
Satu tahun kemudian...
Naura menatap pantulan dirinya dari kamera ponselnya yang saat ini tengah mengenakan kebaya modern yang terbalut Toga serta riasan tipis diwajahnya, menambah kesan cantik pada diri Naura.
Yah, beberapa saat yang lalu Naura telah bergelar sarjana dengan lulusan Desain Interior, bertepatan dengan 1 tahun pernikahannya dengan Wahyu.
Setelah sesi berfoto ria bersama keluarga besarnya selesai, Naura berkumpul sebentar bersama teman-temannya, mereka pun tak ketinggalan berselfie dengan berbagai macam pose yang mereka abadikan di ponsel mereka masing-masing.
Dari kejauhan, Wahyu menatap istrinya yang begitu terlihat senang, sangat ketara diwajahnya yang saat ini tengah bercanda ria bersama teman-temannya. Tanpa sadar, Wahyu pun ikut tersenyum, namun beberapa saat senyumnya perlahan memudar seiring dengan sorot matanya yang menangkap sosok kekasihnya, pergi dari ruangan tempat acara wisuda berlangsung.
Wahyu menoleh ke kanan dan ke kiri melihat keluarganya yang juga tengah sibuk berbincang-bincang dengan yang lainnya. Setelah memastikan tidak ada yang akan melihatnya bila dia pergi dari ruangan itu, Wahyu pun melangkahkan kakinya hendak menyusul Diandra, kekasihnya.
"Diandra tunggu...
Diandra yang baru saja masuk ke ruangan Dosen, menghentikan langkahnya saat suara yang sangat familiar di telinganya itu menyebut namanya. Sementara orang yang menyebut namanya itu, saat ini tengah berdiri di ambang pintu.
"Ada apa?" Tanyanya dingin, tanpa membalikkan badan melihat orang yang memanggilnya.
__ADS_1
"Aku ingin berbicara sebentar, ini tentang hubungan kita... "Perlahan, Wahyu melangkahkan kakinya memasuki ruangan itu, dan kini dia sudah berdiri dibelakang Diandra.
"Apalagi yang ingin kau bicarakan Wahyu? ini sudah 1 tahun, dan kau hanya bisa memintaku bersabar dan terus bersabar sampai menunggu waktu yang tepat, tanpa memberi kejelasan tentang hubungan kita. Sementara aku sendiri tidak tau kapan waktu yang tepat itu." Sarkas Diandra, tubuhnya bergetar menahan tangisnya agar tak pecah.
Beberapa saat lalu, dia berusaha menahan sesak di dadanya melihat sang kekasih yang begitu mesra dengan istrinya. Lelaki yang telah menjalin kasih selama 7 tahun bersamanya, seakan tak memiliki perasaan mengumbar kemesraan bersama istrinya tepat dihadapannya. Masih terekam jelas didalam bayangan indra penglihatannya, saat Wahyu memeluk dan mencium kening Naura.
"Ini sudah waktunya, Diandra. Sekarang Naura sudah sarjana, tentu dengan mudah dia bisa mencari pekerjaan setelah kami berpisah nanti. Selama ini aku selalu menunda karena aku tidak ingin dia terlantar saat aku menceraikannya nanti. Dan setelah aku dan Naura berpisah nanti, kita akan bersama lagi Diandra. Diandra aku sangat mencintaimu bahkan hingga sampai saat ini"
Deg...
Bagai ribuan jarum yang tertancap tepat di ulu hatinya. Dadanya bergemuruh bagai angin ribut yang menerpa, serta tubuhnya yang seakan mematung tanpa bisa melanjutkan langkahnya lagi, air mata itupun akhirnya luruh menuruni kedua pipinya.
*******
Sebelumnya...
Naura yang sedang berselfie bersama teman-temannya, tanpa sengaja melihat suaminya yang pergi dari rombongan keluarga. Naura berpikir suaminya itu hendak ke toilet, dia pun berpamitan pada teman-temannya untuk menyusul suaminya.
__ADS_1
"Lusi, and the my bestie bestie beautifull, aku pamit susul pak bos ku dulu ya, kayaknya dia mau ke toilet tuh, takut dia kesasar" Kekeh Naura, dan dibalas ledekan oleh teman-temannya.
"Cie... Bilang aja mau ngajak mandi bareng,
hahaha canda bestie" Lusi menutup mulutnya karena merasa geli dengan ucapannya sendiri.
"Iya nih si Naura, bikin iri aja. Kita jangankan suami, pacar aja gak punya, hahaha sadis banget ya" Ucap salah satu temannya yang bernama Vina.
"Udah sana, susul tuh pak bos mu, jangan lupa pilih toilet yang kedap suara ya, hahahah njay" Dan satu temannya lagi yang bernama Rina ikut mengolok Naura dengan mendorong pelan bahu Naura.
"Apaan sih kalian ini, ada-ada aja, aku tuh cuma mau nunjukin toilet nya dimana, siapa tau Mas Wahyu gak tau" elak Naura, menyangkal semua tuduhan tak berfaedah teman-temannya.
Naura pun menyusul suaminya, namun dia mengerutkan keningnya saat melihat suaminya itu bukan menuju ke arah toilet melainkan ke arah ruangan Dosen.
Dan berakhirlah Naura disini, berdiri di ambang pintu ruangan Dosen. Naura menutup mulutnya sendiri, merasa tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar dari mulut suaminya.
Bertepatan dengan 1 tahun pernikahannya, bukan hanya gelar Sarjana yang dia dapat, namun Naura juga mengetahui fakta menyakitkan tentang pernikahannya
__ADS_1
*******