Journeys End

Journeys End
sick day


__ADS_3

Mereka bertiga sudah sampai di rumah setelah melewati hari yang panjang namun menyenangkan bersama anak-anak panti asuhan.


"Kau menemukan sesuatu?" tanya Ruby pada Thomas.


"Tentu saja,bukan aku namanya jika tidak menemukan sesuatu dalam penyelidikan," jawab Thomas.


"Sayang,kau hanya diam dari tadi. Kau sakit ya?" tanya Ruby pada Felix.


"Kepalaku sedikit sakit. Sepertinya aku kelelahan," ujar Felix.


"Istirahatlah. Aku akan membuatkanmu bubur," Ruby berjalan ke dapur sementara itu Thomas menemani Felix.


"Sakit sekali ya? Besok sebaiknya kau istirahat saja," Thomas merasa kasihan karena sejak pagi ia sudah melihat Felix sedikit berbeda dari biasanya.


"Sepertinya penyakitku kambuh," Felix menjawab dengan suara pelan.


"Memangnya kau sakit apa? Kau mempunyai penyakit tertentu?" Thomas kini benar-benar memperhatikan Felix.


"Ah,bagaimana ya aku menceritakannya. Sebenarnya..."


"Sudah jadi," Ruby muncul dengan dua mangkuk bubur diatas sebuah nampan.


"Kau tidak makan? Kenapa hanya dua?" tanya Thomas.

__ADS_1


"Aku hanya meminum jus untuk menjaga bentuk tubuh idealku," Ruby menjawab.


Felix dan Thomas saling bertatapan satu sama lain sambil menggeleng-gelengkan kepalanya masing-masing.


"Apa maksud kalian seperti itu?" Ruby merebahkan diri di samping Felix yang sedang makan.


"Makanlah sayang. Tubuhmu sudah bagus," kata Felix.


"Benarkah? Tentu saja,karena aku rajin olahraga dan memakan makanan sehat," Ruby menjawab dengan bangga.


Thomas menyantap buburnya tanpa peduli dengan apa yang Ruby katakan.


*


"Ruby,bangun," Thomas membangunkan Ruby dengan pelan agar Felix tidak ikut terbangun.


"Hm,apa?" Ruby mengucek matanya.


"Pacarmu sepertinya masih sakit. Kita pergi berdua saja," bisik Thomas.


"Kau gila? Bagaimana jika terjadi sesuatu jika kita meninggalkannya sendiri?" Ruby menolak.


"Lalu bagaimana?" Thomas meminta saran.

__ADS_1


"Aku saja yang pergi. Tolong jaga kekasihku," kata Ruby.


"Kalau begitu aku saja. Kau diam disini" Thomas tidak sampai hati meminta Ruby pergi sendirian.


"Tidak. Aku saja. Nanti yang ada dia tidak mau istirahat jika kau meninggalkan kami berdua," Ruby bangun untuk bersiap-siap sementara Thomas tidak bisa lagi menolak apa yang dikatakan Ruby.


Ruby hanya mencuci wajah dan pergi begitu saja setelah mencium kening Felix. Ia berjalan menyusuri jalan setapak kecil yang sunyi namun indah karena di pinggir jalan dihiasi oleh berbagai tumbuhan liar yang sedang berbunga. Sesekali Ruby berhenti untuk memberi.kabar Thomas sekaligus menanyakan keadaan Felix,namun Felix belum bangun dari tidurnya.


Ruby kembali melanjutkan perjalanan hingga akhirnya ia sampai di panti asuhan. Di halaman sudah ada anak-anak yang sedang berolahraga pagi.


"Itu kak Ruby," Zoe menunjuk kearah Ruby. Ruby mempercepat langkahnya dan memasuki halaman panti asuhan itu,sementara anak-anak berlari menyambutnya.


"Hai. Kalian merindukanku ya?" tanya Ruby.


"Tentu saja karena kami senang bermain dengan kakak," jawab Zoe yang diikuti oleh anggukan kepala anak-anak lainnya.


"Diaman teman-teman yang kakak ajak kemarin?" tanya seorang anak.


"Temanku sedang sakit jadi dia harus dijaga. Maka aku memutuskan untuk datang sendiri," Ruby menjawab.


Jennifer muncul dari taman.


"Hai Jenn. Apa yang kau lakukan di taman?" tanya Ruby.

__ADS_1


"Aku hanya memetik buah berry," jawab Jennifer sambil memberikan beberapa buah berry pada Ruby dan sisanya tentu saja langsung diserbu oleh anak-anak di panti asuhan. Jennifer terlihat menyayangi anak-anak itu.


__ADS_2