
Bayu yang baru saja sampai di kedai yang terletak di seberang jalan didepan bandara, menyipitkan matanya kala melihat seseorang yang familiar turun dari sebuah mobil yang terparkir di depan bandara. Yah, sosok laki-laki yang turun dari mobil itu mirip seperti temannya. Namun, dengan cepat Bayu menggelengkan kepalanya, tak mungkin temannya itu berada di bandara karena dia tidak memberitahu siapapun tentang kepulangannya hari ini.
Setelah membeli dua botol air mineral, Bayu kembali ke tempat dimana ada Naura di sana. Dan saat Bayu sudah menyeberangi jalan, dia menghentikan langkahnya kala melihat Naura dipeluk oleh seorang laki-laki. Seketika hati Bayu mencelos melihat pemandangan itu, yah Bayu yakin itu pasti adalah mantan suaminya Naura.
Bayu ingin pergi dari sana, dia tidak ingin mengganggu dua insan yang mungkin saling merindukan itu. Namun, Bayu menghentikan langkahnya melihat Naura yang berontak berusaha melepaskan diri dari pelukan laki-laki itu.
Dengan langkah cepat Bayu menghampiri dua insan itu sembari tersenyum tipis melihat Naura yang sepertinya enggan berada dipelukan laki-laki itu.
"Brengsek! Lepaskan dia!" dengan sekali tarik laki-laki itupun terlepas dari tubuh Naura dan terjungkal ke tanah serentak dengan satu kali hantaman bogem mentah dari Bayu.
Bugh...
"Kak Bayu, hentikan!" teriak Naura histeris. Naura pun dengan cepat membantu Wahyu untuk berdiri. Sementara Wahyu menengadahkan kepalanya menatap orang yang memukulnya, dan seketika matanya membulat melihat orang itu ternyata adalah Bayu, temannya.
"Bayu...
"Wahyu...
Bayu dan Wahyu serentak saling menunjuk, sama-sama terkejut dengan pertemuan mereka hari ini yang tak terduga.
"Bayu, kenapa Kau memukulku?" tanya Wahyu sembari mengusap sudut bibirnya yang berdarah. Wahyu masih belum mengerti dengan situasinya saat ini.
"Dan kenapa Kau pulang tidak memberitahu Aku?" tanya Wahyu lagi, namun Bayu hanya termangu tanpa menjawab pertanyaan temannya itu.
Bayu menatap Naura lekat, seolah meminta penjelasan tentang kejadian hari ini. Naura yang mengerti arti tatapan Bayu itupun akhirnya menjelaskannya.
"Kak Bayu, kenalkan ini Mas Wahyu, mantan suamiku." ucap Naura membuat Wahyu seketika menoleh menatapnya, begitupun dengan Bayu yang terkejut mengetahui ternyata mantan suami gadis kecilnya itu adalah temannya sendiri.
"Naura, Kau kenal dengan Bayu?" tanya Wahyu, lalu beralih menatap Bayu tanpa menunggu Naura menjawab pertanyaannya.
"Mas, Kak Bayu ini adalah Kakaknya Lusi dan Aku bekerja dengannya." Jawab Naura membuat Wahyu begitu terkejut mendengarnya.
__ADS_1
Yah, Wahyu mengerti sekarang kenapa Naura dan Bayu bisa bersamaan berada di bandara tersebut.
Tapi tunggu...
Jika Naura bekerja dengan Bayu, itu artinya gadis yang selalu diceritakan oleh Bayu adalah Naura, mantan istrinya. Dan juga berarti Naura lah yang selama satu bulan ini tinggal bersama dengan Bayu didalam satu apartemen yang sama selama berada di kota Palembang.
Ah... Wahyu melenguh mengetahui fakta itu, begitupun dengan Bayu yang benar-benar tak menyangka dengan itu semua.
"Jadi, Kamu adalah mantan suaminya Naura?" tanya Bayu sembari menunjuk Wahyu.
"Aku benar-benar gak nyangka ternyata Kamu itu laki-laki brengsek, Wahyu!" sarkas nya menatap sinis Wahyu.
"Bayu, apa maksud Kamu?'' Wahyu tak mengerti dengan maksud temannya itu.
"Aku pikir Kamu itu laki-laki sejati yang mencintai istrimu dengan tulus meski kalian hanya dijodohkan, tapi ternyata Kamu itu hanya laki-laki pecundang yang dengan teganya mempermainkan hati dua wanita sekaligus."
Deg...
