Kukira Cinta Ternyata Dusta

Kukira Cinta Ternyata Dusta
BAB 50. APAKAH DIA SUDAH MEMILIKI KEKASIH?


__ADS_3

"Biasa aja kali tuh muka," ujar Naura, merasa jengah menatap temannya yang ekpresinya sudah seperti kanebo kering.


"Gimana gak kesel, ini Kakak Aku lama banget." ucap Lusi, memanyunkan bibirnya.


"Kok Kamu sih yang kesel? Seharusnya kan Aku, yang punya urusan juga Aku." Naura mencebikkan bibirnya.


"Udah, diem deh!" Ketus Lusi, kemudian menelpon kakaknya lagi. "Tuh kan, emang dasar ngeselin banget! Telepon Aku gak di angkat." gerutunya.


"Sabar napa sih, Lusi..."


Beberapa saat terus menggerutu, mengumpati kakaknya yang tak kunjung datang. Lusi yang hendak memanggilnya pelayan untuk memesan makanan, seketika tersenyum miring melihat kedatangan kakaknya yang berlari kecil ke arah mejanya.


"Nah, akhirnya datang juga," Ucap Lusi, dan Naura yang mendengarnya langsung mendongak menatap Lusi.


"Kak Bayu, sini!" Lusi meneriaki kakaknya itu sambil melambaikan tangannya.


Bayu pun segera menghampiri adiknya itu. "Maaf ya Kakak lama, tadi jalan macet banget." Ujar Bayu yang sudah berdiri disamping adiknya dengan terengah-engah karena berlari.


Sementara Naura terkejut melihat kedatangan laki-laki yang disebut kakak oleh temannya, Lusi.


'Loh, dia kan bukannya laki-laki yang hampir menabrak ku itu ya?' Gumam Naura dalam hati, sambil terus menatap laki-laki itu, sementara Bayu belum menyadari siapa teman adiknya itu.


"Oh, ya udah ayo duduk, Kak. Ini teman Aku kenalin namanya, Naura" ujar Lusi.


Mendengar nama yang tak asing itu, Bayu seketika menoleh menatap teman adiknya, dan...


Deg...


Mata Bayu membulat sempurna melihat siapa teman yang dimaksud oleh adiknya itu. Namun, perlahan kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman, melihat teman adiknya itu adalah gadis kecil yang dua kali hampir dia tabrak.

__ADS_1


"Naura..." Ucapnya, membuat Lusi menatap bingung pada kakaknya itu.


"Loh, Kak Bayu udah kenal sama temanku ini," Tunjuk Lusi pada Naura, sementara Naura sedikit menyunggingkan senyum canggung menatap kedua kakak beradik itu bergantian.


Naura tidak menyangka jika laki-laki yang dua kali hampir menabraknya itu adalah kakak dari temannya, Lusi. Rasa tak enak pun melanda hati Naura, karena dua kali pertemuannya dengan Bayu, dia bersikap seolah laki-laki itu adalah orang yang jahat, dan terkesan cuek.


"Ah enggak, Kakak baru dua kali ketemu sama teman Kamu ini, dan itupun Kakak gak sengaja hampir nabrak Dia," Ucap Bayu, tersenyum pada Naura.


Bayu juga tak menyangka hari ini akan dipertemukan lagi dengan gadis kecil itu. Ah tunggu dulu, bukankah dia adalah orang yang direkomendasikan oleh adiknya yang akan digunakan jasanya untuk mendesain pembangunan cafe papanya di Palembang? Itu artinya dia dan gadis itu akan pergi bersama ke Palembang. Ah benar-benar keberuntungan untuk Bayu, namun entah bagaimana dengan Naura.


"Pertemuan kedua kami tadi malam, Kakak gak sengaja hampir nabrak Dia karena hujan yang sangat deras. Cuma kakak bingung, kenapa Dia bisa berkeliaran di jalan padahal malam sudah sangat larut." Ujar Bayu. Dia bercerita pada adiknya, namun tatapannya terus menatap Naura.


