
Menahan sesak didadanya melihat suaminya lebih memperhatikan istri pertamanya akhir-akhir ini, Bintang merasa kalut. Dia takut jika Alvaro terjebak pada perangkap kakaknya yang licik. Selama ini Bintang telah berjuang untuk mempertahankan hubungannya dengan Alvaro hingga akhirnya dia bisa menikah dengan pria itu. Bintang tahu betul bagaimana perangai Bulan dan Mama Laura yang handal dalam memanipulasi seseorang. Alahkah lebih baik Bintang selalu waspada, dia tidak boleh meremehkan kakak dan ibu tirinya.
Bintang akui bahwa dia marah kepada Alvaro yang memberikan perlakuan khusus kepada Bulan karena kakaknya sakit. Cih, alasan sakit pasti hanyalah akal bulus Bulan saja! Tapi suaminya malah dengan mudah percaya dengan kakaknya. Meskipun sekesal apapun Bintang dengan Alvaro, dia tidak dapat mengabaikan suaminya.
Sebagai istri yang baik dia tetap memenuhi kebutuhan suaminya, seperti saat ini Bintang berkutat didapur membuatkan kopi untuk Alvaro. Suaminya tengah lembur menyelesaikan pekerjaan kantornya dikamar, hampir setiap hari pemuda itu meminta kopi agar dia tetap terjaga. Semenjak Bintang menjadi istrinya Alvaro setiap keperluan pemuda itu diambil alih olehnya, tidak memberi kesempatan Bulan untuk sekedar menyentuh barang milik Alvaro seolah Bintang menjelma sebagai nyonya besar yang berkuasa dirumah ini karena dia merupakan istri kesayangan Alvaro. Bulan hanya diam, dia cukup tahu dimana posisinya sekarang hanyalah istri bayangan yang sebentar lagi akan bercerai dari Alvaro ketika anaknya lahir. Disaat waktunya tiba Bintang akan berbahagia melihat benalu dalam rumah tangganya terlepas dari inangnya.
Bintang membawa kopi buatannya kedalam kamar, dia menatap suaminya tengah duduk bersandar ditepi ranjang dengan menghadap laptop dalam pangkuannya. Wanita itu meletakkan secangkir kopi di atas nakas. “Kak aku buatkan kopi, diminum ya.” Ujar Bintang dibalas senyuman hangat oleh Alvaro.
“Terimakasih Bi.” Bintang mengangguk, dia lantas duduk disamping suaminya melirik Alvaro dengan perasaan gusar. Sesekali dia meremas kedua jemari tangannya, memikirkan kalimat apa yang tepat untuk menyampaikan unek-uneknya.
“Kak…” Panggil Bintang lirih.
“Hmm.” Alvaro hanya berdehem, matanya masih fokus membaca file proposal dari rekan bisnisnya membuat Bintang menghela nafas berat karena merasa diabaikan. Bintang mengambil benda dalam laci lalu mengulurkan sebuah kertas didepan suaminya yang seminggu lalu ditemukannya ditong sampah kamar ini. Alvaro terbelalak menatap kertas gugatan perceraian yang pernah dibuangnya kini berada di tangan Bintang padahal dia mengira bahwa kertas itu sudah musnah.
“Kak katakan padaku bahwa kamu akan menyetujui gugatan perceraian dari kak Bulan.” Ujarnya menuntut penjelasan dari suaminya, Bintang melihat raut wajah Alvaro yang gugup membuat dirinya tambah curiga. “Kak kamu sudah berjanji setelah menikah denganku maka kamu akan berpisah dengan kak Bulan. Ingat janjimu kak.” Tegas Bintang dengan nafas memburu, jujur Bintang sudah muak hidup serumah dengan kakaknya itu. Dia ingin segera menyingkirkan keberadaan Bulan.
__ADS_1
Alvaro sebisa mungkin bersikap tenang didepan Bintang, dia menutup laptopnya mengakhiri pekerjaannya. Pemuda itu beralih menggenggam jemari istrinya sembari memandang lekat wajah cantik Bulan yang cemberut.
“Iya aku akan bercerai dengan Bulan.” Jawaban Alvaro seketika membuat mata Bintang berbinar senang. “Tapi setelah anak yang dikandung Bulan lahir, karena bayi itu merupakan darah dagingku.” Bintang memaklumi keputusan suaminya. Awalnya Bulan marah ketika mengetahui bahwa Bulan hamil, tapi Alvaro telah menjelaskan kepadanya bahwa janin itu hadir karena kakaknya telah menjebak Alvaro dengan obat perangsang. Bisa dibilang anak yang berada dalam kandungan Bulan sebenarnya tidak pernah diharapkan keberadaannya.
“Kak aku pegang janjimu, tapi jika kamu bohong maka lebih baik aku saja yang pergi karena jujur aku tidak ingin dimadu.” Alvaro merasa tersentil dengan ucapan Bintang barusan, nyatanya pemuda itu masih berat untuk berpisah dengan istri pertamanya. Janji-janjinya kepada Bintang selama ini hanyalah bualan semata, dia pergunakan sebagai tameng untuk meredam emosi Bintang yang seringkali merasa cemburu. Entahlah untuk sementara ini biarlah rumah tangganya berjalan seperti apa adanya, dia masih belum tahu rencana apa yang dia susun untuk kedepannya.
