
Ruby dan Thomas mencopot baterai dan kartu ponsel mereka. Sisa makanan yang ada mereka masukkan ke kantung yang dibawa Ruby sejak mereka melarikan diri dari gubuk mereka. Thomas menggendong Tim. Kali ini Tim yang biasanya banyak tanya hanya terdiam seakan-akan memahami situasi yang terjadi. Andy dan Miranda sedang memetik sayuran di kebunnya saat Thomas,Ruby dan Tim melarikan diri. Mereka berjalan mengendap-endap hingga agak jauh kemudian mereka lari.
"Mereka kabur!" teriakan Andy memecah keheningan dengan suara nyaring khas anak kecil.
"Sial," umpat Miranda yang masih terdengar dari kejauhan.
Mereka berlari dengan sangat cepat tanpa beristirahat. Selama 20 menit mereka terus berlari tanpa lelah. Maklum,Thomas dan Ruby juga merupakan seorang pelari yang sering mengikuti kompetisi.
"Istirahat dulu," Ruby mengambil air dan memberikannya pada Thomas dan Tim. Ia juga ikut minum dan duduk sebentar.
"Istirahat 5 menit," ujar Thomas.
Dengan keringat bercucuran mereka duduk di tanah tanpa memikirkan pakaian mereka akan kotor.
"Ayo jalan sekarang," Ruby bangun dan mengulurkan tangan pada Thomas.
Kali ini mereka tidak berlari,tapi berjalan cepat. Pohon-pohon makin sedikit. Banyak rumah terlihat dari kejauhan. Sepertinya sebuah pedesaan. Mereka kembali berlari hingga langit mulai gelap namun jalanan tetap terang karena terdapat banyak lampu.
Iya,mereka berhasil keluar dari hutan. Dengan kaki lemas Thomas ambruk di aspal.
Sekelompok anak muda yang baru saja pulang sekolah langsung menghampiri mereka.
"Kak? Kakak tidak apa?" tanya seorang anak.
Mereka mengenakan pakaian seragam SMA dan sedang berbelanja di sebuah toko.
Thomas dengan terengah-engah menjawab bahwa dirinya hanya kelelahan. Anak-anak itu mengajak Ruby,Thomas dan Tim ke toko tempat mereka berbelanja. Toko itu memang salah satu toko dimana anak-anak SMA suka nongkrong dan mengobrol karena area depannya seperti cafe.
Dalam hati Ruby berkata bahwa desa itu cukup maju.
Seorang anak membawakan mie instan yang sudah dimasak untuk Thomas,Ruby dan Tim. Mereka makan dengan lahap.
"Terimakasih telah membantu kami," kata Ruby.
"Kakak darimana?" tanya seorang anak wanita yang dari tanda pengenal di seragamnya,anak itu bernama Lucy.
__ADS_1
"Kami melarikan diri dari hutan. Kami diculik," jawab Ruby.
"Wah mereka beraksi lagi," kata anak laki-laki yang membawakan Thomas mie tadi.
"Sebaiknya kalian menginap di rumahku. Kebetulan hanya ada aku dan nenek di rumah karena orang tuaku pergi ke luar kota," Lucy menawarkan tempat menginap.
Thomas dan Ruby yang memang tidak tau harus tidur dimana langsung mengiyakan dan mengucapkan banyak terimakasih pada anak-anak SMA tadi.
***
"Kalian mandi dulu. Aku ambilkan pakaian ayah dan ibuku yang bisa kalian pakai untuk sementara," kata Lucy sambil menunjukkan arah kamar mandi.
Sembari mengambil pakaian,Lucy memberitahu neneknya bahwa mereka kedatangan tamu.
Thomas dan Tim yang sedang menunggu giliran untuk mandi dihampiri oleh neneknya Lucy.
"Ada tamu ya. Nenek ambilkan makanan dulu," kata nenek itu dengan ramah.
"Tidak usah,Nek. Tadi baru saja Lucy dan teman-temannya membelikan kami mie instan. Itu saja sudah cukup," jawab Thomas walaupun sebenarnya ia masih lapar.
Nenek itu tersenyum dan bergegas ke dapur. Ruby keluar dari kamar mandi kemudian Thomas dan Tim masuk untuk mandi bersama.
