Kembalikan Senyumku Suamiku

Kembalikan Senyumku Suamiku
BAB 50 : Percayalah Padaku


__ADS_3

23.00 PM


Bulan diam termenung didalam kamar, dia baru pulang dari rumah orang tuanya untuk menemui mamanya. Bulan telah menceritakan kejadian yang dia lihat pagi hari tadi dimana Bintang telah bercumbu mesra dengan Daren didalam mobil. Awalnya Laura tidak percaya dengan penuturan Bulan karena setahu Laura anak tirinya itu sangat mencintai Alvaro. Tapi Bulan juga tidak mungkin membohonginya. Laura tidak menyangka bahwa kelakuan Bintang lebih binal dari mamanya. Mengetahui kenyataan ini membuat Laura tersenyum, dia seolah mempunyai harapan untuk menghancurkan Nadia dan Bintang.


Laura menyuruh Bulan untuk mengadu kepada Alvaro mengenai kelakuan Bintang. Mamanya bahkan mencurigai bahwa bayi yang dikandung Bulan adalah anaknya Daren. Namun Bulan segera membantah karena kemungkinan besar bayi itu adalah anak dari Alvaro karena Bulan tahu jika Bintang sering melakukan hubungan dengan suaminya. Meskipun Bulan membenci Bintang namun dia juga tidak akan melakukan fitnah sejauh itu. Dia hanya akan menceritakan kepada Alvaro apa yang memang dia lihat dengan mata dan kepalanya sendiri.


Brom...bromm...brom


Bulan mendengar derum mobil yang memasuki pelataran rumahnya, dia tahu bahwa itu adalah suara dari mobil Alvaro. Pemuda itu sudah pulang rupanya, Bulan bergegas keluar dari kamar. Dia lantas membuka pintu rumah, seorang pemuda berperawakan tinggi besar berdiri dihadapannya dengan aura dingin. Pemuda itu nampak menukikkan alisnya tajam melihat Bulan belum tidur, tumben. Ada perasaan hangat dibenak Alvaro ketika dia pulang kerja disambut seperti ini oleh Bulan.


"Bawa tasku kekamar!" Perintah Alvaro seraya menyerahakan tas kerjanya kepada Bulan. Wanita itu menurut, dia berjalan mengekori Alvaro menaiki tangga menuju kamar pemuda itu.


Sesampainya dikamar Bulan meletakkan tas Alvaro di atas nakas. Dia menatap suaminya yang tengah melepas jas kantornya beserta dasi di kerah kemejanya. Bulan menghela nafas pelan, dia sebenarnya takut memberitahu Alvaro tentang kelakuan Bulan yang dia lihat pagi ini. Jika Alvaro tidak percaya bagaimana? Pasti Bulan akan menjadi sasaran amukan pria itu.


"Al, aku ingin bertanya." Ujar Bulan berusaha menarik perhatian Alvaro, karena dia ingin bertanya serius dengan pemuda itu.


"Hem." Gumam Alvaro menanggapi.


"Jika istrimu selingkuh apa yang akan kamu lakukan Al?" Alvaro seketika menoleh memandang Bulan dengan sorot mata tajam seolah ingin mengulitinya. Cihh, apakah Bulan saat ini membahas tentang dirinya yang telah selingkuh dengan Farez?


“Jika istriku selingkuh aku akan mengurungnya dikamar, bahkan kalau perlu aku akan mengikatnya agar dia tidak bisa kabur untuk selingkuh lagi.” Balas Alvaro dengan tegas, dia sengaja menekan setiap ucapannya agar Bulan mengerti jika dia berani selingkuh darinya maka Alvaro akan merenggut kebebasan Bulan.

__ADS_1


Seharusnya Bulan bisa memikirkan resikonya, Alvaro tahu bahwa Bulan sangat mengenal bagaimana sifat keras dirinya yang tidak suka dibantah dan dia tidak segan-segan menyakiti orang yang dia benci.


Alvaro sangatlah menyayangi Bintang, dia pasti tidak akan mampu melepaskan adikku. Seburuk apapun sikap Bintang, Alvaro pasti akan memaafkannya dan memberi kesempatan Bintang untuk berubah. Selama ini Alvaro telah berjuang untuk mendapatkan Bintang. Batin Bulan dari dalam hati, bagaimana bisa Bulan mempunyai fikiran bahwa Alvaro akan menyingkirkan Bintang dari sisinya.


“Apakah kamu tidak akan menceraikannya?” Tanya Bulan masih penasaran.


“Tentu aku akan melepaskannya jika aku sudah bosan dengan tubuhnya.” Bulan begidik ngeri mendengar penuturan Alvaro barusan. Apakah yang ada dibenak pemuda itu hanyalah nafsu saja?


“Jahat sekali.” Gumam Bulan lirih, pemuda itu memang sengaja ingin menakuti Bulan agar dia tidak lagi menemui Farez.


Alvaro menggulung lengan kemejanya sehingga menampilkan tangan berototnya, dia juga membuka dua kancing kemeja bagian atas karena merasa gerah.


“Kenapa kamu bertanya seperti itu?” Tanya Alvaro heran.


