
"Al pelan-pelan, Al!" Saking kesalnya Alvaro sampai tidak mengindahkan ucapan Bulan, tangannya terasa kebas karena ditarik oleh Alvaro. Dia berusaha mengimbangi langkah lebar suaminya "Al perutku sakit." Cicit Bulan mengadu sesampainya mereka diparkiran.
Alvaro melepaskan cengkraman tangannya, dia menatap Bulan yang sedang mengelus perutnya. "Al ma--." Pemuda itu tiba-tiba meraih pinggul istrinya mendekat, dia meraih dagu Bulan hingga membuat wanita itu mendongak menatap manik mata Alvaro dengan sendu.
"Al kamu--."
"Hmmppt."
Alvaro memagut bibir Bulan dengan ciuman menuntut, dia menggigit dan menarik lembut bibir bawah wanita itu meminta untuk membuka mulutnya. Bulan sedikit terkejut dengan tindakan Alvaro yang memagut bibirnya diparkiran, jika ada orang yang melihat mereka Bulan sangatlah malu. Wanita itu hanya diam membiarkan Alvaro menikmati bibir ranumnya. Alvaro menekan tengkuk Bulan untuk memperdalam pagutannya, rasanya begitu manis. Alvaro enggan untuk melepasnya, dia ingin menikmatinya lebih daripada ini.
Alvaro tahu jika Farez mengikutinya sampai diparkiran. Dia meliriknya berharap Farez melihat bahwa Bulan sepenuhnya adalah miliknya. Alvaro sengaja ingin membuat hati Farez panas dengan kemesraan mereka. Dari ujung sana Farez hanya bisa menatap nanar Alvaro dan Bulan yang sedang bercumbu, hatinya sakit dan perasaannya pilu. Alvaro yang berstatus sebagai suami Bulan bisa bebas menyentuh Bulan. Pemuda itu sadar bahwa dirinya sekarang tidak memiliki ikatan apapun dengan wanita itu, tangan Farez terkepal kuat. Dia berusaha menetralkan dadanya yang saat ini bergemuruh menahan emosi.
Bulan mengikuti kemauan Alvaro, dia membuka sedikit mulutnya sehingga Alvaro bisa menelusupkan lidahnya menggelitik rongga mulut Bulan dan mengulum lidahnya dengan lembut. Alvaro tersenyum sinis disela-sela pagutannya, berharap Farez sadar diri bahwa Bulan masih mencintainya. Jika Farez masih menganggu Bulan, apalagi sampai mencuci otak Bulan dengan kalimat perceraian maka Alvaro tidak segan mengotori tangannya untuk melenyapkan Elfarez.
...****************...
BRAK
Bulan turun dari mobil Alvaro, dia menutup pintu mobil dengan keras membuat Alvaro menukikkan alisnya tajam. Bulan berjalan cepat memasuki rumah meninggalkan Alvaro, wanita itu takut jika suaminya marah. Sungguh Bulan tidak ingin berdebat dengan Alvaro malam ini, dia sudah penat. Akan lebih baik dia menghindar dahulu dari suaminya itu.
Bulan memasuki kamarnya, namun pergelangan tangannya ditarik kuat Alvaro hingga wanita itu menubruk dada bidang suaminya. Bulan mendongak menatap wajah garang Alvaro yang memancarkan aura dingin menusuk. “Al aku mau tidur.”
__ADS_1
“Tidur dikamarku!” Titahnya mutlak tanpa bantahan.
Bulan hanya bisa menurut mengikuti langkah kaki Alvaro menaiki tangga menuju kamar pemuda itu. Mata Bulan membola tatkala Alvaro menutup pintu kamarnya, Bulan mendelik dia menelan ludahnya susah payah seakan tercekat. Kamar Alvaro bagi Bulan adalah kandang singa, jadi Bulan harus menyiapkan mental apapun yang akan terjadi nanti.
“Kamu takut?” Tanya Alvaro menatap tajam Bulan yang tengah menunduk, wanita itu hanya diam saja tidak merespon. Daripada dia salah menjawab, Bulan memilih menutup mulutnya rapat.
“Saat berdua dengan selingkuhanmu kamu terlihat senang, tapi ketika bersama dengan suamimu sendiri kenapa kamu malah murung hah?” Tanya Alvaro sedikit membentak Bulan karena emosi Alvaro sulit untuk dikontrol.
“Al maaf.” Cicit Bulan, dia berharap Alvaro memaafkan kejadian malam ini agar masalah selesai sehingga Bulan bisa tidur. “Tuduhanmu kepadaku tidak benar Al, aku tidak pernah selingkuh dengan Farez. Hubungan kami hanya sebatas teman.” Bulan mencoba menjelaskan agar Alvaro berhenti menfitnah dirinya tanpa bukti.
Alvaro tertawa sinis. “Benarkah? Aku telah berulangkali memergokimu berdua bersama Elfarez bermesraan. Apa kamu fikir aku ini buta!” Geram Alvaro membuat nyali Bulan menciut. Rasanya Bulan ingin menangis, berulang kali mereka berdebat membahas masalah yang sama membuat Bulan capek.
