Journeys End

Journeys End
I missed something didn't I?


__ADS_3

Kokok ayam tetangga di tengah kesibukan kota terdengar hingga rumah Ruby. Felix dan Ruby yang baru saja bangun langsung pergi ke rumah Ellen,dengan harapan Ellen kembali. Pintu gerbang terkunci,sandal Ellen juga terlihat ada di depan pintu.


Ruby memanggil-manggil Ellen namun tidak ada yang menjawab.


"Sayang,telepon saja," usul Felix.


Ruby bergegas kembali ke rumahnya dan menelepon Ellen namun tidak ada jawaban. Sementara itu,Felix masih berusaha memanggil-manggil Ellen.


Felix menyerah karena tidak seorang pun keluar dari rumah Ellen. Ia lantas kembali ke rumah untuk memberitahu Ruby.


"Yang,tidak ada jawaban dari dalam rumah," kata Felix.


"Panggilan teleponku juga tidak diangkat," jawab Ruby.


Mereka mengabari teman-teman yang lain di grup.


Prang..


Terdengar sesuatu yang pecah di dapur. Ruby dan Felix bergegas ke dapur untuk mengecek sumber suara itu.


"Sorry. Aku memecahkan piring," ujar Thomas.


"Ah,tidak apa. Biar aku bersihkan," respon Ruby.


"Kenapa harus kau? Biar dia saja sendiri," Felix menanggapi dengan sinis.


"Kau ini kenapa sensi sekali sih?" Thomas mentertawakan sikap Felix.


"Aku tidak peduli. Wle," Felix menjulurkan lidahnya kearah Thomas seperti anak kecil.

__ADS_1


Ruby hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah laku mereka berdua.


**


Matahari terik menyengat kulit Ruby yang sedang menjemur pakaian di halaman. Terlihat Thomas dan Felix mengobrol akrab di teras.


"Kita cek ke rumah bi Ellen saja lagi," saran Ruby.


"Biar aku saja dengan Thomas," jawab Felix.


Ruby sedikit heran karena kemarin mereka bertengkar layaknya kucing dan anjing namun hari ini mereka seperti teman yang tidak terpisahkan.


"Ruby!" seru Thomas dari gang.


Sontak saja Ruby yang sedang menjemur pakaian dalam langsung berlari ke gang dengan pakaian seadanya.


"Ada apa?" tanya Ruby panik.


Mereka bertiga masuk kedalam rumah Ellen yang sudah tidak terkunci lagi. Pintu rumah tampak terbuka. Ada dua pasang sandal di depan pintu,satu sandal orang dewasa dan satu lagi sandal anak-anak.


"Kakak," seorang anak muncul dari dalam rumah.


"An.. Andy?!" Ruby dan Thomas menyebut nama Andy berbarengan yang membuat Felix kembali jengkel.


"Kenapa anak kecil ini bisa berada disini?" tanya Felix.


"Hey," Andy protes ketika Felix menyebutnya sebagai anak kecil.


"Baiklah Andy sayang. Kenapa kau disini?" Felix mengulang pertanyaannya.

__ADS_1


"Rahasia," Andy meninggalkan mereka bertiga masuk kedalam rumah.


Mereka bertiga sangat penasaran dan Thomas masuk kedalam rumah tanpa permisi.


"Andy,kakak mau bicara," bujuk Thomas.


"Apa kak?" Andy keluar dari dapur dengan membawa sebuah pisang.


"Dimana bi Ellen?" tanya Thomas.


"Tadi bersama ibu sekarang entah kemana," jawab Andy.


"Kau disini dengan siapa?" tanya Thomas lagi.


"Dengan kak Kylie," jawabnya.


Thomas keluar dan memberitahu Ruby dan Fix apa yang Andy katakan padanya tadi.


"Ellen bersama ibu Andy maksudmu? Ibu Kylie?" Ruby seketika ragu-ragu.


"Iya,sama saja kan ibu mereka?" Thomas bertanya balik.


"Ah,iya. Maksudku.."


"Ah,wanita itu yang dulu.." kini Thomas mengerti mengapa Ruby menjadi gugup.


"Apa sih aku tidak paham," Felix meminta penjelasan.


"Miranda kan ibu mereka? Miranda sudah bebas dari penjara?" tanya Thomas pada Felix yang tidak paham dengan situasi yang tengah terjadi.

__ADS_1


"Tidak. Ibuku tidak pernah dipenjara," Kylie muncul dari dalam rumah.


__ADS_2