
"Ma, katanya Om Tama mau nginap disini ya?" tanya Rayan pada mama nya.
Naura yang hendak membuka lemari pakaian menghentikannya, kemudian menoleh menatap putranya yang berdiri dibelakangnya.
"Tapi kok Om Tama belum datang juga, Ma? Ini kan sudah sore."
Naura pun mensejajarkan tubuhnya dengan Rayan. "Mama gak tau," jawab Naura. "Tanya sama Papa Kamu sana, Papa ada diluar sama Oma Winda."
Rayan pun segera keluar dari kamar mamanya kemudian berlari keluar rumah, dan ternyata di luar sudah ada Wahyu bersama mama Winda, Bayu dan juga Tasya.
"Om Tama... " ucap Rayan setengah berteriak. Rayan pun segera menghampiri Wahyu.
Sementara Mama Winda dan Tasya tercengang mendengar Rayan memanggil Wahyu dengan nama Tama.
"Tama?" tanya Mama Winda dan Tasya serentak.
"Nanti aku certain, kenapa Rayan memanggil Wahyu dengan Tama." ujar Bayu kemudian menggiring Wahyu masuk kedalam rumah nya.
"Selamat datang di istana Rayan." ujar Bayu dengan merentangkan kedua tangannya.
"Iya Om, ini istana nya Rayan. Oma Winda, Tante Lusi dan Tante Tasya itu dayang dayang nya Rayan." sahut Rayan dengan heboh.
"Oh ya?" Rayan antusias menganggukkan kepalanya. Dan Wahyu pun meraih tubuh mungil Rayan kemudian menggendongnya. "Kalau begitu, Om Tama sebagai apa disini?" tanya Wahyu.
"Kalau Om Tama itu adalah tamu disini. Tamu kerajaan." jawan Rayan dengan lucunya, membuat semua yang ada diruangan itu teryawa gemas karena ucapan Rayan.
"Dan nanti Om Tama akan dihidangkan makanan yang spesial sama chef kerajaan." sambung Rayan, dan Wahyu sampai mengerutkan keningnya mendengar ucapan Rayan. Begitu pun dengan Bayu yang mengerti siapa chef kerajaan yang dimaksud oleh putranya itu.
Sementara Naura yang hendak keluar dari kamar nya, mengurungkan niatnya itu karena mendengar ucapan Rayan. Didalam kamar Naura terus mondar-mandir, rasanya ingin sekali ia menyeret suaminya itu kedalam kamar. Bukan untuk mengajaknya bergulat di atas ranjang, namun ingin menegur suaminya itu.
__ADS_1
"Ya ampun Kak Bayu, ngapain sih pake di ajak nginap disini segala, kenapa coba gak disuruh pulang kerumahnya sendiri. Kak Bayu kayak nya sekali sekali memang harus dihajar kepalanya biar waras." gerutu Naura sembari memukul-mukul bantal seolah itu adalah kepala suaminya.
Bisa-bisanya suaminya itu mengizinkan mantan suaminya menginap dirumah mereka.
Naura mengambil ponselnya untuk menelpon suaminya, namun sayang ternyata ponsel Bayu ternyata ada di kamar.
Naura pun memutuskan untuk berdiam diri didalam kamar, menunggu suaminya itu datang. Tak lama kemudian pintu kamar nya terbuka seiring dengan senyum yang merekah diwajah Bayu, dan Naura segera menghampiri suaminya itu dan langsung menjewer kupingnya.
"Aduh... Aduh, Sayang sakit... Lepasin." Naura pun melepas telinga Bayu, namun dengan menghentakkannya.
"Aduh... Sayang, kok aku dijewer sih emangnya aku salah apa?" tanya Bayu yang memang tidak mengerti apapun.
Belum lagi Naura mengatakan apa salah suaminya itu, mereka berdua dikejutkan dengan pintu kamar yang dibuka dengan paksa.
"Ya ampun Lusi, bisa gak kalo mau masuk kamar orang itu di ketuk dulu pintunya. Lah ini jangankan ketuk permisi aja enggak, main dobrak aja." gerutu Bayu, namun Lusi menatapnya dengan tajam.
