Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
BAB 25. TIDAK AKAN ADA LAGI AIR MATA


__ADS_3

Setelah puas menumpahkan semua air matanya, Naura menatap dirinya dari pantulan cermin yang berada di dalam toilet itu, kemudian membasuh wajahnya menghilang sisa-sisa air matanya.


"Setelah ini, tidak akan ada lagi air mata untuk pernikahan. Setelah ini aku akan menjadi diriku sendiri, tanpa status seorang istri" Gumamnya.


Merasa lebih tenang, Naura pun keluar dari dalam toilet. Dia mengerutkan keningnya, melihat adik iparnya yang kini berdiri didepan toilet sedang membelakangi nya.


"Tasya... " Panggil Naura, Tasya pun menoleh ke asal suara.


"Kau Naura, loh kok sendirian? Kak Wahyu nya dimana? Kata Kak Lusi, Kak Naura dan Kak Wahyu lagi ditoilet" Tanya Tasya, kepalanya celingak celinguk mencari keberadaan kakaknya.


"Mungkin masih ditoilet Pria, mana mungkin kakakmu ada disini, ini toilet Wanita" Ucap Naura dengan nada yang terdengar berbeda dari biasanya, kemudian meninggalkan Tasya yang masih berdiri mematung di tempatnya.


"Loh Kak Naura kenapa ya? Tumben cara bicara gitu, biasanya lembut" Tasya pun menggaruk garuk belakang kepalanya, dia merasakan sesuatu yang berbeda dari kakak iparnya itu.


Naura kembali ke ruangan dimana beberapa saat yang lalu dirinya mendapat gelar sarjana, disana terlihat Wahyu yang sudah berkumpul bersama semua keluarga.


Wahyu tersenyum saat istrinya itu datang, namun Naura langsung mengalihkan tatapannya ke arah Mama nya.

__ADS_1


"Ma, malam ini aku nginap dirumah Mama ya" Ucap Naura pada Bu Lastri, Mama nya.


"Mama kan pernah bilang, kalau sudah wisuda nanti Mama bakalan masakin makanan kesukaan aku" Sambungnya beralasan.


Wahyu yang mendengarkan itu, hanya bisa menundukkan kepalanya, dia tau itu hanya alasan istrinya saja. Sebelumnya Naura sudah mengatakan akan pergi dari rumahnya hari ini juga.


"Gak masalah, kalau suami kamu setuju. Mama emang pernah janji bakalan masakin makanan kesukaan kamu kalau kamu sudah wisuda nanti. Tapi, kamu harus ingat, sekarang kamu sudah menjadi seorang istri, dan apapun yang akan kamu lakukan harus ada izin dari suami kamu termasuk menginap di rumah Mama" Ucap Bu Lastri.


"Gak apa-apa jeng, kan nginap nya juga sama Wahyu, iya kan Wahyu?" Sahut Bu Winda, kemudian menatap Putra nya.


Sementara Wahyu, dia hanya bisa menganggukan kepalanya tanpa berani menjawab iya atau tidak. Wahyu menatap istrinya yang masih memalingkan wajahnya ke arah lain, rasanya Naura begitu malas menatap laki-laki yang mungkin sebentar lagi akan menjadi mantan suaminya.


"Gak usah Ma, aku sendirian aja" Jawab Naura cepat. "Mas Wahyu bakalan repot kalau harus ikut nginap juga, rumah Mama Lastri sangat jauh dari kantornya Mas Wahyu"


"Iya, Ma. Biar Naura sendiri aja nginap dirumah Mama Lastri, aku bisa menyusul nanti saat akhir pekan" Sahut Wahyu mengiyakan ucapan istrinya.


"Enggak, Mama gak setuju" Ujar Bu Lastri. "Naura, kalau mau menginap dirumah Mama, sebaiknya menunggu akhir pekan saja biar bisa bareng sama suami kamu, Mama paling gak suka lihat suami istri itu pisah dengan alasan yang gak Penting kayak gini"

__ADS_1


"Tapi Ma...


" Naura gak usah protes, kalau mau nginap dirumah Mama tunggu akhir pekan bareng suami kamu atau tidak sama sekali!" Tegas Bu Lastri tak ingin dibantah.


"Iya Naura, apa yang dibilang Mama kamu itu benar, sebaiknya kamu tunggu akhir pekan saja ya Nak" Sahut Pak agung membenarkan ucapan istrinya.


"Ya udah Pa, ayo kita pulang" Ajak Bu Lastri pada suaminya.


Sementara Naura, dia akhirnya terpaksa ikut pulang ke rumah suaminya walaupun dia sudah mengatakan sebelumnya akan pergi dari rumah itu.


Sesampainya dirumah, Naura langsung menuju ke kamar tanpa menunggu yang lainnya dulu, dan Tasya yang melihat itu semakin yakin kalau terjadi sesuatu pada kakak iparnya itu. Akhirnya Tasya pun bertanya pada kakaknya.


"Kak Wahyu, kakak lagi berantem ya sama Kak Naura?" Tanya Tasya, dan membuat Bu Winda menghentikan langkah nya, kemudian menatap Putri bungsu nya itu bergantian menatap Wahyu.


"Wahyu apa benar yang di bilang sama adik kamu itu, kamu bertengkar sama istri kamu? Mama juga dari tadi agak curiga dengan sikap Naura, tapi Mama gak mau berfikir yang negatif jadi Mama diam aja"


"Ma, aku sama Naura gak apa-apa kok" Jawab Wahyu dengan nada lesu. "Aku susulin Naura ke kamar dulu ya, Ma" Sambungnya, kemudian melangkah menuju kamarnya.

__ADS_1


Saat masuk kedalam kamarnya, mata Wahyu terbelalak melihat apa yang dilakukan oleh istrinya.


"Naura...


__ADS_2