
"Kita tidak bisa melakukan ini," Ruby menjauhi Thomas.
"Tapi aku bisa," jawab Thomas.
"Seperti yang kau lakukan padaku dulu kan?" Ruby tidak habis pikir dengan sikap Thomas.
"Aku masih mencintaimu. Tidak pernah aku tidak memikirkan mu dalam hari-hari ku," Thomas berusaha meyakinkan Ruby.
"Apa kata-kata itu juga yang kau katakan pada Aster sebelum kau meninggalkan ku?" Ruby mengambil kesempatan ini untuk mengorek informasi dari Thomas.
"Tidak. Aku hanya chat iseng awalnya," Thomas membantah.
"Setelah semua yang aku berikan untukmu,kau pergi.."
Thomas mencium bibir Ruby yang terus berbicara sedari tadi.
"Apa yang kau lakukan?" Ruby mendorong Thomas agar menjauh darinya.
"Apa? Aku hanya menghentikan ocehanmu," jawab Thomas.
"Kau tidak bisa seperti ini. Biarkan aku memasak," Ruby mengaduk kembali makanan yang ada di teflonnya.
"Dulu juga kau sering memasak untukku," ujar Thomas.
"Kenapa kau terus mengatakan hal-hal yang tidak perlu?" Ruby malas jika harus mengingat kejadian-kejadian yang pernah ia lalui bersama Thomas.
__ADS_1
"Aku tau kau masih mencintaiku," Thomas memberikan jawaban yang melenceng dari apa yang Ruby katakan.
"Biarkan itu menjadi urusanku dengan hatiku. Aku tidak mau mengganggu mu lagi Thomas," jawab Ruby atas pernyataan Thomas.
"Kau sama sekali tidak mengganggu justru aku senang jika perasaan yang kau miliki sama denganku," jawab Thomas.
"Memangnya perasaanmu seperti apa?" Ruby bertanya sambil tertawa kecil.
"Aku sangat mencintaimu," Thomas memeluk Ruby dari belakang sama persis seperti apa yang biasa ia lakukan kepada Ruby ketika Ruby memasak untuknya disaat hubungan mereka masih sepasang kekasih.
"Jangan menyentuhku berlebihan," Ruby memberi peringatan.
"Apa? Aku hanya memelukmu," Thomas tidak mau melepas pelukannya hingga akhirnya Ruby melepas pelukan itu dengan paksa.
"Felix tidak mencintaimu lagi," Thomas meninggalkan Ruby di dapur sendirian.
"Lihatlah,apa dia mencoba menemuimu? Dia sibuk dengan ponselnya dari tadi di rumahku," jawab Thomas.
Ruby tidak tau apakah dia harus percaya pada perkataan Thomas atau mengabaikannya. Ia memili diam dan menyelesaikan kegiatan memasaknya.
"Thomas,ayo makan," Ruby menghidangkan makanan itu di meja makan.
"Aku foto dulu," sahut Thomas.
"Tidak biasanya kau seperti ini," Ruby heran melihat tingkah laku Thomas.
__ADS_1
"Kalau aku merndukan masakanmu aku bisa melihat foto ini," Thomas memberikan jawaban.
"Terserah kau saja. Sebaiknya kau meminta izin pada kekasihmu," saran Ruby.
"Sudah putus Ruby," Thomas menjawab sambil mulai menyendok makanan kedalam piringnya.
Ruby dibuat semakin bingung apakah benar Thomas sudah putus dengan Aster atau itu hanya kebohongan belaka. Ditambah dengan apa yang Thomas katakan tentang Felix membuat Ruby semakin tidak karuan.
"Kenapa kau meninggalkanku?" Ruby mulai frustasi.
"Apa? Aku disini," Thomas masih menikmati makanannya.
"Dulu," sahut Ruby.
"Status kita memang berpisah tapi perasaanku masih sama hingga sekarang," Thomas menjawab dengan santai.
"Pria bodoh," Ruby hanya menatap Thomas yang sedang menyantap makanannya.
"Memang. Tapi kau sayang kan padaku?" Thomas menggoda.
Kini Ruby dibuat bingung oleh perasaannya sendiri,entah kenapa ia merasa sangat tenang berada dekat dengan Thomas meskipun hubungannya dengan Felix terancam berpisah.
"Akui saja Ruby. Aku tau semuanya,kamu,perasaanmu,semuanya," Thomas mendekati Ruby.
"Kembali lah padaku. Aku akan membahagiakanmu. Aku mohon,beri aku kesempatan," Thomas berlutut di kaki Ruby.
__ADS_1
"Aku masih mencintaimu.."