Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
AKHIR SEBUAH CERITA. (end)


__ADS_3

Bayu merasa begitu lega karena temannya itu cukup tahu diri untuk posisinya saat ini. Setelah selesai makan malam, Wahyu berpamitan untuk pulang kerumahnya dan pada akhirnya mama Winda dan Tasya pun ikut pulang bersama Wahyu. Meski sebelumnya Rayan merengek tidak mengizinkan Oma dan Tante nya itu pergi, Rayan pun akhirnya mengizinkan setelah Wahyu membujuk bocah tampan itu dengan berjanji akan membawa nya ke taman bermain setiap akhir pekan.


Setelah Wahyu dan keluarganya pulang, Bayu menggendong putranya menuju kamarnya. Sesampainya didalam kamar Bayu menurunkan Rayan dari gendongannya, dan Rayan pun langsung berlari ke pangkuan Naura yang sedang duduk di sofa.


"Ma, Oma Winda sama tante Tasya pergi." ucap Rayan dengan nada mewek. Bocah tampan itu menelungkupkan wajahnya di pangkuan Naura.


Naura pun mengangkat pandangannya menatap suaminya. Ia memang tidak setuju jika mantan suaminya itu menginap dirumah nya, namun bukan berarti ia juga menginginkan Mama Winda dan Tasya ikut bersama Wahyu.


"Lima tahun ini kita sudah menjaga Mama Winda dan Tasya dengan baik, dan sekarang tugas kita sudah selesai," ucap Bayu, kemudian membawa tubuhnya duduk di samping Naura.


"Rayan, jangan sedih ya Nak. Om Tama kan sudah janji setiap akhir pekan akan bawa Rayan ke taman bermain sama Oma Winda sama Tante Tasya juga." ucap nya sembari mengelus kepala Rayan.


Lama Bayu terus mengelus kepala putranya, akhirnya bocah tampan itu terlelap di pangkuan Naura. Bayu pun mengangkat putranya itu dan membaringkannya di ranjang.


Setelah itu Bayu kembali menghampiri istrinya yang masih duduk di sofa, kemudian mengangkat tubuh mungil Naura ke atas pangkuan nya.


"Kak, jangan macam-macam di sini ada Rayan." ucap Naura memperingati, sembari melirik ke arah ranjang untuk memastikan jika putranya itu benar-benar sudah terlelap dan tidak melihat kelakuan papanya.


"Tidak akan macam-macam, hanya satu macam," ujar Bayu sembari terkekeh, tentu saja istri kecil nya ini khawatir karena jika sudah seperti ini berakhirlah dengan pergulatan panas di atas ranjang. Namun, tentu malam ini tidak akan terjadi, karena di ranjang yang selalu menjadi saksi bisu penyatuan itu, ada putranya yang terlelap disana.


"Hei Sayang, ayo tatap aku." panggilnya sembari menarik dagu Naura agar melihat nya.


"Kak, please malam ini jangan dulu ya." ucap Naura dengan nada memohon. Ia menatap mata suaminya yang sayu, yang juga menatap nya dengan penuh hasrat.


"Hem, sebenarnya aku sangat ingin, tapi yah mau bagaimana lagi di sini ada Rayan." ujar Bayu dengan memasang wajah memelasnya yang membuat Naura menjadi tak tega dan kasihan pada suaminya itu.


"Ya udah, kalau begitu pindahkan saja Rayan ke kamarnya." ujar Naura kemudian beranjak dari pangkuan suaminya, namun Bayu malah menarik nya tak membiarkannya pergi dan malah memeluknya dengan erat.


"Gak usah," ucap Bayu, ia menenggelamkan wajahnya di ceruk leher istrinya sembari menghirup dan mengendus aroma tubuh istrinya.


"Biar malam ini aku yang mengalah." ucap nya lagi, namun yang dilakukannya berbanding terbalik dengan ucapannya barusan. Bukan hanya mengendus aroma tubuh Naura, namun Bayu juga memberikan gigitan kecil diceruk leher istrinya sehingga meninggalkan bekas kemerahan.