Alvaro berjalan mendekati Bintang menelisik wanita itu. “Apa maksutmu?” Dia sama sekali tidak mengerti, apakah mata Bulan buta? Jelas-jelas Bintang berada di Surabaya sekarang.


“Iya Al, aku melihat Bintang bersama dengan Daren tadi pagi dimall pusat kota. Me-mereka sangat mesra bahkan berani ciuman di parkiran. Aku ingin menfoto mereka untuk barang bukti, namun sayang ponselku kemarin telah kamu rusak.” Bulan menceritakan dengan gamblang, berharap Alvaro akan percaya.


Alvaro malah tersenyum remeh, dia beranggapan kalau Bulan saat ini sedang cemburu sehingga dia tega menfitnah Bintang seperti itu. Bukannya marah Alvaro malah senang mendengarnya, pertanda bahwa Bulan memang masih mencintainya dan mengharapkan perhatian darinya lagi.


“Al aku berkata jujur, lebih baik kamu selidiki dulu apakah benar Bintang berada di Surabaya atau tidak. Kamu--.”

__ADS_1


“Akui saja jika kamu iri kepada Bintang.” Ujar Alvaro memotong ucapan Bulan membuat wanita itu melongo. Niat Bulan baik memberitahukan penghianatan Bintang agar Alvaro tidak merasakan sakit hati lebih jauh daripada ini. Setidaknya lelaki itu bisa menyelidikinya terlebih dahulu untuk membuktikan kebenarannya.


Bulan menggeleng. “Nggak Al sumpah aku berkata jujur.” Nampaknya Alvaro sama sekali tidak menggubris ocehan Bulan. Sampai kapanpun Alvaro tidak akan pernah percaya ucapan dari Bulan apalagi mengenai Bintang.


Selama ini kata-kata Bulan tidak bisa dia pegang, sudah banyak kebohongan yang dilakukan Bulan sehingga membuat orang lain sulit untuk mempercayainya. Lagipula bagaimana mungkin Bintang selingkuh dengan Daren? Setahu Alvaro istri keduanya itu tidak terlalu mengenal Daren karena dulu sewaktu SMA yang pernah menjalin hubungan asmara dengan Daren adalah Bulan sendiri, bahkan Bulan berpacaran dengan Daren bertahan selama setahun lamanya.


“Jika kamu ingin membuatku tertarik kepadamu, bilang saja Bulan. Jangan menfitnah Bintang, aku bukanlah orang bodoh yang mudah percaya dengan mulut manismu.” Jempol tangan Alvaro mengusap bibir ranum Bulan dengan sensual membuat wanita itu langsung beringsut mundur. Bulan sadar bahwa tidak ada gunanya memberitahu sebuah kebenaran kepada Alvaro tanpa adanya bukti. Sampai mulutnya berbusapun Alvaro tetap akan menutup telinga.


Bulan menampik kasar tangan suaminya. “Aku tidak memaksamu untuk percaya, tapi ketahuilah Al kamu pasti akan menyesal nantinya mengetahui kebenarannya.” Ujar Bulan memberenggut kesal, dia lantas berjalan ingin keluar dari kamar suaminya namun pergelangan tangannya ditahan oleh Alvaro.


“Bukan seperti itu caranya untuk membuatku terkesan.” Bulan bingung dengan ucapan ngawur Alvaro, pemuda itu nampak meneliti tubuhnya membuat wanita itu gusar.


“Kamu memang sengaja menggodaku dengan pakaian seperti ini?” Tanya Alvaro menatap kagum penampilan Bulan malam ini memakai dress merah yang nampak sexy menurutnya.


Bulan mendelik mendengarnya, tadi pagi setelah dia pulang dari mall Bulan langsung kerumah orang tuanya. Karena Laura menyuruhnya untuk tinggal lebih lama disana, Bulan akhirnya mandi dan memakai baju baru yang dibelinya di mall. Dia sama sekali tidak berniat menggoda suaminya, Bulan cukup tahu diri dimana posisinya saat ini.


Bulan memekik kaget tatkala Alvaro mendorong tubuhnya ke kasur, pemuda itu menindih Bulan dibawah rengkuhannya. “Jangan pakai baju seperti ini diluar rumah.” Tegas Alvaro memperingati Bulan, dia tidak rela pria hidung belang melihat tubuh mulus Bulan. Baju minim dengan tali spaghetti yang menampilkan punggung mulus istrinya membuat Alvaro menjadi gerah.


“Menyingkirlah Al.” Ujar Bulan mendorong tubuh besar suaminya, namun berat. Bulan menghela nafas kasar, Alvaro memang sengaja mempermainkannya. “Al tolong jangan membuatku kesal.” Decak Bulan dengan emosi.


Alvaro mendekatkan wajahnya disamping telinga Bulan. “Aku tidak akan membuatmu kesal, sebaliknya kamu akan melenguh nikmat malam ini bersamaku.” Bisik Alvaro seraya mengecup pelan daun telinga Bulan membuat sekujur tubuh Bulan seketika meremang.

__ADS_1


Bersambung...


Haduh, diapain lagi itu anak orang sama Alvaro?


__ADS_2