
"Aaaaa" wanita-wanita itu berteriak saat Felix masuk kedalam ruangan.
Ruby ikut menyusul dan berusaha menenangkan.
"Tenang,kami bukan orang jahat. Kami mau menyelamatkan kalian," kata Ruby.
"Kau,bukankah kau yang seharusnya menjadi dayang bapa kami?" tanya seorang wanita pada Ruby.
"Da.. Dayang?" Ruby kebingungan karena yang ia tau bahwa ia akan dijadikan tumbal untuk dibunuh.
Ellen masuk kedalam bersama dengan Thomas.
"Dayang disini adalah wanita yang harus ditiduri oleh pria tua tadi. Jadi akan dibagi seperti tugas piket. Yang terpilih menjadi dayang harus melayani pria itu dan tidak boleh menolak," terang Ellen.
"Apa? Aku ingin dijadikan budak oleh tua bangka sialan itu? Dasar sinting," Ruby merasa jijik setelah mendengar penjelasan dari Ellen.
Ellen kemudian memberi isyarat pada Ruby,Thomas dan Felix untuk keluar dari ruangan itu.
Mereka bertiga keluar dari ruangan itu dan membiarkan Ellen berbicara dengan wanita-wanita tadi sementara Zoe hanya berkeliaran tidak jelas di sekitar ruangan.
"Wajar saja pria itu bernafsu padamu,Ruby," ujar Thomas.
"Apa maksudmu?" Ruby mengerenyitkan dahi setelah mendengar perkataan Thomas.
"Siapa yang tidak bernafsu melihat tubuhmu," jawabnya.
"Kau mau ngajak ribut ya?" sela Felix setelah mendengar perkataan Thomas.
"Hahaha santai santai," jawab Thomas sambil bercanda.
"Zoe,apa yang kau lakukan? Kemarilah," panggil Ruby.
Tapi,Zoe tidak mau mendekat dan lebih memilih jongkok dibawah pohon.
Thomas mendekati Zoe dan menggendongnya secara paksa.
"Ada apa denganmu?" tanya Ruby.
"Aku ingin bertemu ibu," jawab Zoe.
"Nanti akan aku antar," kata Felix.
"Benarkah? Janji ya," mata Zoe tampak berbinar setelah mendengar apa yang Felix katakan.
"Janji," Felix menjawab dengan singkat.
"Kalian,kemarilah," panggil Ellen.
Thomas dan Felix mendekat sementara Ruby memilih untuk diam diluar bersama Zoe,ia takut jika mengajak Zoe ikut Zoe akan mendengar hal-hal yang seharusnya tidak ia dengan di usianya yang masih sangat kecil.
Thomas dan Felix memasuki ruangan,wanita-wanita itu tampak agak tenang dibandingkan tadi saat pertama kali Thomas dan Felix melihat mereka.
__ADS_1
"Kami ingin menanyakan beberapa hal pada kalian," Thomas mengawali.
Ketiga wanita itu hanya mengangguk-angguk.
"Kenapa kalian ada disini?" tanya Thomas.
"Hari ini giliran kami yang melayani," jawab salah seorang wanita.
"Seharusnya acara sudah dimulai," tambahnya.
"Acara apa?" Felix tak paham.
"Sebelum memulai biasanya ibu akan mengadakan ritual barulah kami mulai melayani.
"Baik,aku paham. Jadi tujuan kami datang untuk menyelamatkan kalian agar kalian tidak perlu melakukan hal seperti itu lagi," Thomas mulai menjelaskan maksud kedatangannya.
"Kami tidak memiliki rumah ataupun keluarga. Disini kami bisa mendapat tempat tinggal dan juga makanan yang layak. Kami dengan senang hati melayani," jawab wanita itu.
Felix dan Thomas saling bertatapan satu sama lain. Mereka tau akan agak sulit untuk membujuk mereka.
"Aku mau memberikan informasi bahwa bos kalian sudah ditangkap polisi," kata Felix.
Ia kemudian memberikan video rekaman kejadian yang terjadi sebelum mereka datang ke tempat itu.
Ketiga wanita itu menonton video dengan seksama dan memperlihatkan ekspresi terkejut saat polisi menangkap pria tua itu.