"Kak, aku bilang pindahkan saja Rayan ke kamarnya." tukas Naura yang merasa geli akibat ulah suaminya itu. Ia berusaha untuk bangkit dari pangkuan Bayu, namun suaminya itu kembali menahannya dan memeluknya sangat erat.


"Jangan bergerak, Sayang kau akan membangunkannya." ucap Bayu dengan suara parau, ia menatap Naura dengan penuh hasrat, namun di detik berikutnya ia tertawa meliha wajah istrinya yang mulai menegang.


"Kenapa wajahmu tegang seperti itu, Sayang?" tanya Bayu dengan berlagak polos, padahal ia tahu itu karena perbuatannya.

__ADS_1


"Kak Bayu mengerjaiku ya?" tanya Naura, dan kini wajah yang menegang itu berubah menjadi cemberut.


"Enggak kok," jawab Bayu sembari menggeleng pelan disertai senyum kecil. "Aku memang ingin, tapi nanti saja. Malam ini aku ingin bercerita banyak hal padamu, aku ingin mengungkapkan sesuatu yang mungkin belum pernah aku ungkapkan." sambungnya kemudian, mengecup bibir istrinya sekilas lalu kembali menatap istrinya. Namun kali ini bukan tatapan yang penuh hasrat, tetapi tatapan penuh cinta yang menggebu.


"Hem, kalau begitu katakanlah, aku akan menjadi pendengar yang baik malam ini." ujar Naura, Ia pun menatap suaminya dengan penuh cinta.


"Aku sangat mencintaimu, Istri kecilku.


Naura terkekeh mendengar nya. " Yah aku tau itu, Kak Bayu sudah sering mengatakannya.


"Aku merasa, aku adalah laki-laki paling beruntung yang bisa memilikimu, menjadi istriku." ucap Bayu, ekpresinya datar. Namun tatapan matanya terukir sebuah makna cinta yang begitu besar didalamnya.


"Meskipun sebelumnya aku adalah seorang janda?" tanya Naura dengan sinis.


"Bukankah Khadijah juga adalah seorang janda sebelum menikah dengan Rasulullah, lalu apa masalahnya?" ucap Bayu juga dengan sebuah pertanyaan.


"Khadijah adalah wanita yang mulia dan juga kaya raya. Sementara aku, aku hanya gadis biasa yang tumbuh dalam keluarga sederhana. Ayahku hanya seorang pengrajin batik yang penghasilannya cukup untuk kebutuhan sehari-hari, namun aku sangat bersyukur karena aku masih bisa kuliah." ujar Naura sembari membelai wajah suaminya.


"Dan Kak Bayu sendiri, adalah laki-laki tampan dan mapan. Akulah yang paling beruntung bisa bersanding dengan laki-laki sepertimu, karena di luar sana pasti banyak wanita yang mengantri agar bisa bersanding dengan Kak Bayu."


"Yah, kau benar. Di luar sana memang banyak wanita yang mengantri ingin dipersunting olehku," ucap Bayu, ia menangkap tangan istrinya yang merabah wajahnya, kemudian mengecup dengan sayang tangan yang terdapat cincin pernikahan dijari manisya.


"Bertahun-tahun aku hidup tanpa merasakan jatuh cinta. Namun setelah bertemu denganmu, entah kenapa hatiku berdesir hebat, padahal waktu itu kita tidak saling mengenal. Dan saat itulah aku tau kenapa aku tidak pernah jatuh cinta, karena takdir sudah mengatur pertemuan kita." ucap nya lagi.


"Rasanya aku tidak percaya kalau Kak Bayu tidak pernah jatuh cinta," ucap Naura terkekeh. "Karena aku sudah membuat Kak Bayu jatuh cinta, maka Kakak harus menuruti apapun yang aku minta."


