Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
BAB 36. TEMAN LAMA


__ADS_3

Di sebuah perusahaan ternama di ibukota, seorang lelaki tampan terlihat sedang fokus pada layar laptopnya, hingga suara ketukan dari luar ruangannya membuatnya sedikit terkejut, lelaki itupun menghentikan aktivitasnya, kemudian menyuruh masuk orang yang mengetuk pintu ruangannya.


"Masuk... "Titahnya.


Di luar ruangan, seorang lelaki yang berprofesi sebagai sekretaris pribadinya itu masuk kedalam ruangan setelah diperintahkan masuk.


"Ya Pak, ada apa Bapak memanggil saya" tanyanya, sedikit menundukkan kepala.


"Apa Papa saya sudah mendapatkan jasa Desain Interior untuk pembangunan cafe di Palembang?" Tanya lelaki tampan yang dipanggil Bapak itu.


"Belum Pak, tapi kabar yang saya dengar, nona Lusi merekomendasikan salah satu temannya yang baru saja menyelesaikan kuliahnya, dan Pak Jhohan sedang menunggu kabar dari teman nona Lusi itu, apabila dia setuju, maka teman dari nona Lusi itulah yang akan ditempatkan sebagai perancang Desain interior pembangunan cafe di Palembang" Jawab sang sekertaris pribadi itu.


"Apa sudah ada data dirinya? Saya mau lihat"


"Belum Pak, tapi kalau saya tidak salah namanya Naura Anindita usianya 23 Tahun" Ucap sang sekertaris pribadi, menjawab sesuai apa yang didengarnya.


"Em, baiklah kalau begitu, sekarang kamu boleh pergi" Titahnya pada sekertaris pribadinya itu.


"Maaf Pak, maaf kalau saya lancang. Bapak baru saja tiba di Indonesia, perjalanan dari luar Negeri pasti sangat melelahkan. Ada baiknya Bapak beristirahat saja, untuk pekerjaan Bapak hari ini biar saya yang meng-handle nya" Ucap sang sekertaris pribadi yang bernama Andi itu.


"Hahaha, Andi Andi, apakah kamu juga tidak lelah? Kita sama-sama loh dari luar Negeri" Ucapnya terkekeh, sekertaris pribadinya itu selalu saja mengkhawatirkan dirinya tanpa mengkhawatirkan dirinya sendiri, itulah yang dia sukai dari sosok Andi.


"Maaf Pak, saya sudah beristirahat sebentar dirumah saat tadi mengantarkan anak istri saya pulang" Ucap Andi.


"Sebenarnya hari ini saya hanya sedang mengecek beberapa data saja, jadi kamu tidak perlu mengkhawatirkan saya kelelahan. Lebih baik kamu hari ini pulang saja berkumpul bersama anak dan istrimu dirumah. Walaupun anak dan istrimu ikut tinggal di luar Negeri, tapi kamu jarang menghabiskan waktu bersama mereka karena terlalu sibuk kekhawatiran saya, hahaha"


"Apa Bapak sedang meliburkan saya hari ini?''


"Ya bisa dibilang begitu, anggap saja itu bonus karena kamu sudah bekerja dengan sangat baik selama berada di luar Negeri, sampai-sampai saya malah kebanyakan santainya karena kamu yang selalu dengan cekatan mengerjakan pekerjaan saya. Jadi untuk hari ini sebaiknya kamu temani anak istrimu dirumah"


"Baik Pak, kalau begitu saya pamit pulang. Terima kasih banyak, Pak"


Baru saja Andi hendak melangkah keluar dari ruangan itu, langkahnya terhenti karena panggilan dari atasannya itu.


"Oh ya Andi, kamu sekalian tolong panggilkan Wahyu ke ruangan saya ya. Saya sudah lama sekali gak ngopi bareng sama dia"


"Baik Pak"

__ADS_1


Tak lama setelah Andi keluar dari ruangan atasannya itu. Wahyu pun masuk dengan membawa senyum terbaiknya.


Saat tadi, Andi memberitahunya kalau dia dipanggil keruangan atasannya, Wahyu dengan cepat bergegas kesana. Dia juga sudah merindukan pewaris perusahaan itu, karena sudah lama tidak bertemu.


Yah, Wahyu dan pewaris perusahaan tempatnya bekerja itu adalah teman semasa kuliah dulu.


"Welcome to Indonesia my big bos" Ucap Wahyu antusias, saat membuka pintu ruangan itu tanpa mengetuk nya terlebih dahulu.


"Kamu mau dipecat sama Papa saya? Sudah berani menduakan dia dengan mengatakan saya adalah bos besar"


"Hahaha, kalau Pak Jhohan memecat aku, kan masih ada kamu yang akan memberikan aku pekerjaan" Ucap Wahyu dengan tawa renyahnya. Wahyu pun duduk di kursi yang berhadapan dengan temannya lamanya itu.


