Journeys End

Journeys End
An important life choice you've made


__ADS_3

Ponsel Felix terus-menerus berdering dari pagi namun Felix maupun Ruby tidak mendengar suara telepon tersebut. Karena sedikit kelelahan,sampai siang mereka belum juga bangun tidur.


Tin.. Tin.. Tin..


Suara klakson kendaraan di depan rumah Ruby berhasil membangunkan Felix. Ia melihat dari jendela,Bella dan Cassie sedang mengklakson motornya.


"Yang,bangun," dengan rasa kantuk yang masih Felix rasakan,ia membangunkan Ruby kemudian kembali tidur.


Ruby menghampiri mereka tanpa berganti pakaian. Ternyata Reno dan Thomas juga ada di sana.


"Ada apa pagi-pagi?" tanya Ruby sambil mengucek-ngucek matanya.


"Pagi? Ini sudah pukul satu siang," sahut Reno.


"Ah,baiklah. Ada apa?" tanya Ruby kembali.


"Media semakin menjadi-jadi," jawab Reno.


"Aku mau istirahat dulu. Kita bahas masalah itu nanti saja," saran Ruby.


Karena Ruby masih tampak kelelahan sementara Felix kembali tertidur,Reno memutuskan untuk kembali sore nanti bersama teman-teman yang lain.


***


Hari mulai gelap. Hujan deras disertai angin kencang melanda malam itu. Pertemuan yang mereka rencanakan harusnya dimulai pada sore hari,tapi seperti biasa,ada saja salah satu dari mereka yang terlambat datang.


"Langsung saja,sekarang apa yang harus kita lakukan? Aku sudah tidak tau harus berbuat apa," Reno memulai dengan serius.


"Sebenarnya yang beredar di media hanya aku dan Felix yang dipermasalahkan. Tidak menyangkut kalian jadi kami akan membereskannya sendiri," jawab Ruby.


"Tidak bisa begitu karena aku juga terlibat walaupun media tidak menyorot namaku," ujar Thomas.


"Betul. Kami tidak bisa membiarkan kalian menyelesaikan ini berdua," Reno setuju dengan perkataan Thomas.


"Mereka juga membayar media untuk melawan kita sementara kita hanya bisa menyerang lewat sosial media. Mau tidak mau kita hanya bisa mengandalkan sosial media dan mempublikasikan bukti-bukti kuat yang kita miliki," kata Ruby.


"Oh iya. Ada sesuatu yang ingin aku katakan pada kalian entah ini hanya perasaanku saja atau memang benar seperti yang aku pikirkan," kini Felix ikut meramaikan perbincangan itu.


"Ada apa?" tanya Thomas.


"Sepertinya kita bisa melawan berita buruk yang beredar tentang kita di media dengan cara ini dan aku yakin berhasil," Felix sengaja membuat orang-orang merasa penasaran.

__ADS_1


"Kenapa kau tidak memberitahuku lebih dulu?" tanya Ruby.


"Ya sekalian saja disini agar aku tidak perlu repot berbicara dua kali," jawab Felix.


"Oh," Ruby menjawab dengan ketus.


"Ketika aku pergi dan mengajak bi Ellen serta Kylie kembali,kami melewati jalan rahasia dimana jalan itu bercabang. Aku yakin di jalur satunya kita bisa menemukan sesuatu," kata Felix.


"Maksudmu kita harus kembali kesana? Kau gila?" Reno sedikit tidak setuju.


"Bagaimana menurutmu?" tanya Felix pada Ruby.


"Kau kesana saja sendiri. Aku akan membersihkan namaku sendiri," jawab Ruby.


"Sayang,kau marah ya gara-gara aku tidak memberitahu mu lebih dulu?"


"Tidak," jawab Ruby.


"Permisi," seseorang terdengar di luar rumah Ruby.


Ruby bangun dan pergi keluar untuk mengecek siapakah yang datang disaat hujan deras malam-malam.


"Ava? Ada apa?" Ruby terkejut teman kuliahnya itu kini berada di rumahnya. Ava datang tanpa memberi kabar lebih dulu.


"Dia marah," kata Thomas pada Felix.


"Kenapa masalah sepele saja dia marah?" Felix sedikit kesal.


"Biasanya dia sedikit sensitif sebelum datang bulan," jawab Thomas.


"Tapi menurutku kau salah. Kenapa tidak memberitahu dia lebih dulu padahal dia kekasihmu dan seharian ini juga kau menempel terus bersamanya. Sepertinya memang hanya aku yang bisa mengerti dia," tambah Thomas.


