
"Kamu yakin, mau menceritakan pada Kakak sepupumu siapa sebenarnya calon istrinya itu?" Bayu menarik lengan Naura saat akan melangkah memasuki cafe, dimana didalam sana sudah ada Noval dan Diandra yang menunggu mereka.
"Ini tentang masa depan Kakakku, Aku tidak mau Kak Noval juga tersakiti nantinya, cukup Aku yang merasakannya." jawab Naura, lalu hendak melanjutkan langkahnya lagi, namun Bayu kembali menarik lengannya.
"Yah, Aku mengerti perasaanmu. Tapi, bagaimana dengan Noval nanti jika sudah tau siapa calon istrinya, dia juga akan tersakiti bukan?"
"Mungkin lebih baik seperti itu, dari pada Kak Noval harus hidup dalam hubungan yang didasari dengan kebohongan sama seperti Aku dulu. Satu tahun, satu tahun Aku menjalani hubungan yang penuh dusta!" jawab Naura dengan geram. Entah geram karena apa? Karena Bayu yang terus menahan langkahnya atau karena sepasang calon pengantin yang sudah menunggu didalam sana.
"Dan hubungan seperti itu akan lebih menyakitkan jika terlambat mengetahuinya." sambung Naura penuh penekanan.
Bayu pun terdiam, dia tidak tahu harus berkata apa lagi. Melihat dari mata gadis kecilnya itu ada banyak sirat kesedihan yang berbaur luka di dalamnya. Namun, Bayu tak tahu bagaimana rasanya itu, karena Bayu sendiri selama ini belum pernah menjalani hubungan apapun selain hubungan keluarga.
"Baiklah kalau begitu, sekarang Ayo kita masuk." ajak Bayu lalu menggandeng lengan Naura.
"Kak Bayu...
"Jangan berpikir yang macam-macam, Aku hanya ingin melihat bagaimana reaksi Diandra melihat kita sedekat ini," ujar Bayu menjelaskan maksudnya menggandeng lengan Naura.
"Kak Bayu juga kenal dengan...
"Wahyu itu adalah teman kampusku, tentu Aku juga kenal dengan Diandra." ucap Bayu memotong ucapan Naura.
"Ayo kita tunjukkan, jika Kau bisa mendapatkan pengganti mantan suamimu yang brengsek itu." ujar Bayu menekankan pada kata brengsek lalu membawa Naura masuk ke dalam cafe.
Di dalam cafe, Naura dan Bayu mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Noval dan Diandra. Beberapa saat kemudian terlihat Noval yang berdiri sambil melambaikan tangannya, Naura dan Bayu pun menghampiri Noval.
"Naura, akhirnya Kamu pulang juga," ucap Noval lalu ingin memeluk adik sepupunya itu, namun Naura merentangkan tangannya agar Noval tak memeluknya.
"Aku lagi marah ya Kak," ujar Naura membulatkan matanya menatap Noval, lalu melirik Diandra sebentar kemudian mendudukkan tubuhnya dan di susul oleh Bayu yang juga duduk di sampingnya.
__ADS_1
"Iya, Kakak minta maaf. Bukan maksud Kakak gak mau kasih tau Kamu, tapi Kakak hanya ingin kasih kejutan buat Kamu." ujar Noval sembari melirik Diandra lalu menundukkan kepalanya. Ini adalah pertama kalinya dia membohongi adiknya itu.
Suasana pun menjadi hening, hanya ekor mata yang saling melirik dalam diam. Hingga Bayu membuka suara memecahkan keheningan itu.
"Hai Diandra, Kamu apa kabar? Lama ya kita gak ketemu. Aku pikir Kamu akan menikah dengan... Owh sorry, maksudku selamat ya sebentar lagi Kamu akan menikah." ucap Bayu tersebut pada Diandra.
Sementara Diandra, jantungnya rasanya ingin melompat dari tempatnya mendengar ucapan Bayu yang Diandra sendiri tahu apa yang sebenarnya ingin di ucapkan oleh teman Wahyu itu.
"Hai selamat ya," ucap Bayu mengalihkan perhatiannya pada Noval sembari mengulurkan tangannya. "Perkenalkan saya Bayu, kakaknya Lusi." sambungnya memperkenalkan dirinya pada Noval.
"Hai, saya Noval. Kakak sepupunya Naura," jawab Noval juga memperkenalkan dirinya lalu membalas jabat tangan Bayu. "Oh ya, kamu sudah kenal dengan Diandra? Dan, kok bisa bareng sama Naura?" tanyanya.
