
"Hey,kalian!" seru Ruby dari depan pintu masuk motel.
Dua wanita itu langsung mengarahkan kamera pada Ruby,mereka mendekati Ruby dengan wajah sumringah.
"Aku yang menyebarkan ke media tentang sekte ini. Perkenalkan,aku Ruby," Ruby menjabat tangan kedua wanita itu.
"Aku Bella,ini teman kampusku.."
"Cassie," potong wanita yang berdiri di samping Bella.
"Ini dia wanita yang kemarin melakukan live streaming di tempat perkumpulan sekte itu berada," ujar Bella menghadap ke kamera sambil sesekali menyorot Ruby dan anggota sekte.
Ann hanya terdiam menyaksikan pemandangan itu. Tiba-tiba semua anggota sekte yang awalnya berkumpul untuk menjaga motel itu pergi menjauh dan Ann beserta Poppy pergi ke rumah mereka.
Bela,Cassie,dan Ruby kebingungan menyaksikan apa yang terjadi.
"Kalian masuklah dulu. Aku ingin minta tolong," Ruby mengajak dua wanita itu masuk. Mereka berjalan menuju kamar Ruby,di sana masih ada Thomas,Felix,dan Anne yang diam terpaku.
"Sayang," adalah kata pertama yang Felix keluarkan ketika melihat Ruby kembali ke kamar.
"Tenang. Aku baik-baik saja," Ruby berusaha mencairkan situasi.
"Kenalkan,ini Bella dan Cassie," lanjutnya memperkenalkan wanita yang sepertinya akan bergabung bersama mereka untuk mengungkap sekte ini ke publik.
"Setelah aku bertanya pada wanita itu tadi,dia membantah sekte ini seburuk yang beredar di media sosial," kata Bella.
"Wajar saja,tidak mungkin mereka akan mengaku. Kau sudah melihat bukti yang kami sebarkan bukan? Dan rekaman suara itu?" Thomas berusaha meyakinkan.
"Sebetulnya sudah. Banyak yang percaya namun tidak sedikit yang mengatakan itu direkayasa dan kalian hanya mencari ketenaran," terang Cassie.
"Aku sudah menduga bahwa hal seperti ini akan terjadi," ujar Ruby.
"Lalu kita harus bagaimana?" Felix tidak menduga bahwa akan muncul rumor bahwa semua yang mereka alami direkayasa.
__ADS_1
"Kita tidak bisa berbuat apa-apa. Biarkan saja dulu,kita harus membuktikan apa yang kita katakan memang benar fakta. Biarkan saja mereka yang tidak percaya,karena mereka tidak mengalami sendiri kejadian yang kita alami," Ruby tidak ambil pusing dengan rumor tentang dirinya dan kawan-kawannya yang tengah beredar di masyarakat.
"Kami kemari untuk mendapatkan lebih banyak gambar dan video tentang sekte ini," Bella mengungkapkan apa tujuan utama kedatangan mereka ke motel itu.
"Aku sudah sempat menyelinap kesana dengan cara menyamar menjadi anggota sekte," ujar Ruby.
"Kalau begitu,apa boleh kami membuat video? Aku minta tolong padamu membeberkan fakta apa saja yang kau temukan," Cassie mengeluarkan pendapatnya.
"Aku setuju," jawab Ruby.
Sementara itu,Felix,Thomas dan Ann masih kebingungan untuk mencari tempat persembunyian.
"Sayang,mereka bisa masuk menggunakan motor,mungkin pohonnya sudah dibereskan. Coba kalian cek dulu," kata Ruby.
Tanpa berpikir panjang,Thomas dan Felix bergegas pergi dan mengecek jalan apakah sudah bisa dilewati atau belum. Sambil menunggu,Cassie dan Bella mencatat pertanyaan-pertanyaan yang akan mereka tanyakan pada Ruby ketika melakukan live nanti. Tidak memerlukan waktu lama,sudah banyak pertanyaan yang mereka catat.
Cassie menyiapkan kamera sementara Ruby dan Bella bersama Anne duduk di kasur menghadap kearah kamera.
"Kami akan menyiarkannya di saluran YouTube kami," ujar Cassie.
Live dimulai,baru ada sepuluh orang yang bergabung. Bella menyapa orang-orang yang baru saja bergabung untuk menyaksikan live mereka.