"Hah, berkeliaran di tengah jalan? Tengah malam? Naura apa maksudnya itu?" Tanya Lusi, dia masih belum mengerti dengan apa) yang baru saja diceritakan oleh kakaknya itu.


"Em Lusi, itu A-ku semalam dari rumah Mas...


"Oh ok, Aku ngerti sekarang, udah gak usah dilanjutkan lagi. Bikin kesel aja!" ucap Lusi memotong perkataan Naura. Yah, Lusi sudah paham maksud temannya itu.


"Hello, kok pada diam sih? Ada orang loh di sini." Tegur Bayu, menatap Naura dan Lusi bergantian.


Naura dan Lusi pun terkesiap dari lamunannya, kemudian serentak menyunggingkan senyum pada Bayu.


"Nah gitu dong senyum, kan enak dilihat, pada cantik cantik kalau senyum." Ujar Bayu cengengesan.


"Emang udah cantik dari sononya kali!" Ketus Lusi.


"Yah, adiknya Kakak emang cantik. Tapi, masih cantikkan Naura," Celetuk Bayu, dan seketika mendapat tabokan di kepalanya.


"Naura temen Aku loh, Kak Awas aja kalo macam-macam!" Ancam Lusi, menatap tajam kakaknya.

__ADS_1


"Idih, kok Kamu yang posesif sih? Naura nya aja biasa aja kok. Udah, gak usah ngajak kakak ribut di sini, tujuan kita bertemu di sini untuk membahas sesuatu yang penting." Ujar Bayu, membalas menatap tajam adiknya.


"Jadi gimana, Naura? Kamu mau atau tidak terima tawaran itu?" Tanya Bayu, beralih menatap Naura.


'Semoga Naura mau terima' Ucap Bayu dalam hati, dia benar-benar berharap Naura mau menerima tawaran sebagai desain interior pembangunan cafe papanya. Entah kenapa, baru kali ini Bayu merasakan sesuatu yang berbeda saat bertemu Naura. Sesuatu yang belum pernah dia rasakan sama sekali kepada siapapun. Yah, percaya atau tidak Bayu belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta hingga diusianya yang hampir mendekati angka 30.


Ah, tapi apakah dia telah jatuh cinta pada gadis kecil itu? Entahlah.


Melihat Naura yang hanya diam saja, membuat Bayu khawatir kalau Naura akan menolak.


"Gimana Naura, Kamu mau atau tidak?" Tanya Bayu lagi, masih dengan harapan yang sama.


Naura menganggukkan kepalanya, membuat Bayu tersenyum lega. Akhirnya dia mempunyai kesempatan untuk bisa lebih dekat lagi dengan gadis kecilnya itu.


"Terus gimana dengan Kamu, Lusi?" Tanya Naura. "Kita kan satu profesi, apa Kamu juga akan ikut ke Palembang? Kita kolaborasi di sana" Ujar nya, berharap Lusi juga ikut dengannya ke Palembang bersama Bayu.


"Eh kalau Lusi, Dia akan tetap di sini. Kebetulan Lusi juga akan membangun cafe sendiri, iya kan, Lusi?" Ucap Bayu, menatap adiknya.


"Eh iya, Naura." Lusi tersenyum canggung, merasa tidak enak pada Naura karena tidak memberitahu temannya itu kalau dia juga akan membangun cafe sendiri.


"Oh gitu" ucap Naura.


Tling...


Ponsel Naura bergetar menandakan ada pesan masuk.


Naura mengerutkan keningnya melihat pesan itu.


"Pasti dari dia kan?" Celetuk Lusi, membuat Bayu menatap tanya pada adiknya itu.

__ADS_1


'Siapa yang dimaksud Lusi, apa Dia sudah memiliki kekasih? Ah, sepertinya Aku hanya akan menjadi pengacau kalau berusaha mendekati Naura' Bayu pun merasa sedikit kecewa.


Baru kali ini Bayu merasakan sesuatu yang berbeda kepada wanita, namun dia harus menelan kekecewaan jika benar gadis yang sudah mampu membuat hatinya bergetar itu ternyata sudah memiliki kekasih.


__ADS_2