
Salah satu mahasiswa jurnalistik menarik lengan Bintang. "Lepaskan aku!" Bentak Bintang marah, namun ucapannya tidak digubris. Dia tetap menyeret Bintang untuk keluar dari ruangan rapat.
"Jangan pernah menginjakkan kakimu di fakultas kami, karena kami muak melihat putri seorang pelacur berkeliaran disini." Sarkas gadis itu mencaci Bintang.
Brak
Gadis itu menutup pintu ruangan meninggalkan Bintang termangu di depan pintu. Dia menitihkan air mata, hati dan juga perasaannya seperti disayat-sayat. Bintang yang mulanya hidup damai dikampus dengan dikelilingi banyak teman tiba-tiba dalam sekejab mata mereka berubah membencinya dan menjauhi dirinya. Bintang tidak bisa berada disini terus menerus, saat ini situasi sedang tidak kondusif. Bintang cukup tahu bagaimana fans fanatik kakaknya, bisa saja mereka menjadikan Bintang sasaran empuk mencelakainya. Sebelum terjadi hal yang buruk dengannya, lebih baik Bintang segera pulang.
Pluk
Sebuah telur dilempar tepat mengenai kepala Bintang membuatnya menoleh menatap nanar orang yang tega melakukan pembullyan kepadanya. Rupanya lagi-lagi pria berkacamata pelakunya, membuat Bintang menggeram kesal. Namun dia tidak bisa melakukan apapun untuk melawannya, dia hanya seorang perempuan yang tidak mempunyai tenaga yang cukup kuat apalagi dirinya tengah hamil.
"Hei pelakor, kenapa kamu buru-buru pulang hah? Kamu baru saja sampai dikampus, apakah urusanmu sudah selesai." Tanyanya terkekeh, seolah-olah menertawakan sesuatu hal yang lucu.
Bintang menghela nafas gusar, mati-matian dia menahan emosinya. Tangannya masih sibuk mengusap rambutnya yang lengket karena terkena pecahan telur berbau amis. Bintang mendongak, dia menatap sekelilingnya. Orang-orang nampak melihatnya dengan tatapan sinis, seolah mendukung perbuatan diskriminasi pemuda berkacamata itu.
Langkah kakinya mendekati Bintang membuat wanita itu seketika berjalan mundur untuk menghindar. "Katakan Bintang, berapa aku harus membayarmu jika aku ingin mencicipi tubuhmu? Kamu adalah putri dari seorang pelacur, aku yakin kamu handal bermain diatas ranjang." Ujar pria berkacamata dengan vulgar. Bintang risih mendengarnya, rasanya tangannya panas ingin sekali memukul mulut kotornya.
Dengan lancang pemuda itu meraih lengan Bintang, mendorong tubuh mungil wanita itu hingga membentur dinding disaksikan banyak mahasiswa. Dia mengurung Bintang dengan kedua tangannya membuat Bintang mendelik ketakutan. "Seratus ribu untuk satu ciuman." Dia memasukkan selembar uang kedalam tas selempang Bintang.
"Tidak, lepaskan aku bajingan!" Umpat Bintang sembari menangis, lelaki itu tambah mendekatkan wajahnya. Bahkan tangannya dengan berani menelusup dari balik dress yang dia kenakan menyentuh paha mulusnya. Bintang memberontak tapi tangannya ditahan oleh pemuda itu. Bintang merasa dilecehkan, dia tidak bisa menerimanya!
__ADS_1
Pemuda itu mencoba mencium bibirnya namun Bintang menggelengkan kepalanya menolak pagutan pemuda itu. "Hiks..hiks, jangan lepaskan aku."
Disaat Bintang mulai putus asa, seseorang menolongnya dengan mendorong tubuh pemuda itu agar melepaskannya. Dia adalah Tiara, adiknya Alvaro datang untuk membantu Bintang. Gadis itu menggenggam tangan Bintang menggiringnya menuju parkiran mengabaikan beberapa pasang mata yang menatapnya dengan sorot tajam.
Sesampainya diparkiran Tiara melepaskan cengkraman tangannya. Dia masih mendengar isakan tangis istri kakaknya itu. "Tiara terimakasih ya kamu mau menolongku hiks...hiks." Bintang mengusap lelehan air mata yang membasahi pipinya, dia benar-benar takut karena pemuda tadi ingin melecehkannya didepan umum.
"Sebaiknya sekarang kamu pulang Bintang!" Perintah Tiara.
"Tiara, a-aku--." Bintang benar-benar bingung dengan peristiwa yang dia alami sekarang. Seakan dunia menjadi jungkir balik, dulu dia disanjung-sanjung namun sekarang dirinya dicaci maki.
"Kamu tahu Bi, scandal mengenai pernikahanmu bersama dengan Kak Alvaro tersebar luas di media sosial. Aku tidak tahu siapa yang tega menyebarkan rumor itu. Saat ini situasi sangat kacau, aku harap untuk sementara ini kamu jangan menampakkan dirimu di kampus." Ujar Tiara, dia hanya tidak tega kepada Bintang diperlakukan dengan buruk oleh teman-temannya.
