Kembalikan Senyumku Suamiku

Kembalikan Senyumku Suamiku
BAB 37 : Kamu Terlalu Berharga


__ADS_3

Putriku Bulan


Pa, mama nyariin papa sejak kemarin. Tolong papa dateng ya kerumah sakit, mama sakit jantung.


05.02


Papa boleh benci sama aku, tapi aku mohon jangan lampiaskan sama mama. Salahkan saja aku pa, aku memang anak yang tidak tahu diri. Saat ini mama membutuhkan support papa...


06.00


Pa, mama sangat sayang sama papa. Tolong balas ketulusan hati mama yang sampai detik ini masih mencintai papa. Setidaknya hargai dia pa, mama hanya butuh sedikit saja perhatian dari papa. Boleh?


09.01


Zhafran menatap lekat layar ponselnya membaca setiap pesan dari putri sulungnya yang merengek meminta untuk datang menjenguk Laura. Jikapun Zhafran memintanya mengemis bersujud dihadapannya maka Bulan akan langsung menyanggupinya demi mamanya yang terbaring lemah dirumah sakit. Bulan tidak mengharapkan banyak hal untuk papanya, setidaknya berikan sedikit perhatian kepada mamanya, itu sudah lebih dari cukup.


Termenung sesaat, Zhafran nampak mempertimbangkan keputusannya. Emosinya memang masih belum redam karena Bulan telah melakukan kebohongan yang fatal sehingga menyakiti perasaan Bintang. Haruskah dia memaafkan Bulan? Sejak dulu sampai sekarang sikap bandel Bulan sama sekali tidak berubah. Zhafran keras dalam mendidik Bulan selama ini agar putri sulungnya itu jera dalam membuat masalah. Laura sebagai seorang ibu malah mendukung Bulan, dia terang-terangan sering membantu anaknya itu untuk berbuat jahat kepada Nadia dan Bintang. Mereka berdua sama-sama licik, kadang Zhafran bingung membedakan perkataan Bulan yang mana jujur dan mana yang berbohong karena anak sulungnya itu mempunyai sifat manipulatif.


Tok..tok…tok


Seorang wanita muda memasuki ruangannya. “Mohon maaf pak saya menganggu anda. Saya ingin mengingatkan bahwa hari ini anda ada jadwal untuk bertemu dengan pak Giandra di resort.” Ujarnya memberitahu Zhafran dengan sopan.

__ADS_1


Zhafran mengangguk. “Iya baiklah, aku akan segera kesana.”


Pekerjaannya dikantor sangat padat, dia tidak ingin terbebani memikirkan Laura. Mengenai kondisinya saat ini Zhafran yakin dia tidak separah itu. Bisa saja Bulan mengada-ngada, dia tahu betul bagaimana tabiat Laura sering mendorong Bulan untuk melakukan kebohongan.


Disisi lain Bulan berada di mobil bersama dengan Elfarez, dia tadi barusaja mengantarkan Bulan kerumah Zhafran. Disana Bulan mengambil beberapa baju mamanya karena Laura masih akan dirawat dirumah sakit untuk beberapa hari kedepan. Ketika menginjakkan kakinya dirumah, Bulan sama sekali tidak melihat keberadaan papanya padahal dia ingin mengajak papanya untuk berbincang sebentar. Tapi sudahlah, lagipula Bulan tidak bisa memaksa papanya. Jika dia peduli maka seharusnya papanya tergerak hatinya untuk datang menemani mama dirumah sakit. Hanya Bulan satu-satunya yang dapat mamanya harapkan, rasa penat tidak lagi Bulan hiraukan. Pengorbanan Bulan untuk mama tidak sebanding dengan perjuangan mamanya yang telah melahirkannya dan merawat dia hingga dewasa.


“Bulan kita sudah sampai.” Ujar Elfarez memberhentikan mobilnya diparkiran rumah sakit.


“Bulan.” Panggilnya lagi seraya menoleh, Farez termangu melihat Bulan yang tengah tertidur pulas disebelahnya. Pantas saja ketika dipanggil dia tidak menjawab, rupanya Bulan tidur.


Perlahan tangan Farez terulur untuk menyibakkan helaian rambut yang menutupi kening Bulan. Dia bisa melihat raut letih pada wajah cantiknya, bahkan terdapat kantong mata yang begitu kentara. Farez bisa menebak bahwa Bulan semalam mungkin begadang karena menemani mamanya, dia jadi tidak tega untuk membangunkannya.


Senyuman Farez mengembang menatap Bulan yang tertidur pulas, dia mendekatkan wajahnya mengamati rupa cantik wanita dihadapannya. Maaf, bukan berarti dia berniat kurang ajar tapi setiap bersama dengan Bulan dia tidak bisa menahan letupan didadanya. Dengan lembut jemari tangannya membelai pipi Bulan, dalam benaknya dia memantapkan hati untuk meminang Bulan setelah wanita itu bercerai dari Alvaro. Farez yakin bisa membuat Bulan jatuh cinta kepadanya, dia hanya membutuhkan waktu untuk menunjukkan ketulusannya.