"Apa yang kalian lakukan adalah hal yang salah. Bagaimanapun,pria itu sudah beristri dan sangat dilarang melakukan hal-hal seperti itu pada pria yang sudah berkeluarga. Makanya pria itu ditangkap dengan wanita di sampingnya. Wanita itu juga melakukan hal seperti yang akan kalian lakukan hari ini," Thomas menjelaskan panjang lebar.
"Maksudmu wanita itu ditangkap karena melayani?" tanya wanita tadi.
Mereka bertiga terdiam sejenak,wajah yang awalnya tampak tenang kini terlihat sedikit panik.
"Lalu apa yang harus kami lakukan?"
"Kami tentu datang kesini untuk membantu kalian,karena kalian adalah korban. Kalian tidak memiliki keluarga dan tempat tinggal sehingga sekte ini memanfaatkan keadaan kalian itu untuk menjadikan kalian budak," terang Felix.
"Tapi untuk membebaskan kalian,kami harus menanyakan beberapa hal pada kalian. Apa kalian bersedia direkam?" tanya Felix.
Mereka bertiga hanya mengangguk.
"Apa saja yang harus kalian lakukan selama bertugas disini?" tanya Felix.
"Kami hanya disuruh melayani jika dipanggil," jawab wanita yang duduk paling kiri.
"Bertiga dalam satu kali hm apa namanya," Felix agak bingung menyampaikan maksudnya.
"Dalam sekali melayani apa selalu dengan tiga wanita?" Thomas membantu menjelaskan.
"Tidak. Terkadang satu orang,terkadang dua orang. Hari ini kami dipanggil bertiga," jawab wanita itu.
"Wah pria tua itu benar-benar.."
__ADS_1
"Diam. Kita lanjutkan dulu," Thomas menberitahukan Felix agar fokus.
"Dimana kalian biasanya melakukan tugas?" tanya Felix.
"Di tempat ritual,di aula sana," wanita yang duduk di tengah-tengah menunjuk kearah luar.
"Di tempat terbuka itu?" Felix agak terkejut.
"Iya,karena pada malam hari anggota lain akan segera datang berkumpul. Mereka memainkan alat musik dan kami melakukan tugas kami," jawabnya.
Thomas dan Felix kembali saling pandang satu sama lain.
"Dimana kalian tinggal?" tanya Thomas.
"Maaf,untuk tempat tinggal kami tidak bisa memberitahu karena sangat rahasia. Di awal kami tidak diizinkan untuk memberitahukan dimana kami tinggal," wanita itu menolak untuk memberi jawaban.
"Apa kalian ingin tau cara kami menjalankan tugas?" tanya wanita yang sejak tadi hanya diam.
"Eh,bagaimana?" Felix mengulur waktu dan mengabari Ruby untuk merekam diam-diam dari jendela.
Saat Ruby sudah siap,Felix kembali menanyakan apa maksud perkataan wanita itu.
"Maksudmu bagaimana?" Felix pura-pura penasaran.
"Mungkin kalian penasaran bagaimana cara kami melayani bapa dan ibu," katanya.
"Dan ibu?" Felix syok mendengar perkataan itu.
"Dengan cara apa kalian melayani ibu? Membawakan makanan dan menjadi pesuruh?" Thomas ingin memastikan apa yang ada di benaknya salah.
"Sama saja seperti melayani bapa tapi itu hanya jika bapa menginginkan. Karena kami melayani ibu atas perintah bapa,bukan karena keinginan ibu sendiri," terangnya.
"Fantasi pria itu memang gila," ujar Felix perlahan.
"Memangnya bagaimana cara kalian melayani bapa?" Felix memancing.
Wanita yang tadi menawarkan diri untuk memberitahukan bagaimana cara ia melayani mendekati Felix. Ia memegang tangan Felix dan menaruhnya di pinggang.
"Baik aku paham. Aku tidak mau melanjutkan," Felix segera menepis tangan wanita itu.
Thomas hanya tertawa geli sedangkan Felix panik takut Ruby marah padanya.
"Ayo keluar dari sini. Kalian tidak akan melayani hari ini karena bapa kalian sedang berada di penjara," Thomas bangun disusul oleh Felix.
Wanita itu keluar mengikuti keduanya.
Mereka melihat Ruby dengan tatapan sinis.
Sementara Ruby memelototi Felix.
"Sayang," kata Felix pada Ruby.
__ADS_1
"Sayang apanya," Ruby melempar botol bekas air mineral pada Felix.
"Astaga sayang," Felix mendekati Ruby dan menciumnya.