,kekasihnya bukan? Kenapa semuanya ada di tempat ini," bi Ellen merasa sangat kebingungan.


"Lalu bibi sendiri kenapa bisa sampai di tempat ini?" tanya Ruby.


"Kau ingat wanita yang kau antarkan ke rumahku? Dia yang membawaku datang ke tempat ini," jawabnya.


"Nanti aku ceritakan secara lengkap. Sekarang kita harus pergi," tambahnya.


"Tenang,aku membawa semua kunci serep rumah ini," Kylie mengeluarkan lima buah kunci dari saku jaketnya.


"Tapi kita harus mencocokkan yang mana kunci gudang ini," kata Andy dengan suaranya yang menggemaskan.


Kylie dan Andy sibuk mencoba kunci yang mereka miliki sementara Felix mengirim pesan pada Thomas tentang keadaan mereka saat ini.


"Teman-teman kita menunggu di motel," Felix memberitahukan Ruby dimana tema-teman mereka berada.

__ADS_1


Klek..


Salah satu kunci yang dimiliki Kylie berhasil membuka pintu gudang itu. Mereka keluar dari gudang secara perlahan.


__ADS_2