Journeys End

Journeys End
drive safely


__ADS_3

Thomas menghampiri teman-temannya di sebuah tempat kost dekat persimpangan jalan. Sambil menunggu Thomas,mereka beristirahat sebentar disana sementara yang lainnya menunggu di mobil.


"Aku sudah memesan taksi,ayo ke rumahku," ajak Thomas.


Mereka ber-empat menaiki taksi sementara Thomas ikut dengan Ruby menumpang di mobilnya.


"Tolong antar aku pulang,ya," ujar Thomas.


"Biar aku yang menyetir," Ruby mengambil alih kemudi dari Felix karena ia mengetahui jalan ke rumah Thomas.


"Bagaimana teman-temanmu?" tanya Felix pada Thomas.


"Mereka baik-baik saja," jawab Thomas.


Sementara itu,di mobil lain Anton sudah diberi tau untuk langsung pergi ke rumah Ellen.


"Aku tidak menyangka kita akan keluar dari tempat itu dengan mudah," ujar Kylie.


"Berkat Miranda," jawab Ellen.


"Bi,tolong rahasiakan hal ini dari Ruby dan Thomas," Kylie memohon pada Ellen.


"Tenang saja,aku juga sudah berjanji pada ibumu," jawabnya.


Anton diam-diam mendengarkan pembicaraan mereka namun ia tidak berkomentar. Namun tetap saja ia sangat penasaran dengan apa yang Kylie dan Ellen rahasiakan.


"Ah,belok kiri," ujar Ellen sambil menunjuk ke arah sebuah gang.


Anton mengantarkan mereka sampai di depan gang. Kylie,Ellen,Reno,dan Andy turun disana. Ternyata Cassie dan Bella mengikuti mereka tanpa sepengetahuan siapapun.


"Terimakasih Anton," kata Ellen.


Anton hanya mengangguk sambil tersenyum,kemudian ia meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


"Sambil menunggu Ruby,mampirlah ke rumahku," ajak Ellen.


Karena tidak ada pilihan lain,daripada menunggu di depan gang malam-malam lebih baik mereka beristirahat di rumah Ellen.


"Itu rumah Ruby dan ini rumahku," kata Ellen.


"Besar juga rumah nenek lampir itu," jawab Reno.


"Aku adukan ke kak Ruby ya," ancam Andy. Namun ancaman itu malah menjadi hiburan tersendiri bagi mereka di tengah kelelahan yang mereka rasakan.


Ellen masuk ke rumahnya dimana kondisi rumah itu masih sama seperti kondisi disaat ia dipaksa untuk meninggalkan rumahnya. Pintu gerbang yang sedikit terbuka,pintu rumah terbuka lebar beserta jendela yang juga terbuka. Ellen mengecek kedalam rumahnya karena takut ada pencuri. Reno turut membantu Ellen mengecek rumah itu.


"Teman-teman semuanya aman. Ayo masuk," kata Reno setelah selesai megecek rumah Ellen.


"Aku sangat mengantuk," Andy menguap di depan Kylie.


"Tidurlah di kamarku," Ellen mengantar Andy ke kamarnya sementara Reno merebahkan diri di sofa.


"Akan aku buatkan," jawab Ellen.


"Aku akan membuatnya sendiri,bibi mandi lah lebih dulu," Kylie berjalan menuju dapur yang letaknya dekat dengan kamar Ellen. Tanpa diberitahu,Kylie sudah tau dimana letak dapurnya karena dari luar rumah juga dapur itu bisa dilihat.


Kylie memasak dua porsi mie instan goreng,kemudian ia memakannya satu. Bella dan Cassie sudah membawa bekal mereka sendiri.


"Aku akan melihat adikku,kalian tidurlah," Kylie masuk kedalam kamar Ellen dan berbaring di samping Andy sementara Cassie dan Bella tidur di kasur yang diletakkan di lantai rumah. Semuanya tertidur di rumah Ellen malam itu.


Sementara itu,Ruby dan Felix kembali ke rumah Ruby setelah mengantar Thomas pulang. Pintu gerbang rumah Ellen sudah tertutup,dari tembok Felix mengintip dan motor Bella terparkir di halaman. Sepatu mereka juga ada di luar rumah Ellen.


"Sepertinya mereka sudah tidur," ujar Felix.


Dengan rasa lelah yang menyerangnya,Ruby berjalan menuju rumahnya dan membuka pintu gerbang dengan kunci yang ia bawa. Gembok yang terpasang berhasil lepas,kemudian ia masuk kedalam rumah dan Felix memarkir mobil.


"Sayang,aku mandi duluan ya," kata Ruby.

__ADS_1


"Iya sayang," jawab Felix sambil mengunci pintu gerbang.


Ruby masuk ke kamar mandi,mengisi bathtub dengan air hangat kemudian menambahkan air dingin kedalamnya. Ia sengaja tidak mengunci pintu kamar mandi.


Bayangan seseorang terlihat dari pintu kaca yang terkena uap air panas,Felix masuk kedalam kamar mandi.


"Aku kebelet," katanya.


Ruby menutup mata menikmati hari kebebasan mereka,sementara Felix yang masuk dengan alasan ingin buang air kini sudah berada di bathtub bersama Ruby.


"Aku lelah," kata Ruby.


"Aku tidak menerima alasan apapun,Ruby," jawab Felix.


"Baiklah,tapi tidak disini," Ruby menyelesaikan mandinya kemudian meninggalkan Felix menuju kamar untuk berganti pakaian.


"Bersiap-siaplah,aku mau mandi dulu," Felix berkata dari kamar mandi.


Ruby tidak menyahut,ia mengenkan dress tidur berwarna hitam,mengeringkan rambutnya yang basah kemudian menggunakan skincare. Kini Ruby berbaring di tempat tidur dan menunggu kekasihnya datang.


"Lama sekali," celetuk Ruby.


"Sabar sayang," Felix keluar dari kamar mandi dengan celana pendeknya sambil menggosok rambutnya yang basah.


"Pakai pakaianmu," Ruby memberikan Felix baju yang sudah ia ambil dari tas Felix.


"Tidak usah,nanti juga akan aku buka lagi," Felix meredupkan lampu tidur di samping tempat tidur Ruby.


"Hm,sebentar saja," bisik Ruby.


"Baik,aku akan mengikuti keinginanmu," jawab Felix.


Malam itu mereka menghabiskan waktu bersama hingga pagi tanpa tidur. Felix dan Ruby baru tertidur pada pukul empat pagi.

__ADS_1


__ADS_2