
"Hey itu dua orang wanita," ujar Ruby setelah melihat mereka membuka helm nya.
"Hai. Kita lagi ada di motel yang sedang viral," kata wanita itu sambil mengarahkan kamera ke sekeliling motel.
Para anggota sekte berusaha mengahalangi mereka dan menanyakan apa tujuan mereka datang.
"Tunggu. Motor bisa masuk jadi pohonnya sudah dipindahkan? Kita bisa segera kabur," ujar Felix.
Ibu Poppy terlihat datang mendatangi mereka,Ruby segera merekam kejadian itu.
"Hahahalucu sekali mereka,pura-pura mengatakan dari pihak kepolisian," Thomas tertawa melihat adegan itu.
"Ada apa?" tanya Ann.
"Dimana sekte itu? Apa benar kanibal,aku tidak percaya ada orang seperti itu," kata seorang wanita.
Ibu Poppy hanya menanggapinya dengan tersenyum.
"Tidak ada hal seperti itu disini. Tempat ini suci,persembahan yang kami lakukan untuk membersihkan alam semesta dari perbuatan kotor," katanya.
"Sudah aku duga dia akan berdalih membersihkan dosa dan sejenisnya," ujar Ruby.
Tok.. Tok..
Pintu kamar itu diketuk.
"Aku saja," kata Ruby sambil menyerahkan ponselnya pada Thomas.
"Tapi kau kan.."
Belum selesai Thomas berbicara,Ruby sudah membuka pintu itu.
"Ada apa,Poppy?" tanya Ruby.
Poppy terlihat sangat terkejut melihat kehadiran Ruby di tempat itu.
"Kapan kau kembali?" tanya nya.
__ADS_1
"Aku selalu disini," jawab Ruby sambil tersenyum.
"Ah,begitu. Aku pikir kau.."
"Meninggal?" Felix ikut bergabung bersama mereka.
"Kenapa kau tidak memberitahu ku bahwa Ruby telah kembali?" Poppy kembali bertanya.
"Memangnya kami wajib memberitahu setiap kegiatan yang kami lakukan?" kini Thomas juga ikut bergabung dengan mereka bertiga.
"Maksudku,aku hanya ingin membantu," jawab Poppy yang mulai merasa terpojok.
"Bagaimana caramu membantu? Sedangkan kami menelepon polisi saja kau tidak izinkan bahkan aku sudah menelepon polisi setelah melihat mayat itu,tapi sekte mu itu menghalang-halangi bukan?" Ruby mulai melawan dengan terang-terangan.
Beberapa saat terdiam,Poppy tiba-tiba mengeluarkan senyuman jahatnya.
"Jadi kau sudah mengetahui rahasia kami?" tanya nya sambil tersenyum.
"Tentu saja,bibi mu sendiri yang memberitahu ketika aku dan Felix pertama kali ke motel ini," jawab Ruby.
Poppy diam terpaku,ia terpancing dan mengakui bahwa benar sekte itu ada. Padahal Ruby tidak mengatakan dengan jelas bagaimana ia bisa mengetahui tentang adanya sekte itu.
"Tunggu,darimana kau tau dia bibiku?" tanya nya.
"Dia sempat bercerita sedikit dari jendela ketika aku di kamar," jawab Ruby.
"Apa yang ia ceritakan?" Poppy mencoba mencari tau. Ruby pura-pura terbawa suasana dan menceritakan apa yang ia dengar.
"Ia berkata bahwa sekte itu ialah sekte yang memiliki tugas mulia untuk menghilangkan dosa di muka bumi,namun karena kekasihnya tewas akibat ulah sekte itu maka ia dendam. Padahal jika tidak,ia tentu akan ikut dalam sekte itu," cerita Ruby.
"Memang,sekte kami bertujuan untuk menghapuskan dosa," Poppy menjawab dengan bangga.
Thomas diam-diam merekam percakapan itu. Ruby dengan segenap keahliannya terus bercerita yang membawa Poppy terhanyut dalam suasana. Sedikit demi sedikit ia membocorkan informasi rahasia.
"Ibu dan ayahku sudah lama membangun sekte itu agar terus berkembang dan kini sudah banyak pengikutnya," kata Poppy.
"Anak ini bodoh atau apa?" bisik Felix pada Thomas.
__ADS_1
"Diam kau," Thomas berpura-pura menyimak obrolan mereka.
"Bagaimana sekte ini bisa ada?" Ruby terus mengulik informasi.
"Dari zaman dulu sudah ada,sejak aku kecil," jawab Poppy sambil sempoyongan.
Ya,Poppy terlalu banyak minum. Ia juga tertekan karena mendapatkan tugas yang cukup berat dari pimpinan sekte itu yang tidak lain adalah ayahnya sendiri. Ruby teringat akan Kylie,ia juga terpaksa menjadi jahat karena menyelamatkan ayahnya.
"Kenapa kasus yang seperti ini selalu datang padaku?" ujar Ruby dengan pelan.
"Sayang,dia mabuk," kata Felix di tengah lamunan Ruby.
Dua botol soju mereka minum,namun Ruby hanya meminum sedikit. Ia sengaja memberikan banyak soju pada Poppy agar semakin mudah mendapatkan informasi.
Soju merupakan minuman beralkohol dari Korea. Ruby membawanya dari rumah dan ia baru teringat bahwa ia dan Felix masih memiliki stok makanan dan beberapa soju di box penyimpanan mereka.
"Kita cek mobil nanti,siapa tau kita bisa menemukan sesuatu yang berharga lagi," ujar Ruby sambil meminum soju nya.
"Kau jangan ikut mabuk," Thomas menyingkirkan botol-botol itu agar tidak ada orang yang melihat.
"Kalian,pindahkan Poppy ke kamarnya. Sudah cukup banyak informasi yang kita dapatkan," pinta Ruby.
Thomas dan Felix menggendong Poppy menuju kamarnya. Sedangkan Ruby mengawasi di depan. Masih terlihat ramai di depan motel,dua wanita pemberani itu masih asik berbincang dengan ibu Poppy.
"Sebaiknya kita menguping,jangan lupa terus bagikan informasi yang kita dapat ke sosial media," saran Felix.
Thomas dan Ruby mengikuti Felix menuju kamar mereka. Dari sana,suara orang-orang di luar motel terdengar sangat jelas.
"Setelah ini kita tidak bisa berada di kamar ini lagi," Ruby berbicara ditengah keheningan mereka yang sedang serius merekam.
"Kemana kita akan pergi?" tanya Felix.
"Kalian pergilah bersama Reno,aku yakin dia akan segera datang," jawabnya.
"Kenapa hanya kami? Kau? tanya Thomas.
"Aku harus menyelesaikan apa yang telah aku mulai," jawab Ruby dengan mata berkaca-kaca.
__ADS_1
"A.. Apa? Apa maksudmu?" tanya Felix dengan pelan.
"Aku akan mengorbankan diriku," Ruby berjalan keluar kamar.