
Bulan sudah bertekat sebisa mungkin dia harus terlepas dari Alvaro dan membiarkan lelaki itu bersanding dengan adiknya. Namun disisi lain Bulan juga kasihan dengan Farez, mungkin lelaki itu sudah menaruh harapan besar dengan Bintang. Adiknya memang mempunyai wajah yang cantik, manis dan mempunyai sifat yang lembut. Lelaki seperti Farez pasti dengan begitu mudah akan jatuh cinta kepada Bintang.
"Tidak perlu tegang begitu." Ujar Zhafran mencoba menenangkan ketegangan pada malam hari ini di meja makan. "Kami akan memberikan kalian waktu untuk saling mengenal sebelum pertunangan kalian yang akan dilangsungkan dua bulan lagi." Lanjut Zhafran dengan antusias.
"Bagaimana Bintang?" Tanya Zhafran menatap putri bungsunya.
"Terserah Papa, karena hanya Papa yang tahu bagaimana calon suami yang baik untukku." Balas Bintang dengan pandangan lurus tertuju kepada Alvaro yang berada tepat di hadapannya. Dia sengaja menekan ucapannya agar Alvaro mendengar dengan jelas, bahwa kini hidupnya akan berada di tangan orang lain jika Alvaro tidak bertindak cepat.
"Apa ada yang ingin kamu tanyakan kepada putriku?" Tanya Zhafran kepada Farez.
Farez sekilas menatap Bintang namun dia beralih memandang Bulan. "Aku dengar minggu depan kamu akan ke Amerika untuk mengikuti new york fashion week. Apakah itu benar?" Tanya Farez penasaran, Bulan terkejut ketika dia ditanya demikian. Begitu juga semua orang jadi menatapnya heran.
"I-iya, aku akan kesana." Balas Bulan singkat membuat Farez tambah penasaran.
"Jika kamu mau, kita bisa berangkat bersama. Kebetulan aku juga ada kunjungan bisnis di New York selama dua minggu, aku baru pertama kali menginjakkan kakiku di negara Amerika. Aku rasa aku memang butuh teman yang mengenal negara itu, kita bisa jalan-jalan bersama disana jika ada waktu senggang." Bulan tersenyum mendengarnya, dia memang sudah berkali-kali ke New York jika dihitung sudah sepuluh kali dia berkunjung di negara yang mendapatkan julukan Paman Sam tersebut.
Melihat antusias Farez entah mengapa membuat perasaan hati Bulan menghangat. Farez ingin menjadi temannya, Bulan akan sangat senang karena selama ini dia tidak begitu mempunyai banyak teman. Orang-orang cenderung membencinya termasuk suaminya sendiri.
"Kelihatannya kamu begitu sangat mengenal istriku sampai kamu tahu mengenai jadwal rutinitasnya. Aku saja sebagai suaminya sama sekali tidak tahu." Ujar Alvaro tiba-tiba menyindir, tatapan tajamnya menyorot ke arah Farez dengan bengis.
Lagipula bukankah dia dijodohkan dengan Bintang lantas kenapa sedari tadi pria ini terus saja mengobrol dengan Bulan apalagi dia melontarkan pertanyaan-pertanyaan yang tidak penting. Dia kelihatannya lebih tertarik berbincang dengan Bulan daripada Bintang. Tapi bukankah itu menguntungkan, dengan sikap Farez yang cuek terhadap Bintang dia tidak perlu khawatir jikalau Farez akan merebut Bintang darinya. Namun kenapa hatinya begitu panas ketika pria itu berhasil menarik perhatian Bulan darinya, apalagi ketika dia menawarkan untuk pergi bersama ke Amerika. Sungguh Alvaro tidak akan membiarkan itu terjadi!
__ADS_1
Bulan merupakan seorang model yang cukup terkenal, sudah menjadi hal yang lumrah jika segala kegiatan yang dilakukan wanita itu menjadi konsumsi publik yang dimuat diberbagai media sosial maupun televisi.
"Aku selalu mengikuti setiap berita tentangmu Bulan di media sosial, karena aku mengagumimu." Balas Farez dengan jujur sembari menatap lekat sosok wanita dihadapannya tanpa menghiraukan Alvaro yang sedari tadi menahan kesal. "Kamu sangat beruntung mempunyai istri secantik dirinya." Lanjutnya kemudian menoleh ke arah Alvaro.
Alvaro sempat berdecih, namun dia samarkan dengan senyumnya. Lebih tepatnya senyum mengejek. "Ya, aku sangat beruntung memiliki istri sepertinya karena dia sangat mencintaiku. Bahkan dia rela mati hanya untukku." Ujar Alvaro sembari menatap tajam ke arah Bulan. Ucapannya barusan benar-benar menohok perasaan Bulan, seolah mengingatkannya pada kejadian konyol dimana dia pernah mencoba bunuh diri untuk mengancam Alvaro. Dia pasti sengaja menyindirnya seperti ini. Batin Bulan kesal.