Bulan menghela nafas panjang menetralkan gemuruh didadanya. "Al apakah kamu cemburu?" Tanya Bulan memberanikan diri, setiap Bulan jalan berdua bersama dengan pria lain Alvaro selalu marah. Apa itu jika namanya bukan cemburu?
"Al aku berani bersumpah, aku tidak pernah selingkuh dengan Farez. Aku sama sekali tidak mencintainya bagaimana mungkin aku menjalin hubungan dengannya tanpa ada rasa suka."
Alvaro menyunggingkan senyumnya, ketika Bulan mengatakan bahwa dirinya tidak mencintai Farez membuat hatinya lega. Tidak semudah itu Bulan berpaling kelain hati bukan? Dulu Bulan memiliki obesesi terhadap Alvaro, seharusnya dia tidak termakan dengan fikiran buruknya.
Bulan tentu sangat mencintaiku, dia tidak mungkin secepat itu berpaling dariku. Batin Alvaro dengan percaya diri.
“Al aku benar-benar capek bertengkar denganmu, padahal kita baru saja berbaikan. Jika kamu tidak percaya ya sudah aku pasrah.” Ujar Bulan menghela nafas lelah, pemuda itu terus-terusan membahas Elfarez membuat kepala Bulan pening.
__ADS_1
Alvaro melangkah mendekati Bulan. “Layani aku malam ini maka aku akan mempercayaimu, aku masih ragu dengan ketulusanmu Bulan.”
Bulan mendongak menatap suaminya dengan tatapan sendu, perlahan Bulan membuka dress yang dipakainya hingga baju putih itu melorot jatuh dilantai. Bulan melepas sisa kain yang menempel dibadannya memperlihatkan tubuh polosnya didepan Alvaro. Dia menatap nanar istrinya, Alvaro tidak menyangka bahwa Bulan dengan sukarela menyerahkan dirinya tanpa paksaan. Sebelumnya Alvaro harus memaksa Bulan untuk berhubungan, tapi kali ini wanita itu hanya diam seolah mempersilahkan dirinya untuk menyentuhnya.
Alvaro melepas tuxedo dan kemejanya, dia merebahkan Bulan di atas kasur lalu menindih tubuh istrinya. Dia menatap lekat wajah cantik yang selalu membuat dirinya terpesona dan hanyut dalam gairah akhir-akhir ini. Bulan terlihat pasrah seperti biasanya, dia memejamkan kedua matanya enggan untuk melihat suaminya yang sedang menggaulinya.
Alvaro mencium lembut bibir Bulan, wanita dibawah rengkuhannya hanya diam tidak merespon membuat Alvaro merasa kesal. Dia melepaskan tautan bibirnya menatap tajam Bulan yang tidak menggubrisnya. “Buka matamu dan balas ciumanku Bulan!” Perintahnya mutlak, perlahan Bulan membuka matanya. Dia bisa melihat gurat emosi yang tergambar jelas di wajah dingin suaminya. Dia sudah berusaha menolak, tapi Alvaro selalu memaksa kehendaknya. Bulan sudah lelah, pada akhirnya dia pasrah dan menuruti keinginan suaminya.
Alvaro tidak pernah mencintainya, tapi Alvaro mempertahankannya disisi pemuda itu hanya karena bergantung pada tubuhnya. Bulan sadar dia memang tidak bisa membuat Alvaro luluh. Bagaimanapun usahanya tidak akan pernah dilihat oleh suaminya, yang ada hanyalah luka yang ditorehkan oleh Alvaro.
Dia mengalungkan kedua tangannya pada leher Alvaro memberanikan diri meremas rambut hitamnya membuat pemuda itu tambah bergairah karena Bulan kini mulai agresif.
“Hmmpptt.” Alvaro menekan tengkuk Bulan, sungguh bibir ranum Bulan adalah candu bagi Alvaro. Tangan besar pemuda itu tidak tinggal diam, jemari dinginnya bergerilya menyentuh tubuh mulus Bulan dengan sensual. Tidak berselang lama Alvaro menyudahi pagutannya memberi kesempatan Bulan untuk bernafas.
Setelah puas Alvaro berguling kesamping, dia mendekatkan diri merapat pada tubuh istrinya mengelus lembut surai rambut Bulan. “Aku memang cemburu melihatmu berdua bersama Elfarez.” Bisik Alvaro didekat telinga Bulan, disisa kesadarannya Bulan bisa mendengar jelas ucapan suaminya.
“Jangan menemuinya lagi jika kamu tidak ingin mendapatkan masalah. Jadilah istri yang penurut, maka aku akan memperlakukanmu dengan baik.” Mata Bulan sayup-sayup mulai tertutup, raganya sudah sangat lelah. Apalagi semenjak hamil emosinya naik turun dan tubuhnya tidak sekuat dulu.
“Kamu pasti capek, istirahatlah.” Alvaro mengecup sayang kening Bulan, lalu dia menarik selimut untuk menutupi tubuh telanjang mereka berdua. Pemuda itu masih memandangi wajah cantik istrinya yang sedang tertidur pulas, dia mengulum senyum.
Aku harap nanti kita bisa membesarkan anak kita bersama Bulan. Ujar Alvaro dari dalam hati sembari menatap nanar perut besar Bulan.
__ADS_1
Bersambung...