Lucy menemani Ruby di meja makan sementara nenek memasak makanan untuknya. Ruby yang tidak enak karena merepotkan mereka malam-malam segera pergi ke dapur untuk membantu nenek.
"Permisi,Nek," kata Ruby dari luar pintu dapur.
"Oh,tunggulah di meja,sayang," kata nenek.
"Apa ada yang bisa aku bantu,Nek?" tanya Ruby.
"Tidak usah. Nenek sangat suka memasak sendiri," jawab nenek sambil tersenyum.
Lucy dan Ruby kembali ke meja makan. Mereka duduk dan mengobrol tentang hal-hal ringan. Tidak lupa Ruby menanyakan dimana Lucy bersekolah dan bagaimana keadaan desa ini. Ternyata Lucy bersekolah di salah satu SMA Kristen favorit disana. Dan desa itu sejak beberapa tahun belakangan terus mengadakan pembangunan sehingga bisa seperti sekarang. Desa yang maju dengan penerangan yang cukup,bahkan hampir mirip kota.
Thomas keluar dari kamar mandi bersama Tim yang menggunakan pakaian kebesaran.
__ADS_1
Bersamaan dengan itu,nenek datang membawakan sup ayam untuk mereka. Dengan lahap mereka memakan sup buatan nenek.
"Kenapa kalian bisa disini? Sepertinya kalian dari kota," tanya nenek.
"Mereka diculik," jawab Lucy.
Nenek terlihat terkejut namun raut wajahnya kembali ceria.
"Ceritakan semuanya pada nenek. Besok pagi-pagi nenek antar kalian ke kantor polisi," kata nenek Lucy yang terkenal dengan panggilan nenek Jen.
Thomas menceritakan kronologi mereka diculik secara detail. Awal mereka diculik ketika berada di rumah Ruby,perlakuan penculik yang baik terhadap mereka,bertemu Miranda dan alasan penculik itu baik kepada mereka.
"Miranda,si bodoh itu," kata nenek.
"Apa nenek mengenalnya?" tanya Lucy.
"Dia dulu warga desa kita jauh sebelum desa kita mengalami pembangunan. Namun dia menikah dengan orang kota dan meninggalkan orang tuanya yang sakit-sakitan," jawab nenek Jen.
"Orang tua Miranda,berarti nenek dan kakeknya Kylie?" Ruby bertanya pada dirinya sendiri.
"Betul. Sepertinya sifat anak-anaknya juga sama dengan ibunya yang gila harta," kata nenek.
Nenek kemudian menceritakan bahwa dulu sebelum desa mereka maju dan kebanyakan penduduknya masih belum terlalu banyak mengenyam pendidikan,sering terjadi kasus orang hilang disana namun kemudian orang yang hilang itu kembali dengan trauma bahkan ada yang sampai gila.
Memang benar apa yang Miranda ceritakan namun ada satu kebohongan,suami Miranda belum meninggal.
Orang dengan gangguan mental yang menyuruh Kylie mencari target itu adalah ayah dari Kylie sendiri. Keluarga itu bekerja sama melakukan penculikan dan ketika ada yang akan kabur dan ketahuan oleh Miranda maka ia akan berpura-pura membantu. Namun biasanya orang yang sampai tertangkap oleh Miranda tidak pernah kembali. Hanya orang yang langsung kabur dari tempat mereka disekap lah yang bisa kembali dengan kondisi kejiwaan yang tidak stabil.
Mereka heran mendengar cerita nenek.
"Kenapa mereka tidak membawa orang itu ke dokter saja untuk diobati," kata Lucy jengkel.
"Mereka termasuk keluarga yang terkenal. Jika penyakit itu diketahui publik bisa mencoreng reputasinya. Dan setau nenek mereka mengetahui bahwa suami Miranda memiliki penyakit mental itu setelah ia mengeceknya di luar negeri," terang nenek.
Sebenarnya sudah lama tidak ada kasus penculikan lagi di desa mereka dan orang-orang desa mengira bahwa si penculik sudah berhenti melakukan aksinya. Namun ternyata anggapan mereka salah,si penculik berpindah tempat untuk mencari target baru yaitu di kota besar.
__ADS_1
"Aku tidak menyangka mereka akan berulah lagi. Kali ini semua akan benar-benar berakhir," kata seorang pria yang tiba-tiba muncul di belakang Lucy.