"Aku dan Diandra dulu adalah teman satu kampus, dan kenapa Aku bisa bareng sama Naura karena Naura itu bekerja denganku." jawab Bayu, dan Noval memanggut manggutkan kepalanya.
"Oh jadi Naura bekerja dengan Bayu, apa Wahyu tau ya? Wahyu kan juga bekerja di perusahaan papanya Bayu" batin Diandra.
"Oh okelah, kalau gitu Kakak ajak Bayu keluar sebentar ya." ucap Noval lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Ayo Bayu kita keluar dulu, biarkan dua wanita ini saling mengungkapkan perasaannya." sambungnya terkekeh. Bayu pun juga beranjak dari tempat duduknya.
"Oh ya Naura, mulai sekarang Kamu harus belajar memanggil Diandra itu dengan sebutan Kakak. Karena Bu Diandra mu ini sebentar lagi akan menjadi istrinya Kakak." ucap Noval sebelum pergi, dan di angguki oleh Naura.
Setelah Bayu dan Noval keluar dari cafe itu, Naura mengalihkan tatapannya pada Diandra yang saat ini terlihat gugup berhadapan dengannya.
"Bu Diandra, bisa jelaskan semua ini?" tanya Naura, pandangannya tak lepas menatap Diandra.
"Bukankah seharusnya Ibu menikah dengan Mas Wahyu karena Aku sudah menceraikannya untuk Ibu, lalu kenapa sekarang Ibu malah akan menikah dengan Kak Noval? Aku benar-benar minta maaf karena sudah masuk kedalam hubungan Bu Diandra dan Mas Wahyu, tapi Aku benar-benar tidak tahu apapun soal itu, Aku dan Mas Wahyu hanya dijodohkan. Jadi Aku mohon Bu, jangan membalasnya pada Kakakku." Naura mengatupkan kedua tangan di hadapan Diandra,. matanya berkaca-kaca menatap dan memohon pada wanita yang dulunya adalah dosennya.
Diandra terkesiap mendengar ucapan Naura, adik dari calon suaminya ini ternyata mengira dirinya sedang ingin membalas dendam padanya dengan menikahi kakaknya.
__ADS_1
"Naura, Kau salah paham. Aku dan Noval sungguh-sungguh akan menikah tanpa ada niat terselubung seperti yang Kau tuduhkan itu." ucap Diandra menyangga tuduhan Naura padanya.
Sejenak Naura memalingkan wajahnya diiringi dengan senyuman serta menggeleng pelan kepalanya mendengar sanggahan Diandra.
"Lalu bagaimana dengan Mas Wahyu, Bu, bukankah kalian saling mencintai? Bahkan Aku rela menceraikan Mas Wahyu demi Ibu agar kalian bisa bersatu kembali dan menikah, padahal Aku bisa saja memberikan Mas Wahyu kesempatan kedua dan memintanya untuk memutuskan hubungan dengan Bu Diandra, tapi Aku tidak melakukannya dan memilih untuk menceraikan Mas Wahyu karena Aku merasa bersalah sudah merusak hubungan kalian walau sebenarnya tanpa Aku sengaja."
"Apa...?
Deg...
Naura dan Diandra serentak menoleh ke asal suara.
.
.
.
Halo kakak² readers, othor ada bawa novel teman nih, mampir yuk sambil nunggu up selanjutnya. 🙏🙏🙏
Hasrat Terlarang Anak Tiri
Mikaila Anastasia harus menelan takdir buruk, karena dia harus berpisah dengan kekasih yang telah tujuh tahun di pacarinya, hubungan mereka bukan sekedar hubungan biasa, karena waktu yang cukup lama yang telah mereka habiskan bersama, mereka sudah sangat saling mencintai bahkan tidak segan melakukan hubungan layaknya suami istri, bahkan telah berjanji akan selalu setia sampai mati.
Namun, ternyata takdir berkata lain, Mika harus menerima perjodohan dari ayahnya yang beliau wasiatkan sebelum beliau meninggal, dia harus menikah dengan pria yang umurnya terpaut cukup jauh darinya, tapi siapa sangka, ternyata pria tersebut adalah ayah dari mantan kekasihnya.
Mampukan Mika menahan hasratnya terhadap mantan kekasihnya yang kini telah menjadi anak tirinya? Dan bisakah Mika tetap setia terhadap suaminya yang telah mencintainya dengan tulus dan penuh dengan kesabaran, sementara dirinya juga harus tinggal serumah dengan mantan kekasihnya tersebut.
__ADS_1