"Hai semuanya. Hari ini aku dan Cassie akan menayangkan kesaksian dari wanita yang menyebarkan tentang sekte itu di internet," Bella membuka acara live mereka.
"Perkenalkan,aku Ruby," Ruby memperkenalkan diri dengan sedikit malu-malu.
"Aku Anne,saudara dari wanita pengikut sekte itu," Anne ikut memperkenalkan diri.
"A.. Apa?!" Cassie dan Bella yang baru saja mengetahui fakta tersebut merasa sangat terkejut.
"Kami akan membeberkan fakta apa saja yang kami ketahui. Sebelumnya aku ingin melakukan klarifikasi bahwa apa yang aku dan teman-temanku katakan di Instagram kami adalah fakta dan kami tidak melakukan rekayasa sedikitpun. Kami tidak berniat untuk mencari perhatian,namun ini adalah cara kami untuk membuka ke publik bahwa di tempat ini ada sekte yang sangat berbahaya," Ruby melakukan klarifikasi terlebih dahulu atas rumor yang beredar di internet.
"Kenapa kau mengatakan bahwa sekte ini sangat berbahaya?" tanya Bella.
__ADS_1
Cassie terus menyorot mereka dengan kameranya sementara komentar-komentar mulai menumpuk di live chat,satu per satu dibacakan oleh Cassie.
"Sekte ini aku katakan berbahaya karena mereka juga kanibal. Mereka melakukan ritual berkedok ingin menghapuskan dosa yang dilakukan oleh anak muda sepertiku. Mereka menargetkan sepasang kekasih yang maksimal umurnya 25 tahun," Ruby menjawab pertanyaan Bella sambil menatap kamera.
"Darimana kau mengetahui tentang hal itu?" Bella kembali melontarkan pertanyaan.
"Aku sempat menyusup kesana. Awalnya aku pergi mendekati pohon yang tumbang karena pohon itu menjadi alasan bagi kami tidak bisa keluar dari tempat ini. Aku melihat di sekitar pohon itu dijaga oleh banyak pria dan aku hampir saja ketahuan. Lalu aku bersembunyi di dalam air," jawab Ruby.
"Aku menceburkan diri kedalam sungai yang ada di sana. Menahan nafas untuk beberapa saat sampai kondisi aman. Kemudian aku berenang melawan aruh karena orang-orang itu tidak mendekat kearah sungai,hanya sekedar menengok ketika aku menginjak ranting. Aku berenang melawan arus untuk menjauhi tempat itu,namun aku menemukan mayat wanita," Ruby melanjutkan.
"Ma.. Mayat?" Bella seakan-akan tidak percaya.
"Betul. Aku memiliki foto mayat itu tapi aku tidak bisa menyebarkannya. Kami harus melapor polisi," Ruby meyakinkan Bella dan Cassie bahwa apa yang ia katakan adalah benar.
"Kenapa kau tidak menelepon polisi ketika menemukan mayat itu?" Bella bertanya diuar catatan yang telah ia buat.
"Aku langsung menelepon polisi namun tidak ada satu polisi pun yang datang," Ruby menjawab dengan santai.
"Lalu bagaimana kelanjutannya sehingga kau bisa masuk ke tempat itu?" kini Cassie yang memegang kamera ikutĀ bertanya karena merasa penasaran.
"Mayat itu menggunakan jubah putih jadi aku mengganti pakaianku dengan jubah itu dan menyelinap masuk. Namun aku sempat berjemur untuk beberapa saat karena jubah itu basah kemudian aku masuk ke tempat itu. Karena mengenakan penutup wajah,orang-orang tidak menyadari bahwa itu aku," Ruby kembali menjelaskan.
Kring..
Suara ponsel Ruby yang nyaring berbunyi. Ada panggilan masuk dari Felix.
"Aku harus mengangkat telepon lebih dulu," Ruby meminta izin pada Bella dan Cassie. Ia mengangkat telepon dari Felix yang mengabarkan pohon tumbang itu sudah disingkirkan.
"Sekarang bisakah kau mengganti ban mobil kita yang kempes?" kata Ruby pada Felix via telepon.
"Tentu," Felix mengakhiri sambungan teleponnya.
"Baik,ayo kita lanjutkan," kata Ruby setelah menyelesaikan panggilan teleponnya.
__ADS_1
"Aaaaa,tolong!!" terdengar teriakan yang sangat keras dari luar motel.