
Akhirnya, Wahyu pun menceritakan semuanya pada Naura.
"Naura, sebenarnya Aku dan Diandra sudah lama memiliki hubungan, bahkan hubungan kami sudah berjalan hingga 7 tahun lamanya,
"Kami berdua saling mencintai. Aku dan Diandra pernah berjanji untuk melanjutkan hubungan kami ke jenjang yang lebih serius yaitu kedalam ikatan pernikahan setelah kami berdua memiliki pekerjaan yang layak"
"Dan disaat waktu yang kami sepakati telah tiba, hari itu aku berencana mengatakan pada Papa untuk melamar Diandra. Namun, pada hari itu juga, Papa lebih dulu mengatakan padaku bahwa Papa akan menjodohkan aku dengan seorang gadis yang masih berstatus mahasiswi, dan Papa bilang gadis itu adalah anak dari sahabat lamanya"
"Saat itu aku ingin menolak, tapi aku tidak sampai hati melakukannya karena aku tidak ingin menyakiti hati Papa. Dan pada akhirnya, aku terpaksa menerima perjodohan itu."
Kembali terdengar helaan nafas panjang setelah Wahyu menceritakan semua pada Naura. Dia menatap istrinya itu tepat di matanya yang terlihat berkaca-kaca. Wahyu tahu, istrinya itu berusaha menahan air matanya agar tak jatuh lagi.
"Naura, maafkan Mas," Namun Naura memalingkan wajahnya dari tatapan suaminya itu.
Biasanya, Naura selalu merindukan tatapan suaminya itu, namun kali ini tatapan itu seolah sebuah belati yang menghujam tepat dadanya, sangat menyakitkan.
__ADS_1
Masih di ambang pintu, Diandra yang mendengar kalimat panjang berupa penjelasan yang diucapkan oleh kekasihnya itu merasa tersentuh, seketika kedua sudut bibirnya tertarik membentuk sebuah senyuman. Entah apa yang membuatnya tersenyum, othor tidak tahu🙄🥴
Sementara Naura, dia tersenyum kecut mendengar penjelasan itu. Dia mengerti sekarang, ternyata tanpa sengaja dia telah merusak hubungan sepasang kekasih yang saling mencintai.
Naura kembali menatap Diandra, tangannya kembali meraih tangan Dosennya itu, namun kali ini bukan mencekal nya seperti tadi, melainkan menggenggam kedua punggung tangan wanita yang telah mengajarkannya banyak hal.
"Bu Diandra, aku minta maaf, aku pelakor kecil yang tanpa sengaja masuk kedalam hubungan Bu Diandra dan Mas Wahyu. Seandainya aku tau lebih awal, seandainya Mas Wahyu dari awal mengatakan hal ini, mungkin hari ini aku masih menjadi diriku sendiri tanpa ada status seorang istri. Aku benar-benar minta maaf Bu, aku tidak tau apapun"
Dan kali ini, Naura memeluk Dosennya itu, sementara Diandra hanya diam mematung tanpa membalas ataupun menolak pelukan dari Naura. Air mata Naura kembali luruh dibalik tubuh Diandra. Marah, sedih, kecewa bercampur menjadi satu, perasaannya sulit dia jabarkan.
"Mas menerima perjodohan kita karena Papa, dan sekarang Papa sudah tidak ada. Jadi, tidak ada alasan lagi untuk memperthankan pernikahan ini, hari ini juga aku akan mengemasi barang-barang ku dan pergi dari rumah Mas. Aku menunggu gugatan mu, Mas"
Setelah mengatakan itu, Naura membalikkan badannya hendak pergi dari ruangan itu. Dadanya semakin terasa sesak berlama-lama berada di antara sepasang kekasih yang saling mencintai itu
Namun, baru beberapa langkah, Wahyu dengan cepat meraih tangan istrinya itu.
__ADS_1
"Tunggu Naura, ada sesuatu yang perlu kau ketahui. Ini tentang amanah Papa. Papa mengatakan...
" Sudah Mas, " Naura melepas tangan suaminya yang menggenggam sebelah tangannya.
"Apapun amanah Papa, Papa hanya mengamanahkan nya pada Mas, bukan padaku, jadi aku tidak berkewajiban untuk itu"
Naura pun pergi dari ruangan itu, tanpa memperdulikan suaminya nya yang lagi lagi memanggilnya.
"Naura tunggu, kau harus mendengarkan nya dulu...
Tapi Naura sudah pergi dari ruangan itu, secepat mungkin dia berlari agar suaminya tak mengejarnya. Air matanya jatuh lagi, lebih deras bersamaan dengan langkahnya yang berlari.
Dan disini lah Naura saat ini, didalam toilet wanita dia menumpahkan semua air matanya berharap setelah ini tidak akan ada lagi air mata yang dia keluarkan atas nama pernikahannya.
Keputusannya sudah bulat, dia lebih memilih mengalah dan mengembalikan suaminya itu kepada wanita yang seharusnya, dia hanyalah gadis kecil yang tanpa sengaja masuk kedalam hubungan dua orang dewasa itu.
__ADS_1