Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
BAB 111. RENITA


__ADS_3

Renita, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Nita, wanita yang berusia 28 tahun itu adalah lulusan universitas Indonesia, namun lebih memilih untuk mengembangkan karier nya di luar negeri sebagai seorang desainer.


Dan hari ini setelah lima tahun lamanya, Renita kembali ke Indonesia dengan tujuan melanjutkan bakatnya itu di negara nya sendiri.


Namun, saat tiba di bandara Renita bingung harus kemana, ingin pulang ke rumah dia takut tidak akan diterima karena dulu semua keluarganya menentang saat dia hendak keluar negeri.


"pergilah sejauh yang kau inginkan, dan jangan pernah kembali lagi."


Ucapan ibunya saat dia melangkah keluar dari rumah, masih terekam jelas di ingatannya.


Dan berakhirlah Renita di sini, di sebuah taman yang dulu sering dia singgahi saat pulang kuliah bersama teman-temannya, setelah sebelumnya dia membohongi supir taksi ingin bertemu dengan pacarnya di taman, agar supir taksi yang hendak pergi menjemput penumpang itu mau memberinya tumpangan ke taman. Dan entah bagaimana bisa kebetulan penumpang yang akan dijemput supir taksi itu juga berada di taman yang ingin dituju nya.


"Aku kemana ya hari ini?" tanyanya entah pada siapa, Renita menggaruk garuk pelipisnya bingung harus kemana.


Sebenarnya bisa saja dia menginap di hotel, namun ah di ibukota ini Renita memiliki banyak keluarga, masa iya harus menginap di hotel.


"Ya udah deh, mending ke hotel aja dulu. Masalah keluarga nanti urusan belakang, lama-lama mereka juga pasti bisa maafin Aku." Renita merasa sedih, karena ingin mengejar cita-cita nya dia harus rela berpisah bahkan kini mungkin keluarganya sudah tak menganggapnya lagi, ada.


"Duh, jam berapa sih ini kok laper ya." Renita melihat jam tangannya, ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 3 sore, pantes saja perutnya sangat lapar karena dia memang belum sempat makan siang.


"Oh iya, di dekat sini kan ada cafe, kesana dulu deh ngisi perut setelah itu baru ke hotel."


Dan tak butuh waktu lama, Renita pun telah sampai di cafe tersebut dengan menggunakan ojek yang kebetulan lewat di taman itu.


Renita masuk ke dalam cafe sembari mengedarkan pandangnya mencari meja yang kosong.


"Nah, di sana." tunjuk nya pada meja kosong yang berada di pojokkan.


Namun, saat sampai di meja itu Renita mengerutkan keningnya melihat ada kunci mobil dan juga handphone di atas meja itu.


"Ah, paling juga punya orang yang sebelumnya duduk di sini ketinggalan," gumamnya lalu mendudukkan tubuhnya.


"Eh, tapi kan kunci mobilnya juga di sini, terus tuh orang pulangnya gimana ya," bingung Renita.


"Ya udahlah biarin aja di sini, toh nanti juga bakal ada yang cari kalau ada yang merasa kehilangan." tak ingin memperdulikan kunci mobil dan juga handphone yang tertinggal itu, Renita pun memanggil pelayan untuk memesan makanan.

__ADS_1


Setelah pesanan makanannya datang, Renita makan dengan sangat lahap karena memang sangat lapar dari siang belum makan.


"Maaf Mbak bisa tolong pindah, ini meja saya." ucap seorang laki-laki yang kini sudah berdiri di samping Renita.


Renita yang tengah makan dengan lahap hampir saja tersedak karena terkejut mendengar suara di sampingnya.


"Jadi, ini kunci mobil dan handphone kamu?" tanya Renita mengangkat kepalanya menatap pria yang berdiri di sampingnya itu.


"Iya, Mbak tolong pindah ya, karena sebentar lagi akan ada klien saya yang datang."


"Gak lihat Aku lagi makan, Kamu aja yang pindah sana." ujar Renita acuh, lalu kembali melanjutkan makannya.


"Ya gak bisa gitu dong, Mbak, saya yang duluan disini, lagipula udah gak ada meja yang kosong."