"Aku tahu ini tidaklah bernar, aku telah mencintai wanita yang telah bersuami. Aku tidak peduli Bulan, suamimu sendiri telah menorehkan luka dihatimu. Maka izinkan aku merebutmu dari sisinya karena kamu terlalu berharga untuk disia-siakan.” Gumam Alvaro mengungkapkan isi hatinya sembari menatap lekat wanita yang saat ini tengah memejamkan kedua matanya menikmati dunia mimpi.


Farez menyelimuti tubuh Bulan dengan jas kantornya agar wanita itu merasa hangat dan nyaman. Dia mengecup kening Bulan cukup lama menyalurkan rasa sayangnya yang begitu mendalam. Farez berharap suatu saat nanti Bulan akan sadar jika dia tidak pernah main-main dengan perasaan karena terakhir kali dia mengungkapkan rasa sukanya kepada Bulan malah dianggap lelucon oleh wanita itu.


Aku sangat mencintaimu Bulan. Ujarnya jujur dari dalam hati.


...****************...

__ADS_1


Ramayana Resort


Giandra menggeram marah, dia sedang berbincang dengan seseorang dari sebrang telefon. "Papa sudah memberimu tanggung jawab untuk menjalankan bisnis ini Farez. Seharusnya kamu ikut hadir kesini untuk melihat bagaimana perkembangan proyek resort yang sedang kita dikerjakan." Tegas Giandra tersulut emosi pasalnya putra semata wayangnya itu tidak ikut meeting hari ini dengan rekan bisnisnya, seolah melimpahkan tanggung jawab perusahaan padanya.


"Iya pa maaf, hari ini aku masih ada keperluan penting yang mendesak." Ujar Elfarez dari sebrang telefon berharap papanya memakluminya.


Giandra menukikkan alisnya tajam mendengar alasan putranya itu. Keperluan apa? Dia mulai curiga dengan Farez, siapa yang sedang dia temui hari ini hingga rela meninggalkan proyek besarnya begitu saja. "Dengar Elfarez Roy Abraham, papa tidak ingin mendengar penjelasan apapun darimu. Cukup sekali ini saja kamu mengelabuhi papa, jika kamu mengulanginya lagi maka papa tidak segan-segan memecatmu dari perusahaan. GA Groub tidak membutuhkan calon pemimpin seperti dirimu!" Tegasnya seraya menutup panggilan telefon secara sepihak.


"Hallo pa--." Farez menghela nafas pasrah, sambungan telefonnya terputus. Papanya merupakan orang yang disiplin dan profesional dalam bekerja.


Giandra tidak peduli baik itu karyawan maupun anaknya sendiri dia akan bersikap tegas dan bijaksana. Apalagi Elfarez anak satu-satunya yang kelak akan mewarisi semua kerajaan bisnisnya, dia sebagai orang tua jelas akan mendidik dan mengajari Farez bagaimana menjalankan sebuah bisnis untuk mendatangkan keuntungan. Semua ini dia lakukan juga demi kebaikan putranya agar dia mempunyai masa depan yang cerah. Elfarez sudah dewasa, seharusnya diumurnya yang sekarang dia bisa berjalan sendiri untuk menghandle semua binisnya tanpa campur tangan Giandra lagi.


Pemuda paruh baya itu hanya bisa mengelus dada menghadapi tingkah putranya. Dia lantas menatap sekretarisnya yang berada tidak jauh dari tempatnya berdiri. "Apakah Zhafran sudah datang?" Tanya Giandra kepada sekretarisnya.


"Pak Zhafran masih dalam perjalanan kesini pak." Ujar sekretaris perempuan itu memberitahu. Giandra nampak menghela nafas, dia masih memikirkan putranya. Apakah putranya itu sudah mempunyai kekasih?


Pemuda itu sudah berulangkali bergonta-ganti pacar, namun Giandra tahu bahwa Farez tidak pernah serius pada satupun gadis yang pernah dikencaninya. Oleh sebab itu dulu Giandra setuju untuk menjodohkan Farez dengan putri bungsunya Zhafran. Tujuan perjodohan ini agar Farez bisa segera menikah. Dengan mempunyai seorang istri Giandra yakin anaknya akan berhenti untuk mempermainkan hati para gadis yang dipacarinya selama ini, dia tidak ingin Farez keblabasan dalam pergaulannya.


Namun sayang rencana pertunangan mereka malah ditolak oleh Bintang, ternyata wanita itu telah mempunyai pria idaman lain. Sudahlah, Giandra tidak ingin memikirkan hubungan rumit yang terjadi pada kedua putrinya Zhafran. Kejadian yang sudah berlalu cukup untuk dilupakan, mungkin jika sudah waktunya entah berapa tahun kedepan Zhafran akan menjodohkan putranya dengan wanita yang tepat.


Bersambung...

__ADS_1


Jangan lupa untuk tinggalkan jejak agar aku semangat update :)


__ADS_2