Alvaro mengelus lembut surai rambut Bulan dengan sayang. “Iya Bintang, aku pasti akan segera berdiskusi dengan pengacaraku mengenai ini.” Ujarnya memberitahu. Bulan sedikit lega mendengar jawaban langsung dari suaminya, perasaan takutnya seketika pudar. Bodohnya Bintang mengira jika Alvaro diam-diam menyimpan perasaan cinta kepada kakaknya, huh tidak mungkin! Jika Alvaro mencintai kakaknya maka pemuda itu pasti akan menolaknya mentah-mentah.
Bulan menatap sendu suaminya, mereka saling memandang satu sama lain. "Kak kamu tahu aku sangat mencintaimu, kumohon jangan pernah berpaling dariku." Ujar Bintang lirih, dia merasa beruntung memiliki Alvaro dalam hidupnya.
Dulu Bintang sempat minder sehingga memendam perasaan sukanya kepada Alvaro karena banyaknya gadis yang terang-terangan mendekati pemuda itu termasuk kakaknya sendiri yaitu Bulan, namun tanpa disangka Alvaro malah menyatakan cintanya kepada Bintang. Dia senang perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan, dikala itu Bintang sempat menolak Alvaro karena ragu akan ketulusannya tetapi melihat Alvaro semakin gencar berjuang membuat Bintang yakin bahwa pemuda itu memang ditakdirkan untuknya. Dia tidak akan mengalah lagi demi kakaknya, cukup sampai disini! Dia tidak akan membagi miliknya kepada siapapun, Bintang akui bahwa dia memang egois.
"APA?!" Alvaro terkejut mendengarnya, pemuda itu terlihat tidak senang sama sekali. Kenapa mertuanya itu tidak memberitahunya terlebih dahulu mengenai rencananya.
"Aku sebenarnya juga kaget kak, aku tahu pekerjaanmu menumpuk tapi bagaimana ya ini keinginan papa. Dia ingin kita menghabiskan bulan madu kita disana selama tiga bulan." Sebenarnya ini adalah rencana Bintang yang meminta papanya untuk mendukung bulan madunya bersama dengan Alvaro. Dia sengaja melakukan ini untuk menghindar sejenak dari Bulan, lagipula Bintang butuh waktu berdua saja bersama dengan Alvaro.
__ADS_1
"Masalah pekerjaanmu dikantor, papaku dan papamu akan menanganinya kak. Jadi kamu tidak perlu khawatir." Ujar Bintang santai. Bukan masalah pekerjaan yang Alvaro fikirkan melainkan Bulan, dia tidak tega meninggalkan istri keduanya itu dirumah sendirian, dia mempunyai tanggung jawab memantau kondisinya karena kandungannya masih lemah.
"Kak lusa kita akan berangkat." Alvaro melotot mendengarnya.
Alvaro menangkup pipi Bintang. "Bi dengar, Bulan saat ini sedang sakit. Aku rasa untuk bulan madunya kita undur saja, masih banyak dilain kesempatan Bi."
Bintang memutar bola matanya malas, Bulan lagi....bulan lagi! Dia muak Alvaro menyebutkan nama kakaknya. Biarkan saja perempuan licik itu dirumah sendirian, Bintang sama sekali tidak peduli.
"Tenang saja kak, aku menyuruh mama Nadia dan mama Laura untuk tinggal disini menemani kakak. Kamu fikir aku setega itu meninggalkan kak Bulan sendirian dirumah besar ini dalam keadaan sakit." Ujar Bulan berbohong, padahal dia tidak pernah memberitahu mamanya. Sudahlah, yang terpenting sekarang dia akan membujuk Alvaro agar setuju pergi liburan ke London bersama.
Alvaro menghela nafasnya, dia tahu betul bagaimana watak mertuanya dan papanya. Jika ini merupakan keputusan Zhafran dan Dirga dia bisa apa. Saat ini hubungan Zhafran dan Bulan memang tidak begitu baik, lelaki paruh baya itu sekarang sudah tidak mau peduli mengenai apapun tentang Bulan. Zhafran bahkan juga mendesaknya untuk berpisah dengan Bulan, sungguh Alvaro pusing memikirkannya. Dia belum bisa melepaskan Bulan, tunggu beberapa bulan lagi dia akan memantapkan hatinya untuk menceraikan istri pertamanya.
"Baiklah, kita akan ke London lusa." Ujar Alvaro menepiskan segala perasaan bimbang dalam benaknya. Jika dia menolak pasti Bintang akan kecewa, dia tidak ingin wanita yang dia cintainya sedih.
Bintang seketika memeluk suaminya dengan perasaan gembira. "Terimakasih sayang." Alvaro lantas membalas pelukan dari istrinya, apapun akan dia lakukan demi Bintang seorang.
__ADS_1
Bersambung...
Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejak agar aku semangat update cerita ini❤️