Suasana menjadi hening beberapa saat. Orang-orang menjadi tegang karena ucapan Thomas pada Felix.


"Ah baik ayo lanjutkan. Jadi apa usulan kalian?" Thomas berusaha mencairkan suasana.


"Bagaimana kalau minta tolong Anton?" usulan pertama datang dari Kylie.


"Sebenarnya aku sudah menghubungi Anton," sahut Reno.


Tadi malam,Reno terbangun dan sulit untuk tidur kembali. Ia ingat bahwa dirinya sudah bertukar nomor ponsel dengan Anton jadi ia memutuskan untuk menghubungi Anton. Reno bertanya tentang pekerjaan Anton lebih jauh kemudian Anton mengungkapkan identitasnya. Ia bekerja di sebuah perusahaan koran yang pertama kali menyebarkan berita bahwa Ruby dan Felix menyebarkan informasi palsu mengenai sekte itu. Karena Anton tau bahwa perusahaan tempatnya bekerja dibayar oleh pimpinan dari sekte yang juga ikut membantu mendanai perusahaan itu,jadi perusahaan tempat Anton bekerja tidak bisa melawan. Anton menentang dengan keras tindakan yang diambil oleh perusahaan tempatnya bekerja dan dia mengundurkan diri. Anton adalah salah satu wartawan terbaik yang dimiliki oleh perusahaan itu,dan perusahaan sangat berat melepas Anton namun Anton bersikeras untuk berhenti. Kini Anton menerbitkan artikel secara mandiri di website buatannya sendiri,karena nama Anton sudah cukup terkenal dalam dunia kepenulisan maka cukup mudah baginya mendapatkan banyak pembaca dalam waktu singkat. Kedatangan Anton ke motel itu merupakan caranya untuk membuktikan kebenaran dari keberadaan sekte itu,apa yang terjadi dan apa yang ditutup-tutupi.

__ADS_1


"Intinya Anton juga bisa kita ajak kerja sama mengungkap fakta tentang sekte itu," kata Reno.


"Tapi kau sendiri tidak setuju untuk kembali kesana," sahut Thomas.


"Aku takut," jawabnya.


"Kalau begitu aku akan membantu Anton agar secepatnya fakta tentang sekte ini bisa kita ungkap ke publik," Thomas memberanikan dirinya untuk kembali kesana.


Reno kembali menghubungi Anton dan mengajaknya untuk bekerja sama. Anton tentu saja sangat diuntungkan dengan kerja sama yang akan mereka jalin,dan Ruby beserta Felix juga bisa membersihkan nama nya yang sudah tercoreng.


"Jadi intinya kita akan kembali ke tempat itu?" tanya Kylie untuk memastikan.


"Betul,jadi siapa saja yang akan ikut?" Thomas mengambil ponselnya,membuka note dan mulai mengetik namanya sendiri.


"Aku," jawab Andy.


"Hahaha anak ini. Baiklah akan aku tulis," Thomas menulis nama Andy dan nama teman-teman lain yang ikut bergabung.


**


Malam semakin larut namun hujan tidak kunjung reda. Mereka semua memutuskan untuk begadang bersama di rumah Ruby. Ava ikut bergabung bersama mereka. Ruby memperkenalkan teman kuliahnya itu kepada teman-teman yang ada di rumahnya. Cukup lama Ruby dan Ava berbincang tadi dan meninggalkan teman-temannya menyusun rencana. Ruby menceritakan apa yang menimpanya kepada Ava.


"Kau setuju dengan rencana yang sudah kami buat?" tanya Reno pada Ruby setelah ia menjelaskan hasil diskusinya tadi.


"Baik,aku setuju," jawab Ruby.


"Baik sekarang bersantailah. Besok siapkan barang yang akan kita bawa,lusa berangkat," ujar Thomas.


"Memangnya kita akan tinggal dimana setelah sampai disana?" tanya Ruby karena merasa rencana yang disusun teman-temannya kurang jelas.


"Ah,ya. Di motel," jawab Felix.


"Hah bisa-bisanya. Rencana ini belum matang ya?" Ruby yang memang sangat detail tidak ingin mengambil resiko.


"Lebih baik kita kemah di sekitar tempat itu. Kita tidak bisa ke motel karena bukan pengunjung lagi. Bisa-bisanya," kata Ruby.


"Baik aku setuju untuk kemah," jawab Reno diikuti oleh teman-teman yang lain.


 


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2