
Hari pertama menginap di tempat itu terasa biasa saja bagi Ruby,tidak ada hal istimewa ataupun peristiwa aneh.
"Hari ini kita akan pergi ke panti asuhan itu," ujar Thomas sambil meminum susu nya.
"Baiklah kami hanya akan mengikuti perkataanmu karena hanya kau yang tau tentang tempat ini," jawab Ruby.
Sementara Felix sibuk sendiri dengan ponselnya karena ia sedang mengabari Key bahwa kondisinya dan Ruby baik-baik saja.
"Aku akan mandi lebih dulu," Ruby beranjak dari kursinya dan pergi ke kamar mandi. Kini hanya tersisa Felix dan Thomas di meja makan.
"Ada apa? Kau tidak suka makanannya?" tanya Thomas.
"Ah,bukan begitu. Aku hanya sedang tidak nafsu makan," jawab Felix tanpa menatap Thomas.
"Tunggu. Kau sakit?" Thomas menyadari ada sesuatu yang aneh dari Felix.
"Diam. Jika Ruby mendengar dia akan sangat cerewet dan tidak akan mengijinkan ku pergi," kini Felix berbicara sambil menatap Thomas.
"Jadi kau benar-benar sakit? Istirahatlah," suruh Thomas.
"Tidak. Maksudku aku takut Ruby mengira aku sakit padahal kondisiku baik-baik saja. Jangan mengkhawatirkan ku,aku memang seperti ini setiap pagi," Felix kembali fokus pada ponselnya.
"Baiklah terserah kau saja. Habiskan makananmu," Thomas kembali menyantap makanannya.
**
Mereka berjalan menuju sebuah panti asuhan dengan membawa beberapa tas kain dengan pakaian dan makanan di dalamnya. Nantinya pakaian dan juga makanan yang mereka bawa akan mereka sumbangkan ke panti asuhan tersebut.
"Pertama kita akan menyumbangkan semua barang-barang yang kita bawa," ujar Thomas.
__ADS_1
"Aku tidak tau kau sudah menyiapkan barang sebanyak ini. Kenapa tidak memberitahu kami?" tanya Ruby.
"Aku juga baru tau tadi pagi. Akan aku ceritakan nanti. Ayo bergegas," Thomas terlihat tidak sabar.
Ruby dan Felix mengikuti Thomas yang mulai masuk ke halaman panti asuhan itu. Seorang wanita yang tengah duduk di taman dekat panti asuhan datang menghampiri mereka.
"Selamat siang. Ada yang bisa aku bantu?" tanya wanita itu.
"Kami ingin menyumbangkan pakaian dan beberapa makanan," jawab Thomas.
"Kalau begitu,masuklah. Kebetulan aku adalah penjaga panti asuhan ini," wanita itu mempersilahkan Thomas,Ruby,dan Felix masuk kedalam panti asuhan. Dari pintu depan sudah tampak anak-anak yang sedang bermain dengan riang gembira.
"Astaga Ruby,apa yang menempel di punggungmu?" Felix mengambil sebuah kertas yang sepertinya tertiup angin dan menempel di punggung Ruby tanpa ia sadari.
"Aku akan membuangnya," ujar Felix sambil keluar membawa kertas itu.
"Aku akan memperkenalkan diri. Aku Thomas,dan ini temanku namanya Ruby. Dan dia Felix," Thomas memperkenalkan dirinya dan kawan-kawannya.
"Namaku Jennifer Kim," ia menambahkan.
"Aku baru 2 tahun menjadi pengasuh disini,setelah aku menyelesaikan pendidikanku di Korea," imbuhnya.
"Usiamu tidak terpaut begitu jauh dengan kami,ya?" Ruby bertanya.
"Mungkin saja. Apa aku masih terlihat muda? tanya nya kepada Ruby.
Anak-anak yang sedang bermain mulai mendekat ke tempat Ruby,Felix,dan Thomas diam.
"Anak-anak,perkenalkan. Mereka adalah orang-orang baik hati yang menyumbang untuk kita semua," ujar Jennifer.
__ADS_1
"Terimakasih kak," kata anak-anak itu dengan kompak.
Mereka kemudian bermain bersama,sementara Thomas mengobrol dengan Jennifer.
"Jadi sebelum kau datang kemari,siapa yang menjaga tempat ini?" tanya Thomas.
"Dia seorang pria yang sudah tua. Sekarang sudah berhenti karena anaknya tidak mengizinkannya lagi untuk bekerja padahal pria itu sangat menyukai anak-anak. Mr. Clinton,pria tua yang ceria," Jennifer menjawab.
"Kau sendirian disini?" tanya Thomas kembali.
"Aku bersama bibiku. Dia pergi dari kemarin dan kemungkinan baru akan kembali sore atau malam nanti," Jennifer menanggapi setiap pertanyaan yang Thomas lontarkan.
"Apa kami bisa datang lagi kesini besok? Mungkin untuk membantumu menjaga anak-anak ini? Sebenarnya kami datang kemari secara tidak sengaja,mendengar disini ada panti asuhan maka kami memutuskan untuk menyumbang," kata Thomas.
"Tentu saja. Aku akan sangat senang jika kau dan teman-temanmu sering berkunjung kemari," Jennifer terlihat bahagia. Thomas menduga bahwa ia kesepian di tempat itu. Meskipun ramai anak-anak,namun tidak ada teman berbagi keluh kesah di sana.
"Aku boleh bergabung?" Ruby bergabung dengan mereka,sementara kini Thomas dan Felix bermain dengan anak-anak.
"Aku suka melihatmu," kata Jennifer.
"Hahaha,kenapa?" Ruby berusaha mengakrabkan diri.
"Kau wanita yang percaya diri,terlihat cerdas. Aku menyukai wanita-wanita sepertimu dalam circle ku," Jennifer menjawab.
"Kau juga terlihat cerdas,Jenn," Ruby memuji kembali Jennifer yang terus memujinya sejak tadi.
"Apa kau mau mengajakku berkeliling? Kenapa disini sangat luas,aku menyukai tempat ini," ujar Ruby.
"Tentu saja. Ayo berkeliling," Jennifer bangun diikuti oleh Ruby. Sementara itu,Thomas dan Felix mengerjakan tugasnya masing-masing.
__ADS_1
"Zoe,kau suka snack ini?" tanya Thomas sambil mengeluarkan snack cokelat karamel dari sakunya.
"Woohoo! Snack favoritku," Zoe yang merupakan seorang anak perempuan berambut pendek keriting langsung menyambar snack itu dari tangan Thomas.