
Bagi sebagian orang, langsung beranjak dari tempat tidur saat pagi hari seperti menjadi hal yang sulit dilakukan. Namun, tidak bagi wanita muda yang sejak sebulan lalu menyandang status barunya sebagai seorang janda.
Pagi-pagi sekali, Naura sudah berada di dapur apartemen tempatnya tinggal bersama laki-laki yang sebelumnya dua kali dia temui dalam sebuah insiden kecil, sejak satu bulan yang lalu.
Sudah menjadi kebiasaan Naura semenjak satu bulan ini, menyiapkan sarapan untuknya dan juga Bayu sebelum mereka berangkat ke lokasi pembangunan cafe. Dan, sekarang pembangunan cafe itupun sudah mencapai 50%. Bayu sangat puas dengan hasil karya wanita muda yang dia sebut dengan gadis kecil itu, walaupun hanya dia sendiri yang mengetahui panggilan itu untuk Naura.
Selama satu bulan tinggal bersama Naura di apartemen yang sama, sudah membuat Bayu terbiasa dengan keberadaan gadis kecilnya itu. Tak jarang, Bayu selalu membuat Naura cemberut karena ada saja ulah Bayu yang mengacaukan hasil masakan Naura.
Seperti pagi ini, Naura dengan wajah cemberut nya berkacak pinggang serta menatap tajam laki-laki yang tengah tersenyum seolah tidak terjadi apapun. Bagaimana tidak, lambung yang sudah meronta meminta diisi, harus menunggu lagi karena nasi goreng yang sudah dibuat oleh Naura terendam dengan air yang katanya tak sengaja ditumpahkan oleh Bayu.
"Makan gak!" ucap Naura dengan masih menatap tajam Bayu. Namun, Bayu malah semakin melebarkan senyumnya membuat Naura akhirnya melangkah maju ke arah laki-laki yang menjengkelkan itu.
"Nggak!" jawab Bayu, kemudian beranjak dari tempat duduknya bersiap untuk lari seperti biasanya karena gadis kecilnya itu pasti akan mengejarnya seperti yang sudah-sudah saat dia selalu membuat ulah.
"Kak Bayu...!" teriak Naura, karena laki-laki menyebalkan itu akhirnya berlari menuju kamarnya dan menguncinya dari dalam.
"Kak Bayu, buka gak pintunya! Kakak harus habisin tuh nasi goreng yang sudah Kakak siram dengan air." Naura menggedor gedor pintu kamar Bayu, sementara si penghuni kamar terkikik geli didalam kamarnya.
"Kan Aku sudah bilang gak sengaja tumpahin airnya!" jawab Bayu berteriak dari dalam kamarnya.
"Bohong! Mana ada sengaja tiap hari, Kak Bayu ayo keluar, atau Aku dobrak nih!" kata Naura, dengan terus menggedor pintu kamar Bayu.
"Dobrak aja kalau bisa, bocah ingusan mana bisa mendobrak pintu kamar. Yang ada nanti malah tangan Kamu itu yang patah." didalam kamar Bayu tertawa terbahak-bahak, membuat Naura di luar semakin mendengus kesal.
"Dasar nyebelin!" ujar Naura, kemudian pergi dari depan pintu kamar Bayu melangkah menuju dapur. Naura akan kembali membuat nasi goreng karena perutnya sudah sangat keroncongan. Laki-laki menyebalkan itu sudah membuat waktu sarapannya terlewat.
__ADS_1
Mendengar tidak ada lagi suara gedoran maupun teriakan dari gadis kecilnya itu, Bayu pun membuka pintu kamarnya. Ternyata sudah tidak ada Naura didepan pintu kamarnya, Bayu pun kembali menutup pintu kamarnya lalu melangkah menuju kamar mandi. Bayu akan mandi lalu bersiap-siap berangkat menuju lokasi tempat pembangunan cafe Papanya, sementara Naura setelah membuat nasi goreng lagi dia juga segera menuju kamarnya untuk bersiap-siap.
Beberapa saat kemudian, Naura dan Bayu pun kini sudah berada di perjalanan menuju lokasi pembangunan cafe pak Jhohan. Sepanjang perjalanan keduanya hening tidak seperti beberapa saat lalu saat masih berada di apartemen. Bayu fokus pada jalanan didepannya, sementara Naura sibuk memeriksa beberapa sketsa yang sudah dibuatnya semalaman.