"Kak, ngapain dia diajak nginap disini? Kenapa gak disuruh pulang kerumahnya aja, dia kan punya rumah sendiri, ngapain kakak ngajak dia nginap disini?" tanya Lusi beruntun, dan Naura yang merasa terwakili membawa tubuhnya duduk di pinggiran ranjang. Membiarkan kakak adik itu beradu argument.
"Dasar tolol! Otak Kak Bayu itu udah konslet kali ya," ujar Lusi dengan menoyor kepala kakak nya. "Mana ada suami mengizinkan mantan suami istrinya menginap dirumah nya. Dasar gila!" tukas Lusi kemudian keluar dari kamar kakak nya itu.
Setelah adik nya keluar, Bayu berbalik menatap Naura yang duduk di pinggiran ranjang, namun istrinya itu langsung membuang muka.
"Sayang, jadi gara-gara itu kamu jewer kuping aku?"
"Yang dibilang sama Lusi tadi itu kurasa sudah sangat jelas, jadi gak perlu aku jelasin lagi." jawab Naura dengan masih membuang muka dari tatapan suaminya.
"Terus aku harus gimana? Dia udah terlanjur disini, masa aku usir."
"Aduh terserah Kak Bayu lah, aku gak mau ikutan pusing," Naura merebahkan tubuhnya di ranjang kemudian menarik selimut.
__ADS_1
"Aku males masak, Kak Bayu beli aja di luar."
Bayu pun hanya bisa menggaruk tengkuk nya yang tidak gatal, kemudian keluar dari kamar menuju ruangan dimana ada putranya bersama Wahyu dan juga Mama Winda serta Tasya.
Setelah mendudukkan tubuhnya di sofa, Bayu mengeluarkan ponselnya dari saku celananya untuk memesan makanan.
"Pa, Mama mana, kok gak ikut kumpul disini?" tanya Rayan yang saat ini duduk dipangkuan Wahyu.
"Mama dikamar," jawab Bayu, melirik putranya itu sekilas. "Mama lagi gak enak badan, ini Papa mau pesan makanan dulu buat makan malam." sambungnya, Bayu terpaksa berbohong karena tidak mungkin ia mengatakan istrinya itu lagi malas masak dan tidak menerima kehadiran Wahyu dirumah mereka, begitupun dengan Lusi.
"Loh, Naura sakit?" tanya Mama Winda sedikit khawatir.
"Cuma gak enak badan aja kok, Ma." ucap Bayu tersenyum canggung, kemudian memasukkan kembali ponselnya kedalam saku celananya setelah memesan beberapa menu masakan untuk makan malam.
"Apa jangan-jangan lagi ngidam?" tanya Mama Winda lagi.
"Enggak lah Ma, implan aja baru dilepas beberapa hari yang lalu." jawab Bayu.
"Wah kalau gitu sebentar lagi Rayan punya adek bayi nih." ujar Mama Winda sembari mencolek pipi Rayan.
"Iya Oma, Rayan mau punya dedek bayi yang lucu kayak dedek bayi nya Om Noval sama Tante Renita." sahut Rayan dengan senangnya.
Sementara Wahyu tercengang, karena ia memang tidak tahu tentang pernikahan Noval dan Renita.
"Wanita yang pernah mengambil meja ku di cafe lima tahun lalu ternyata sudah menjadi istrinya Noval." ucap Wahyu dalam hati sembari menggeleng pelan kepalanya seolah tak percaya dengan yang dikatakan oleh Rayan.
Dan Bayu, ia menatap Rayan dan Wahyu bergantian. Putranya itu cepat sekali akrab dengan Wahyu, dan itu membuat nya jadi khawatir belum lagi ia teringat dengan ucapan Lusi.
Wahyu adalah mantan suami istrinya, dan ia dengan tangan terbuka mengizinkan Wahyu masuk dan menginap dirumah nya. Bayu seolah melupakan hal itu, seolah lupa jika temannya itu adalah mantan suami istrinya.
__ADS_1
Ah, bolehkah Bayu menyesal karena sudah mengizinkan Wahyu menginap dirumah nya.