"Ya udah duduk aja sini, repot amat sih!" tukas Renita sembari menepuk kursi kosong di sampingnya.


"Tapi Mbak, bentar lagi klien saya datang dan kami akan membahas masalah pekerjaan." ucap laki-laki itu mulai kesal.


Namun Renita tidak menggubris ucapan laki-laki yang berdiri di sampingnya itu, dan tetap fokus pada makanannya.


"Dasar laki-laki nyebelin!" gerutu Renita lalu beranjak hendak menelan meninggalkan meja itu dan sebelumnya meletakkan dua lembar uang ratusan ribu di meja untuk membayar makannya, lalu Renita pun pergi tanpa menghabiskan makanannya.


Tak berselang lama setelah Renita pergi, dua paruh baya datang menghampiri Wahyu yang berdiri mematung menatap langkah wanita yang baru saja meninggalkan meja nya.


Yah, meja yang dikira kosong oleh Renita adalah meja nya Wahyu yang ditinggal ke toilet karena kebelet buang air kecil.


"Pak, Pak Wahyu lihat apa?" tanya salah satu laki-laki paruh baya itu dengan mengibaskan tangannya di hadapan wajah Wahyu.


"Ah gak ada Pak, gak lihat apa-apa kok." jawab Wahyu dengan tersenyum canggung pada dua kliennya itu.


...******...


Renita yang awalnya hendak langsung menuju hotel setelah dari cafe, mengurungkan niatnya lalu meminta pada supir taksi yang membawanya ini untuk mengantarkannya terlebih dahulu ke minimarket karena ada beberapa keperluannya yang ingin dia beli.


Sesampainya di minimarket, Renita langsung menuju rak dimana beberapa perlengkapan mandi berkumpul.

__ADS_1


Namun baru saja Renita akan melangkah, seketika dia terjungkal ke lantai karena tertabrak seseorang yang membawa banyak barang belanjaanbelanjaan.


Bruk....


"Ya ampun, kenapa sih hari ini Aku sial banget!" Renita mendengus kesal sembari meringis mengelus bokongnya yang sakit.


"Astaghfirullah, Mbak, Mbak gak apa-apa kan? Maaf Mbak Aku gak lihat tadi kalau ada orang." Noval pun terkejut karena dia menabrak seseorang lalu dengan cepat meletakkan ke lantai sisa belanjaannya yang tidak jatuh, kemudian berjongkok memeriksa keadaan wanita yang ditabrak nya.


"Gak apa-apa pala kmu peyang! Sakit banget ini, aduh kalau Aku gak bisa jalan gimana?" kesal Renita, bokongnya benar-benar terasa sakit.


"Saya benar-benar gak sengaja Mbak, tapi saya akan tanggung jawab kok. Tunggu di sini sebentar ya mbakt." Noval dengan cepat memungut barang belanjaannya kemudian membawanya ke kasir.


Setelah membayar barang belanjaannya, Noval membawa barang belanjaannya itu ke mobil, lalu masuk kembali ke dalam minimarket untuk bertanggung jawab pada wanita yang ditabrak nya itu.


"Mbak, mari saya antar kerumah sakit." Noval membantu Renita untuk berdiri dengan memapahnya, sementara Renita yang benar-benar kesakitan hanya menurut saja saat Noval langsung mengangkatnya ala Bridal style, kemudian keluar dari minimarket lalu memasukkannya ke dalam mobil.


"Loh loh, ini mau ngapain, mau culik Aku ya?" Renita terkejutnya saat dirinya dimasukkan kedalam mobil.


"Mbak tenang dulu, saya hanya akan membawa Mbak kerumah sakit kok." Noval pun masuk kedalam mobilnya lalu mulai melajukan mobilnya itu meninggalkan pelataran minimarket menuju rumah sakit.


Sementara Renita duduk dengan tenang di samping Noval yang mengemudi, dengan terus mengawasi Noval untuk berjaga-jaga.


"Ya ampun, Aku baru juga pulang ke negeri sendiri, tapi langsung disuguhi dengan dua laki-laki menyebalkan." dengus Renita dalam hati.


.


.


VISUAL RENITA



VISUAL TRIO ERNI 😁


__ADS_1


__ADS_2