Namun, sesekali Bayu melirik kearah Naura yang sedang fokus memperhatikan gambar sketsa nya.
"Udah, gak usah dilihatin terus, itu udah bagus kok," ujar Bayu menatap Naura sebentar lalu kembali fokus pada jalanan didepannya.
"Kayaknya masih ada yang kurang," jawab Naura dengan terus memperhatikan gambar sketsa nya.
"Nah, di bagian sini bagusnya menggunakan konsep perpaduan putih dan soft pink," ujar Naura, dengan menunjukkan pada bagian tengah ruangan di gambar sketsa nya.
"Konsep ini akan membuat pencahayaan begitu terang, sehingga memberikan tampilan makanan yang terlihat berbeda. Cahaya yang tepat akan memberikan nafsu makan ketika menyantap makanan. Sehingga para pelanggan akan bisa bersantai sambil menikmati makanannya." setelah menjelaskan idenya, Naura tersenyum menatap laki-laki yang tengah fokus mengemudi, di sampingnya.
"Ide yang keren, jadi kayak ala Korea gitu ya?" ujar Bayu membalas senyuman gadis kecilnya itu.
"Iya Kak bener banget. Dengan konsep ini juga akan sangat cocok untuk tempat bersantai bersama teman maupun keluarga."
"Dengan pacar juga dong tentunya," kekeh Bayu.
"Hem, siapa tau nanti Kak Bayu mau mencoba cafe nya sebagai orang pertama yang membawa kencan pacarnya." sahut Naura.
"Aduh, sayangnya Aku ini jomblo," ujar Bayu dengan nada yang dibuat sedih.
"Wah sayang sekali ya, Kak" kata Naura dengan menautkan kedua alisnya, merasa tak percaya jika laki-laki sekeren dan semapan Bayu tak memiliki kekasih.
__ADS_1
Laki-laki seperti Bayu adalah kriteria idaman para wanita, sudah tampan, kaya, cerdas, baik. Wanita mana yang tak suka padanya. Dan Naura merasa aneh saat Bayu mengatakan dirinya adalah jomblo.
"Kenapa? Gak percaya kalau Aku ini jomblo," tanya Bayu. Melihat dari ekpresi gadis kecilnya itu Bayu tau kalau Naura tak percaya jika dirinya jomblo.
"Ya, masa sih gak ada gitu? Satupun cewek yang suka sama Kak Bayu."
"Bukannya gak ada, ada kok banyak malah. Ya cuma Aku nya aja yang gak mau," ujar Bayu, beberapa detik kemudian dia bergidik ngeri mengingat para wanita yang mendekatinya karena ada maunya.
"Kenapa gak mau?" tanya Naura.
"Ya karena Aku ngerasa gak cocok aja sama mereka. Lagi pula wanita-wanita yang mendekati Aku itu tidak ada yang tulus, semuanya karena ada maunya aja." jawab Bayu, dia pun tersenyum kecut mengingat hal itu. Sungguh malang nasibnya menjomblo hingga usianya yang hampir mendekati angka 30.
"Susah banget nyari yang tulus." sambungnya. "Beberapa wanita yang diperkenalkan sama Papa juga sama aja, semuanya hanya cewek matre yang membutuhkan materi semata, bukan karena mereka memang serius mau menjalin sebuah hubungan." lanjutnya menceritakan sedikit masa lalunya.
"Aku pasrah aja deh, biar takdir yang akan membawa sendiri jodoh untukku," ujar Bayu, menghela nafasnya, nasib jomblonya ngenes banget. 🤣
"Oh ya, apa Kamu gak berniat mencari pengganti Suami Kamu?" Tanyanya kemudian pada Naura.
"Mantan Suami," jawab Naura, membenarkan kalimat Bayu.
"Ah ya, mantan Suami." kata Bayu membenarkan kalimatnya, Bayu pun terkekeh.
"Em, kalau untuk sekarang Aku belum kepikiran sama sekali. Aku mau fokus dengan karier Aku aja, lagian umur Aku juga masih muda, gak apalah heppy heppy dulu." ujar Naura juga terkekeh.
Tak lama, mobil Bayu pun sudah memasuki area pembangunan cafe. Perbincangan tentang Jomblo itu pun berakhir dan akan dilanjutkan dengan memulai aktivitas pagi ini.
__ADS_1