
Satu jam menunggui adiknya tapi tak juga bangun dari tidurnya, Bayu pun merasa bosan berada dirumah dan akhirnya dia meminta izin pada Papa nya untuk berjalan-jalan sebentar, karena sudah lama juga dia tidak menghirup udara segar di kota kelahirannya ini.
Setelah meminta izin pada Papa nya, Bayu pun memasuki mobilnya dan mulai melajukan mobilnya dengan pelan, sambil memperhatikan dan menikmati setiap pemandangan yang dia lewati.
Bayu tersenyum saat mobilnya melalui sebuah Taman yang dulu sering di laluinya sepulang kuliah, kini sudah sangat banyak sekali perubahannya, bahkan Bayu hampir tak mengenali Taman itu.
"Jika lima tahun lagi aku masih berada di luar Negeri, mungkin saat ini aku benar-benar tidak akan mengenali Kota ku sendiri" Gumamnya, dengan terus memperhatikan keadaan disekitarnya. Namun Bayu tak terlalu fokus pada jalanan di depannya, hingga hampir saja Bayu menabrak seseorang yang hendak menyebrang jika dia tak segera mengerem mobilnya. Beruntung laju mobilnya tak terlalu kencang, hingga Bayu bisa menghentikan mobilnya tanpa mengenai orang yang hendak menyebrang itu.
Bayu mengelus dadanya, sangat terkejut, baru saja dia hampir menabrak orang. Melihat orang yang hampir ditabrak nya itu sudah duduk berjongkok didepan mobilnya. Bayu pun segera turun dari mobil untuk memeriksa keadaan orang itu.
"Maaf, aku minta maaf, aku tidak sengaja" Ucap Bayu beruntun, namun seketika Bayu tersenyum melihat orang yang hampir di tabrak nya itu adalah seorang gadis kecil yang terlihat sangat manis dengan memejamkan matanya.
"Gadis kecil ini dia terlihat sangat ketakutan, tapi kenapa dia terlihat sangat manis dengan ekspresi ketakutan nya itu" Lirih nya, sejenak Bayu terpanah melihat sosok gadis yang berjongkok didepan mobilnya ini.
"Hei ayo buka matamu, kau tidak kenapa-kenapa, kau tidak tertabrak" Ucap Bayu, sembari menyentuh bahu gadis yang hampir di tabrak nya itu untuk menyadarkannya.
Dan gadis itupun perlahan membuka matanya, kemudian mengangkat pandangnya pada sosok laki-laki yang kini juga berjongkok didepannya. Sekilas gadis itu menatap tangan kekar lelaki itu yang bertengger di bahu nya, lalu perlahan meraih tangan itu untuk menurunkannya dari bahu nya.
__ADS_1
Bayu yang menyadari itu pun segera menarik tangannya sembari tersenyum kikuk. Pesona gadis kecil ini benar-benar membuatnya lupa.
"Maaf Kak, tadi aku tidak hati-hati saat mau menyebrang" Ucapnya menatap Bayu sebentar lalu menundukkan kepalanya.
"Tidak perlu meminta maaf, ini juga salahku karena tidak berhati-hati dan memperhatikan keadaan di depan" Ucap Bayu.
"Kamu mau kemana? Atau kalau kamu ingin pulang biarkan aku yang mengantarmu, sekalian aku akan meminta maaf pada orang tuamu karena aku hampir saja menabrak anak mereka" Sambung Bayu.
"Tidak perlu Kak, terima kasih. Lagian aku juga belum ingin pulang" Ucap gadis itu, yang tak lain adalah Naura.
Yah setelah tadi meninggalkan suaminya dan Dosennya di bangku Taman. Naura hendak membeli makanan yang berada di seberang jalan sana, namun sialnya dia hampir saja tertabrak karena sedikit melamun saat akan menyebrang.
"Tidak perlu repot-repot mengantarku, Kak. Aku hanya ingin membeli makanan di seberang sana" Tunjuk Naura pada sebuah gerobak penjual Bakso yang berada di seberang jalan.
Bayu pun melihat ke arah dimana gadis itu menunjuk, dan ternyata ke arah penjual Bakso. Dan Bayu pun lagi-lagi mempunyai ide agar bisa berlama-lama bersama gadis itu.
"Oh Bakso, jadi kau ingin beli Bakso?'' Tanya Bayu, dan Naura menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
" Baiklah kalau begitu, ayo kita makan Bakso. Ah, maksudnya aku akan mentraktir mu makan Bakso sebagai permintaan maaf ku karena tadi saja menabrak mu" Tanpa menunggu persetujuan Naura, Bayu langsung saja menarik pergelangan tangannya, menyebrang jalan menuju ke arah penjual Bakso itu.
*******
Wahyu pun kini telah sampai di rumahnya, namun dia terlihat sangat gusar karena tidak mendapati istrinya berada di rumah.
"Jadi Naura belum pulang? Tanyanya pada sang adik, dan Tasya menganggukkan kepalanya.
"Ya ampun Naura, kamu lagi lagi buat Mas khwatir" Wahyu mengusap wajahnya dengan kasar.
"Tidak perlu mencari istrimu, dia pantas mendapatkan kebebasan di luar sana. Selama satu tahun kamu menipu istrimu sendiri, Wahyu!" Bu Winda yang baru saja keluar dari kamarnya, merasa geram melihat putranya yang kalang kabut mencari istrinya.
Bagaimana tidak geram, setelah tadi pagi Wahyu menceritakan semuanya pada Mama nya itu, Wahyu sempat mendapatkan tamparan keras dari Mama nya sebelum dia berangkat ke kantor.
Yah, Bu Winda benar-benar tak menyangka kalau putranya akan berbuat seperti itu, memiliki hubungan dengan wanita lain dibelakang istrinya sendiri. Walaupun pun wanita itu sebelumnya adalah kekasih putranya, tapi seharusnya putranya itu memtusukan hubungannya karena telah memiliki istri. Dan sayangnya, putranya itu tetap melanjutkan hubungannya dengan kekasihnya di belakang istrinya, dan itulah yang membuat Bu Winda merasa kecewa dengan putranya itu.
Mendengar ucapan Mama nya seperti itu, Wahyu semakin khawatir. Bagaimana kalau Mama nya ini malah mendukung Naura yang nantinya akan tetap meminta cerai darinya.
__ADS_1
Sementara Wahyu sendiri kini telah menyadari, bahwa dia tidak bisa kehilangan istrinya. Wahyu tidak bisa jauh dari Naura.