Tiara tahu bahwa ini sudah menjadi resikonya Bintang yang harus dia hadapi. Wanita itu memang selingkuh dengan kak Alvaro, dia tega merusak rumah tangga kakaknya sendiri demi keegoisannya semata. Tiara memang kesal dan kecewa dengan Bintang namun mengesampingkan itu semua Tiara masih mempunyai hati nurani untuk menolongnya.
Tiara menatap kepergian Bintang keluar dari area gedung universitasnya. Gadis itu berharap semoga scandal rumah tangga kakaknya bisa selesai dengan cepat. Dampak dari berita ini juga turut menyeret dirinya, menjadi terkena imbas. Tiarapun dihujat karena dirinya sebagai seorang adik dari Alvaro dianggap menutupi semua kebusukan kakaknya yang gemar selingkuh. Tiara hanya bisa bersabar karena dia memang menyadari akan kesalahan kakak kandungnya yang tega mengkhianati cinta istrinya demi mengejar adik iparnya sendiri.
...****************...
Berita Gosip Terbaru Dunia Hiburan Indonesia
Lama tidak muncul di dunia entertaiment model cantik bertelenta yaitu Bulan Cahaya Bramasta diterpa kabar miring. Bulan yang telah membina bahtera rumah tangga bersama sang konglomerat Alvaro Artha Mahendra diprediksi akan bercerai. Siapa yang menyangka bahwa hubungan pernikahan mereka selama ini tidak sedang baik-baik saja. Suami dari Bulan rupanya diam-diam telah berselingkuh dengan adiknya Bulan yang merupakan anak dari istri kedua ayahnya. Bahkan hubungan terlarang mereka membuahkan janin diluar pernikahan sehingga untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya Alvaro terpaksa menikahi adik iparnya sendiri.
__ADS_1
Banyak kalangan masyarakat yang menduga bahwa dibalik hengkangnya Bulan dari dunia hiburan bertujuan agar permasalahan dalam rumah tangganya tidak mencuat kepermukaaan. Bulan adalah seorang model profesional yang tidak pernah mengumbar sensasi dalam perjalanan karirnya, apalagi ini menyangkut aib keluarganya. Rumor ini tersebar luas, sehingga membuka mata orang-orang bahwa Bulan sang model terkenal yang selalu mengumbar senyum didepan kamera ternyata menyembunyikan sisi kelam dalam hidupnya.
Tit
Alvaro segera mematikan siaran televisinya. Saat ini semua media berita memperbincangkan tentang keluarganya. Pemuda itu mengusap gusar wajah tegasnya, kepalanya benar-benar pening memikirkan rumor mengenai dirinya menyebar dengan cepat. Siapa dalang dibalik kejadian ini? Alvaro heran karena sejauh ini keluarga Mahendra maupun Bramasta selalu menutup rapat segala informasi yang menyangkut tentang mereka, bahkan Bulan yang merupakan model tersohorpun tidak pernah mengekpos segala hal mengenai keluarganya.
Sedari tadi ponsel Alvaro terus berdering, dia membuka benda pipih canggih miliknya. Tangannya terkepal kuat emosi karena semua akun media sosialnya dihujat habis-habisan oleh para penggemar Bulan. Mereka bahkan membanjiri kolom komentar dengan ketikan pedas menghina dirinya dan Bintang.
"Buta lo! Udah punya istri cantik spek bidadari seperti Bulan malah selingkuh sama adiknya. Nggak bersyukur lo jadi orang, mati aja sana!"
"Aku udah lihat muka pelakornya, jelek. Lebih cantikan Bulan kemana-mana. Kasihan Bulan dikhianati suaminya, padahal dia lagi hamil besar lho. Aku dengar ibu dari wanita pelakor itu dimasa lalu juga merebut suami dari ibu Bulan."
"Pelakornya namanya Bintang, dia temen sefakultas sama gue saat ini. Orangnya sok polos gitu, eh taunya hatinya busuk doyan rebut suami orang. Kayak laki didunia ini cuma Alvaro aja, nggak mau cari yang lain suami kakaknya diembat juga haha.
"Kalau lo nggak cinta sama Bulan, mending pisah aja. Gue siap jadi suaminya Bulan dan menjadi ayah dari anaknya kelak."
"Kamu bakalan nyesel nyakitin Bulan! Kalau aku punya istri cantik seperti Bulan, aku akan menjaganya dengan baik dan memperlakukannya dengan lembut. Tidak akan aku sia-siakan dia, dasar tolol kamu Al."
"Biarkan saja Bulan pisah dari suami dajjal seperti Alvaro, Bulan itu cantik dan menawan. Pasti banyak pria diluaran sana yang ngantri untuk mendapatkan hatinya. Semoga sesudah perceraian mereka, Bulan mendapatkan pria yang lebih baik daripada Alvaro."
Pemuda itu meletakkan ponselnya kembali di atas meja, setelah membaca komentar dari orang-orang yang menghujatnya tambah membuat kepalanya serasa mau pecah. Emosinya terpancing tatkala mereka mendukung Bulan untuk berpisah darinya dan menyuruh Bulan mencari pria lain untuk menggantikannya.
__ADS_1
"Aku akan melakukan segala cara agar aku bisa menyeretmu kembali padaku Bulan!" Desis Alvaro, dia masih belum terima jika Bulan pergi meninggalkannya.
Bersambung...