Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
BAB 78. BELENGGU CINTA SEPASANG KEKASIH


__ADS_3

Saat ini Diandra berada di dalam sebuah taksi, dia ingin menyusul Noval namun tak cukup berani melakukan hal demikian. Akhirnya Diandra pun memutuskan untuk menelpon Noval, namun entah sudah berapa kali Diandra menelpon calon suaminya itu tak juga ada jawaban dari seberang sana.


Sementara Noval saat ini bersama Naura kini berada di sebuah taman. Mereka berdua duduk bersebelahan di bangku panjang yang sudah tersedia di sana.


Pandangan Noval lurus menatap ke depan, sementara Naura terus menatap kakak sepupunya itu. Naura tahu apa yang saat ini dirasakan Noval, dia juga pernah merasakannya. Sakit, yah memang sakit rasanya mengetahui kebohongan tentang pasangan kita sendiri.


Namun, bedanya Naura hidup dalam hubungan itu sementara Noval baru ingin memulainya.


"Kenapa Kamu gak pernah cerita sama Kakak kalau Diandra lah kekasihnya Wahyu?" pandangan Noval masih menatap lurus kedepan, entah apa yang dilihatnya di sana.


"Kak Noval... " Naura menyentuh pundak kakaknya itu. "Sejak kapan Kak Noval memiliki perasaan pada Bu Diandra?" tanyanya.


Noval tersenyum getir mendengar pertanyaan adiknya itu. Namun, apakah itu masih penting untuk di jawab, sementara perasaannya saat ini benar-benar hancur dengan fakta yang diketahuinya. Wanita yang sudah sejak lama diam-diam dicintainya ternyata adalah kekasih dari suami adiknya sendiri, dan wanita itu pula yang menyebabkan adiknya menjadi seorang janda saat ini.


"Kak... " tak mendapat jawaban, Naura pun mengusap pundak kakak sepupunya itu.


"Apa perlu kakak membuatnya sama seperti mu, menikahinya lalu menjadikannya seorang janda. Atau, membuatnya malu dengan membatalkan pernikahan ini?" Noval menoleh menatap Naura sebentar lalu memalingkan wajahnya.

__ADS_1


"Kakak bukan orang jahat, jadi Kak Noval tidak perlu melakukan apapun. Aku juga sudah mengikhlaskan semuanya, jadi Kakak tidak perlu membalas apapun." kata Naura, dan kali ini dia masuk kedalam pelukan kakaknya itu.


"Lalu Kakak harus bagaimana sekarang, Naura?" tanya Noval sembari mengusap puncak kepala adiknya itu.


"Kakak tidak tahu, kenapa Diandra menerima begitu saja saat Kakak melamarnya, jika memang dia masih berhubungan dengan Wahyu. Atau, mungkin Kakak hanya dijadikan sebagai pelarian, -mendengar dari ceritanya, pacarnya selalu menggantung hubungan mereka tanpa memberi kepastian, dan Diandra bilang dia sudah memutuskan hubungannya dengan kekasihnya. Maka dari itu Kakak memberanikan diri mengungkapkan perasaan yang sudah lama kakak pendam. Dan kakak sangat senang saat Diandra menerima lamaran kakak." Noval tersenyum getir usai menceritakan risalah hatinya.


"Jadi, selama ini Kak Noval sudah tahu kalau Bu Diandra sudah memiliki kekasih, dan Kak Noval merahasiakan perasaan kakak itu?"


"Yah, Kakak tahu. Tapi, kakak tidak menyangka jika Wahyu lah orangnya." jawab Noval, lalu mengusap kasar wajahnya.


Noval dan Naura pun saling tatap, kemudian tertawa. Yah, mereka berdua menertawakan diri mereka sendiri yang kisah cintanya miris karena terbelenggu dalam cinta sepasang kekasih, Diandra dan Wahyu.


"Mas Wahyu...


"Diandra...


"Lihatlah Naura, sepertinya mereka itu jodoh, menelpon kita saja bisa barengan gini." kata Noval lalu mengambil ponsel Naura dan mematikannya kemudian mematikan ponselnya juga.

__ADS_1


"Apa Wahyu masih sering menghubungi mu?" tanya Noval, lalu mengembalikan ponsel Naura dalam keadaan mati.


"Hem," Naura menjawabnya dengan deheman sembari memasukan ponselnya kedalam tas.


"Kenapa dia masih menghubungi mu?" tanya Noval lagi.


"Gak kenapa-kenapa, Mas Wahyu hanya bilang rindu saja." jawab Naura.


"Rindu?" Noval terkekeh mendengar jawaban adik sepupunya itu.


"Yah, katanya sih seperti itu. Pernah juga sih Mas Wahyu bilang, dia pengen rujuk sama Aku." kata Naura, namun nada bicaranya terdengar cuek.


"Terus, kamu jawab apa?"


"Ya Aku gak mau lah, Kak. Menurut Aku, sekali pembohong itu akan selalu berbohong." tukas Naura, lalu menghela nafasnya.


"Bagus." kata Noval, lalu menarik Naura kedalam pelukannya.

__ADS_1


"Lalu, apa rencana Kak Noval sekarang? Apa kakak akan membatalkan pernikahan kakak atau tepat melanjutkannya?"


__ADS_2