"Dia tidak bisa hidup tanpaku." Lanjutnya lagi dengan sombong menegaskan bahwa Bulan sama sekali tidak akan tertarik dengan pria lain selain dengan dirinya. Suasana makan malam terasa menjadi dingin ketika Alvaro ikut bicara.
Bintang tiba-tiba beranjak berdiri. "Aku pamit ke belakang sebentar." Pamitnya bergegas pergi meninggalkan semua orang dimeja makan.
Kepergian Bintang tidak luput dari pandangan Alvaro. "Maaf aku harus mengangkat telfonku, karena rekan bisnisku menelfon." Ujar Alvaro berbohong, dia beranjak pergi.
Laura menyenggol bahu putrinya berulang kali, seketika Bulan menoleh menatap Mamanya dengan raut wajah bingung. Laura mengerlingkan matanya memberi kode, namun Bulan malah menatapnya bingung.
Bulan menggeleng, dia tidak mau. Bulan tahu jika Alvaro pasti pergi ingin menemui Bintang di belakang. Lalu apa urusannya dengannya hingga Mamanya memaksa dirinya untuk mengikuti mereka? Bulan sudah muak, lebih baik dia melanjutkan makannya saja.
Laura dengan sepatu high hellsnya menginjak kaki Bulan hingga membuatnya spontan berdiri. Semua orang seketika memandangnya, termasuk Papanya yang terlihat heran. Dengan menahan nyeri Bulan menatap Laura ngeri. Mamanya terus memberikan kode lewat matanya, tapi kali ini wanita paruh baya itu terlihat emosi.
"Aku--." Bulan sampai bingung dia harus ngomong apa. "Perutku mules, aku pamit ke toilet." Ujarnya sembari memegangi perutnya. Dengan langkah cepat dia berlari menuju toilet.
Bulan berdecak kesal, dia tidak ingin buang air besar. Lambungnya saja kosong tidak terisi makanan, dia hanya ingin makan. Kenapa sih Alvaro terus saja menyiksa dirinya? Huftt...
__ADS_1
Disisi lain Alvaro sedang menenangkan Bintang, wanita itu menangis. "Kak, apakah kamu mencintai Kak Bulan?" Tanya Bintang sembari menatap lekat pria dihadapannya.
"Kenapa kamu bertanya seperti ini?" Tanya Alvaro bingung.
"Jawab kak!" Ujar Bintang menuntut. "Kenapa tadi kamu mengatakan bahwa kamu beruntung memiliki istri seperti Kak Bulan. Apa kamu mulai mencintainya?" Tanya Bintang, mati-matian dia menahan sesak di dadanya.
Alvaro menghela nafas, rupanya Bintang cemburu. "Bukankah kamu tahu bahwa aku sangat membencinya, lantas bagaimana dalam sekejap aku bisa mencintainya Bi. Kamu jangan mengada-ngada, cuma kamu satu-satunya wanita yang ada di hatiku."
Mendengar penjelasan Alvaro membuat perasaan Bintang menjadi lega. "Aku juga sangat mencintaimu Kak. Tapi--."
Bulan samar-samar mendengar suara seseorang sedang berbincang, dia mengintip dari balik tembok. Dia menutup mulutnya ketika melihat Alvaro bersama dengan Bintang sedang berbicara serius. Bulan melebarkan pendengarannya, dia penasaran apa saja yang sedang mereka diskusikan.
Bintang mengusap air matanya yang menetes membasahi pipi. "Kak, perjodohan ini-- aku tidak mau bertunangan dengan pria lain. Aku hanya ingin menikah denganmu, menjadi istrimu Kak." Ujar Bintang menangis tersedu-sedu.
Alvaro menggiring Bintang untuk menangis dipelukannya. "Tenang Bi, sebisa mungkin aku akan mencari cara untuk menghalangi perjodohanmu. Kamu hanya milikku Bi, tidak akan aku biarkan pria lain merebutmu dari sisiku." Dia mengelus lembut punggung Bintang agar wanita itu berhenti menangis.
Bintang mengurai pelukannya, wanita itu mengalungkan kedua tangannya ke leher Alvaro. "Kak jangan pernah meninggalkan aku ya." Ujar Bintang dengan sendu.
"Aku akan selalu bersamamu Bi." Balas Alvaro seraya membelai lembut pipi wanita dihadapannya. Bintang menjinjitkan kakinya, dia tiba-tiba mencium bibir Alvaro ******* bibir lelaki itu. Alvaro yang merasakan bibir basah Bintang bertautan dengan bibirnya lantas menekan tengkuk Bintang untuk memperdalam ciuman mesra mereka.
Dibalik dinginnya dinding Bulan yang sedang mengintip hanya bisa mengelus dadanya berusaha sabar. Dia tidak ingin lagi menangis hanya karena melihat perselingkuhan suaminya. Rasanya sekarang dia sudah kebal, meskipun kadangkala perasaannya merasa sakit namun dia berusaha keras menahannya. Bulan tidak ingin terlihat lemah di depan suaminya, dia malah semakin yakin untuk segera berpisah dari Alvaro.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa like dan komentar agar aku semangat update❤️