"Bayu, Kau...
" Tunggu dulu, jadi Kak Bayu dan Mas Wahyu ini sudah saling kenal?" tanya Naura memecahkan ketegangan antara Bayu dan Wahyu.
Serentak Bayu dan Wahyu menoleh kepada Naura.
"Naura, apa yang Kamu maksud kekasih mantan suami Kamu yang akan menikah dengan Kakak sepupumu itu adalah Diandra?" tanya Bayu.
Deg...
Lagi-lagi Wahyu tercekat, perkataan Bayu selanjutnya semakin membuatnya hampir tak bisa berkata-kata lagi. Dan saat melihat Naura menganggukkan kepala membuatnya sedikit terhuyung kebelakang, hampir saja dia roboh jika Naura tak segera menahan lengannya.
Apa-apaan ini?
__ADS_1
Wahyu pikir, Diandra hanya sebatas kencang saja dengan Noval. Tapi, ternyata mereka akan melangsungkan pernikahan. Dan ini artinya Wahyu akan benar-benar sendiri jika Naura juga sudah tak ingin kembali lagi padanya.
"Mas, Mas gak apa-apa kan?" Naura sedikit khawatir melihat mantan suaminya itu.
Naura tau bagaimana perasaan Wahyu saat ini. Namun, itu bukanlah urusannya, keinginan untuk memberitahu Wahyu soal pernikahan Noval dan Diandra pun telah disampaikan langsung oleh Bayu.
Wahyu berusaha menenangkan dirinya sendiri dari fakta yang dia ketahui hari ini. Perlahan dia menoleh menatap Naura di sampingnya. Tatapannya menatap sayu pada mantan istrinya itu, tersirat sebuah penyesalan didalamnya.
Naura pun membalas tatapan Wahyu, ada rasa iba melihat kerapuhan laki-laki yang pernah menjadi suaminya itu. Hampir saja Naura terbuai dengan tatapan itu jika Bayu tak segera menyadarkannya.
"Naura, ayo kita pulang, mobilnya sudah datang." ucap Bayu. Naura pun melepaskan tangan Wahyu lalu meraih kopernya.
"Naura, Kamu pulang sama Mas aja ya, biar Mas yang mengantarmu pulang." Wahyu menahan koper Naura.
"Enggak!" dengan cepat Bayu merampas koper Naura dari tangan Wahyu. "Naura pergi bersamaku, dan Aku yang menjemputnya dirumah orangtuanya, maka Aku juga yang akan mengantarkan kembali kerumah orangtuanya." Bayu pun menarik lengan Naura lalu melangkah pergi dari hadapan Wahyu.
Sementara Wahyu tak tinggal diam, dia mengejar Bayu dan Naura lalu menarik kembali koper Naura dari tangan Bayu bersamaan menarik tangan Naura.
"Aku yang akan mengantar Naura pulang." ucapnya lalu melangkah melewati Bayu.
Begitupun dengan Bayu, dia tak akan tinggal diam saja. Meski Wahyu adalah temannya, tapi Bayu tak akan pandang bulu bila itu menyangkut gadis kecilnya yang sudah lama ia idamkan.
Dengan geram, Bayu menarik kerah kemeja Wahyu lalu memberinya bogem mentah di pipi kanannya.
"Kamu itu sudah bukan siapa-siapa nya Naura lagi, jadi jangan sok perduli padanya. Perduli mu itu sudah terlambat bahkan sudah basi!" sarkas Bayu, lalu melepas cekalan tangannya dari kerah kemeja Wahyu dengan sedikit mendorongnya.
"Jadi, gadis yang selalu Kau ceritakan padaku itu adalah Naura?" tanya Wahyu dengan tampangnya yang dramatis.
Mendengar pertanyaan itu Bayu pun terkekeh, Bayu ingat betul kata-kata Wahyu yang menyuruhnya untuk mendapatkan gadis itu yang tak lain ternyata adalah mantan istrinya sendiri.
"Jadi, bagaimana sekarang Wahyu? Apa Aku harus mengikuti kata-kata mu untuk mendapatkan gadis itu, huh? Ohw, dengan senang hati Wahyu!" dengan tatapan mengejek Bayu pun dengan sigap meraih kembali koper Naura beserta lengan Naura pergi dari sana kemudian masuk kedalam mobil yang sudah menunggu mereka.
__ADS_1
Sementara Wahyu hanya bisa menatap nanar pada mobil yang kini melaju meninggalkan bandara.