"Tentu Sayang, memangnya apa yang kau minta, hum?" tanya Bayu.


"Tidak banyak. Aku ingin mulai hari ini dan seterusnya, hanya ada tentang kita dan anak-anak kita. Tidak perlu membawa masalah orang lain kedalam Kehidupan kita," jawab Naura, sekilas ia menatap Rayan yang tidur dengan nyenyak tanpa terganggu dengan obrolanya.


"Dan sekarang, Kak Bayu telpon dia dan katakan aku ingin berbicara dengannya."


Bayu pun mengangguk, kemudian mengeluarkan ponselnya dari dalam saku celananya, lalu menelpon nomor yang dimaksud oleh istrinya itu yang tak lain merupakan nomor Wahyu.


"Istriku ingin berbicara denganmu." ucap Bayu setelah panggilannya tersambung, kemudian memberikan ponselnya pada Naura.


Dan disana Wahyu hanya menganggukan kepala seolah lawan bicaranya ada dihadapannya.

__ADS_1


Sementara Naura, ia menghela nafasnya sejenak sebelum ia mengatakan apa yang ingin dikatakan nya pada seseorang diujung telepon.


"Berjuanglah sendiri tanpa bantuan orang lain. Kejarlah kata maaf itu asalkan dengan cara yang tepat dan jangan memaksakan kehendak yang hanya akan membawamu kedalam masalah yang semakin curam. Aku yakin perlahan hatinya akan luluh dengan sendirinya, seiring dengan berjalannya waktu dan usahamu yang tulus." disana, Wahyu lagi-lagi menganggukkan kepalanya sembari tersenyum. Ini adalah kata motivasi untuknya dari sang mantan istri.


Dan Naura, setelah mengatakan itu ia pun memutuskan sambungan telepon itu, kemudian tersenyum menatap suaminya.


"Baiklah, mulai sekarang hanya akan ada tentang kita dan anak-anak kita," ucap Bayu, ia beranjak dari sofa yang ia duduki dengan menggendong istrinya, kemudian membaringkan tubuh istrinya itu di samping putranya.


"Tunggu disini, aku akan memindahkan Rayan ke kamarnya dan setelah itu kita buat adik yang banyak untuk Rayan." Bayu pun mengecup kening istrinya, kemudian menggendong tubuh mungil Rayan membawanya keluar dari kamarnya."


Setelah memindahkan Rayan ke kamarnya sendiri. Bayu kembali ke kamarnya dan ternyata ia disambut istrinya dengan pemandangan yang menyejukkan mata.


Pakaian tembus pandang yang memperlihatkan dengan jelas setiap lekuk tubuh istrinya.


.


.


...SELESAI......


.


.


HAI SEMUA, OTHOR UCAPKAN TERIMA KASIH BANYAK BUAT YANG SUDAH MENGIKUTI SAMPAI BAB TERAKHIR. TERIMA KASIH ATAS DUKUNGAN. TANPA KALIAN KARYA KU INI TIDAK AKAN ADA APA² NYA, DAN ATAS DUKUNGAN KALIAN KARYA INI BERHASIL NAIK LEVEL. DUH GAK TAU DAH MAU NGOMONG APA LAGI, POKOKNYA TERIMA KASIH BANYAK UNTUK SEMUA NYA. LOVE YOU ALL...


UNTUK KISAH WAHYU, NANTI OTHOR BUAT KISAH PERJUANGANNYA MENDAPATKAN MAAF DARI RANIA. TAPI KALO OTHOR GAK BERUBAH PIKIRAN 🤭 EH JANGAN LUPAKAN DIANDRA, BAGUSNYA DI APAKAN DIA? 🤔 HEM ENTAHLAH.


PERSEMBAHAN TERAKHIR..


Visual para tokoh.




OH YA MAMPIR JUGA YUK KE KARYA BARUKU, MASIH SEPI BINGGOH. 🙏🙏🙏

__ADS_1



__ADS_2