"Kamu mau pulang ke Indonesia tapi gak ngasih kabar" sambung Wahyu.


"Kamu juga nikah tapi gak undang aku" Balasnya.


"Maaf bro, aku mana berani mengganggu kesibukan kamu disana" Ucap Wahyu.


"Apa salahnya hanya sekedar memberitahu aku saja, kalaupun aku tidak bisa datang kan setidaknya aku bisa memberi ucapan selamat"


"Ya sudah kalau begitu nanti sore kamu ajak Diandra, kita ngopi bareng di cafe yang biasa kita datangi dulu"


"Diandra...?" Wahyu mengerutkan keningnya


"Iya Diandra, kamu nikahnya sama Diandra kan? bukan sama siamang, hahaha"


"Tiba-tiba wajah Wahyu menjadi murung.


"Hei, kamu kenapa Wahyu? Aku gak salah ngomong kan?" tanyanya kebingungan melihat ekpresi wajah Wahyu.


"Yah, kamu salah, yang menjadi istri aku itu bukanlah Diandra" Ucap Wahyu sendu.


"What?" Peliknya terkejut.


"Iya, aku dijodohkan oleh orangtua ku dengan gadis yang masih berstatus mahasiswi, dan tahun ini dia baru saja menyelesaikan kuliahnya" Ucap Wahyu, menambah keterkejutan temannya itu.


"Wah, berarti istri kamu masih sangat muda dong"

__ADS_1


"Iya, usianya sekarang sudah 23 Tahun" Jawab Wahyu.


"Hem, yah kalau kamu tidak berjodoh dengan Diandra, setidaknya kamu beruntung mendapatkan istri yang masih muda, mengingat usia kita ini sudah mendekati angka 30, hahaha"


"Kalau begitu Diandra untuk aku saja ya, ah tidak tidak, aku hanya bercanda. Aku juga lebih suka gadis yang muda, lebih fresh, kalau Diandra itu yah samalah dengan kita, sudah tua hahaha" sambungnya bergurau.


"Kamu belum punya pasangan, selama berada di luar Negeri?" Tanya Wahyu, dan temannya itu menggelengkan kepalanya.


"Aku pikir, kamu akan membawa istri setelah pulang dari luar Negeri" Ujar Wahyu.


"Enggak lah, aku nggak suka sama bule. Aku akan menikah dengan gadis yang setanah air dengan ku. Mungkin aku akan mencari jodohku nanti saat di Palembang"


"Kamu mau ke Palembang? Padahal baru sampai loh dari luar Negeri"


"Yah mau gimana lagi, itulah tujuanku pulang, Papa menugaskan aku untuk pembangunan cafe baru nya di Palembang"


"Terus, kapan rencananya kamu akan ke Palembang?" Tanya Wahyu.


"Aku juga sih belum tau kapan, masih menunggu keputusan orang yang direkomendasikan adik aku sebagai Desain interiornya. Kalau dia setuju, yah mungkin aku bakal barengan dia ke Palembang nya"


"Eh ngomong-ngomong dia cewek atau cowok?" Tanya Wahyu penasaran.


"Kalau kata Andi tadi sih, cewek kalo gak salah tadi Andi bilang usianya 23 Tahun terus baru selesai kuliah juga"


"Wah kok bisa samaan ya sama istri aku usianya juga 23 tahun baru selesai kuliahnya juga. Kalau gitu pepet aja bos, biar kita samaan punya istri muda, hahaha"


"Terus, namanya siapa bos? Jangan bilang namanya juga sama dengan istri aku, hahahaha"


"Em, siapa ya tadinya namanya yang Andi bilang, Na Na Na, ah kok aku lupa sih namanya. Nantilah aku tanya lagi sama Andi, siapa tadi namanya" Ucapnya, menggaruk garuk pelipis nya, heran tiba tiba saja dia jadi pelupa.


"Ah kamu mah, ingat sama umurnya aja mentang-mentang masih muda, hahaha. Kalau gitu aku tantang kamu buat deketin dia, bisa gak?" Ucap Wahyu menantang temannya itu.


"Yah kita lihat saja nanti, kalau dia setuju ikut ke Palembang toh nanti juga perginya bareng sama aku, kalau perlu aku langsung ajak dia nginap di hotel" Ucapnya sumringah.


"Wah gercep juga ya mau buat adonan duluan"


"Gila Wahyu, aku cuma bercanda ya, mana mungkin lah aku kayak gitu. Aku bukan Casanova ya" Protes nya.

__ADS_1


__ADS_2